Selasa, 20 Maret 2018

Mengurung binatang

Memberinya makan dan minum apabila hewan itu lapar dan haus, _"Pada setiap yang mempunyai hati yang basah (hewan) itu terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadaNya)"_ [HR Al-Bukhari : 2363].

_"Barangsiapa yang tidak belas kasih niscaya tidak dibelaskasihi"_ [HR Al-Bukhari ; 5997, Muslim : 2318].

_"Kasihanilah siapa yang ada di bumi ini, niscaya kalian dikasihani oleh yang ada di langit"_ [HR At-Tirmdzi : 1924].

_"Siapa gerangan yang telah menyakiti perasaan burung ini karena anaknya? Kembalikanlah kepadanya anak-anaknya". Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan hal tersebut setelah melihat seekor burung berputar-putar mencari anak-anaknya yang diambil dari sarangnya oleh salah seorang sahabat"_ [HR Abu Daud : 2675 dengan sanad shahih].

Hadits-hadits di atas menunjukkan kepada kita betapa Islam sangat menjunjung tinggi kasih sayang. Tidak hanya kepada sesama manusia, bahkan kepada seekor binatang sekalipun.

Musafir dunia

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, "Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam memegang kedua pundakku, lalu bersabda, _*'Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir'*  [dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur (pasti akan mati)]."_
Dan Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma pernah mengatakan, _"Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu."_
(HR. al-Bukhâri, no. 6416; at-Tirmidzi, no. 2333)

_Apalah artinya dunia ini bagiku?! Apa urusanku dengan dunia?! Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon, ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya._ (HR. Ahmad, I/391, 441. at-Tirmidzi, no. 2377).

_Diantara tanda-tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya._ (HR. At-Tirmidzi, no. 2317).

Kamu kumpulan hari

Diriwayatkan bahwa Syaikh Jamaluddin al-Qâshimi rahimahullah melewati warung kopi. Dia melihat orang-orang yang mengunjungi warung kopi tenggelam dalam permainan kartu dan dadu, meminum berbagai minuman, mereka menghabiskan waktu yang lama. Maka Syaikh berkata, *_"Seandainya waktu bisa dibeli, sungguh pasti aku beli waktu mereka!"._*

Allâh tidak memperlihatkan urgensi umur dan kadar waktu kesehatan kecuali kepada orang-orang yang Allâh berikan taufiq dan bimbingan untuk memanfaatkannya. Allâh berfirman:

_Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar._  [Fushilat/41:35].

Dunia ini adalah tempat beramal, bukan tempat santai dan main-main, sebagaimana firman-Nya:
_Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?_ [al-Mukminun/23:115].

Waktu

_'Tidak akan tiba hari Kiamat hingga… zaman berdekatan.'"_ (HR: Bukhari, kitab al-Fitan (XIII/81-82, al-Fath).

Mengingat bahwa waktu yang terasa semakin singkat ini merupakan salah satu tanda akhir zaman, dan tentu merupakan bentuk konsekuensi yang harus diperhatikan atas kesibukkan kita selama di dunia yang mungkin kerap kali melupakan dan melalaikan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Tidaklah Allah bersumpah dalam al-Quran dengan meggunakan kata waktu, *wal-'ashri, wad-dhuha, wal-laili, bis-syafaqi, wal-fajri*, dan sebagainya, kecuali semuanya mengisyaratkan tentang betapa pentingnya waktu. 

_"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, nikmat sehat dan waktu luang."_ (HR. Bukhori no.6412, At-Tirmidzi no.2304).

Apa yang telah kita lakukan di waktu-waktu sehat dan luang kita? Apakah digunakan untuk ibadah, atau hanya terbuang secara percuma?

Menahan Air

_Tidak boleh kelebihan air ditahan untuk menahan tumbuhnya rerumputan._ [HR. Bukhari No.6447].

_"Dari Jabir bin Abdillah, beliau bercerita bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang jual beli air yang bersisa."_ (HR. Muslim, no. 4087)

Ibnul Qayyim mengatakan, "Orang yang *memasukkan air ke dalam wadah air miliknya itu tidak termasuk larangan (air dalam kemasan)* yang ada dalam hadits di atas. Air yang sudah kita masukkan ke dalam wadah milik kita itu semisal dengan barang-barang yang aslinya adalah milik umum namun sudah kita miliki semisal kayu bakar yang diambil dari hutan kemudian menjualnya. (Zadul Ma'ad, juz 5, hlm. 708).... Sepeti pemisalan pada hadits ini..

_"Sungguh, jika kalian mengambil seutas tali, lalu dia pulang ke rumah dengan membawa seikat kayu bakar di punggungnya kemudian dia menjualnya, sehingga Allah selamatkan wajahnya dari kehinaan mengemis, itu jauh lebih baik daripada dia meminta-minta, yang boleh jadi diberi, boleh jadi tidak diberi."_ (HR. Bukhari, no. 1471)

Pesimis

_Tiada satu pun bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu *jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu bergembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu*. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri._ [al Hadid : 22-23].

_"Jadikanlah *sabar dan shalat* sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'"._ [al Baqarah : 45].

_Tidak ada penyakit yang menular sendiri, dan tidak ada kesialan. Optimisme (yaitu) kata-kata yang baik membuatku kagum._ [HR Bukhari (10/181) dan Muslim (2224) - dari Anas Radhiyallahu 'anhu].

_"Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."_ (QS. Al Baqarah: 250).

Merasa Aman

"Seorang mukmin beramal taat dan ia dalam keadaan takut (akan siksa Allah). Sedangkan ahli maksiat melakukan maksiat dan selalu merasa aman (dari murka Allah)."  (Ibnu Katsir pada tafsir surat Al A'raf ayat 99).

_"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."_ (QS At-Taghabun: 11).

_Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun. Akan tetapi, manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri."_ (Qs. Yunus: 44)

_"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu." (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)_, Aamiin.