Rabu, 24 Juli 2013
Jumat, 19 Juli 2013
JALAN MENUJU SURGA BAGI SUAMI ISTRI
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir (atas nikmat-nikmat Allah) siksa yang menghinakan." (Qur'an surah An Nisa' ayat 36-37).
Untuk memulai tulisan ini, selain mengacu pada ayat di atas, mari kita liat dulu hadist Rasulullah SAW, Dari Aisyah radhiyallahu 'anha berkata dia, "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Rasulallah, siapakah orang yang paling besar haknya atas seorang wanita? Beliau menjawab: "Suami wanita itu." Aku bertanya lagi: "Siapakah yang paling besar haknya atas seorang laki-laki?". Rasulullah menjawab: "Ibu laki-laki itu." (Hadis Riwayat Imam Hakim, dalam kitab Al Mustadrak jilid 4 halaman 150).
1. Bilamana seorang suami bisa menjadi jalan ke surga bagi istrinya...Menurut hadist di atas, bahwa bagi seorang perempuan yang harus dia taati setelah Allah SWT adalah suaminya (bila ia sudah bersuami) tentu saja selama si suami tidak menyuruhnya untuk bermaksiat kepada Allah. dan bagi laki-laki ridho Allah ada pada ridho orang tua maka bagi seorang wanita yang sudah bersuami ridho Allah ada pada ridho suami.Pada hadist lain dijelaskan bahwa seorang istri yang meninggal dunia tidak akan bisa masuk surga kecuali suaminya meridhoinya. Hal tersebut sesuai dengan hadist Rasulullah SAW, "Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhai oleh suaminya, maka ia masuk surga." (HR At-Tirmidzi)
Dari sini kita bisa tahu bahwa seorang suami bisa menjadi jalan ke surga untuk istrinya bila ia bisa membimbing istrinya untuk bersama-sama berusaha menggapai keridhoan Allah dan kemudian dia ridho terhadap istrinya baik ketika masih hidup terlebih ketika sudah meninggal.
Tapi ingat, tentu saja seorang istri yang diridhoi oleh suaminya yang bisa masuk surga adalah yang memenuhi syarat seperti yang dijelaskan Rasulullah dalam hadist,
"Apabila wanita telah melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, niscaya dikatakan untuknya, masuklah surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR Ahmad & Thabrani).
2. Bilamana seorang istri bisa menjadi jalan ke surga untuk suaminya.Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang ditulis di atas, bahwa bagi seorang laki-laki, orang tuanya adalah lebih utama. Termasuk dibandingkan dengan istri dan anak-anaknya. Hal inipun bisa kita lihat dari kisah tiga orang yang terperangkap di dalam gua. Di sini aku hanya akan sedikit "mengutip" cerita tentang orang pertama yang ada hubunganna dg hadist tersebut.Suatu hari, ada tiga orang yang sedang dalam perjalanan, karena kemalaman merekapun memutuskan untuk berlindung di dalam gua. Setelah mereka ada di dalam gua, kemudian pintu gua tertutup oleh sebuah batu besar dan mereka walaupun dengan sekuat tenaga, tak bisa memindahkannya.Kemudian salah seorang dari mereka berkata ""Sungguh, tiada satupun yang dapat menyelamatkan kita dari bahaya ini. Kecuali jika kita berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal sholih yang pernah kita lakukan." Kemudian orang pertama berdoa,"Ya Allah, sesuangguhnya aku tidak pernah memberi minum susu siapapun termasuk anakku yang balita sebelum aku memberi minum susu orang tuaku. Suatu hari ketika aku pulang ke rumah, aku mau memberikan susu untuk orang tuaku, tetapi ternyata mereka sudah tidur dan aku tidak mau membangunkan mereka."Ya Allah, Sungguh, aku menunggu mereka bangun sampai terbit fajar sambil membawa susu walaupun anakku menangis merengek-rengek minta susu di bawah kakiku. Sungguh jika aku melakukan ini karena mengharap ridhomu, maka bukakanlah pintu gua tersebut." Kemudian pintu gua tersebut terbuka sepertiganya.
Dari kisah ini kita belajar, Bahwa mendahulukan segala urusan orang tua bagi seorang laki-laki adalah yang utama. Karena ridho Allah bagi seorang laki-laki ada pada ridho orang tuanya. Maka bila seorang laki-laki mempunyai istri yang senantiasa mendorong dan memotivasi suaminya untuk selalu berbuat baik pada orang tuanya, lebih mendahulukan mereka dari pada dirinya dan anak-anaknya,
maka sungguh wanita seperti inilah yang bisa menjadi jalan bagi suaminya untuk masuk ke surga.
Dan sebaliknya, seorang istri yang senantiasa selalu berusaha memicu permusuhan antara suami dan orang tuanya, maka dialah seburuk-buruk istri.
Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah SWT...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE Muslim jika menurut sahabat note ini bermanfaat,
InshaAllah kebaikan akan terus tersampaikan...
Aamiin ya Rabbal'alamin.
Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....
Wassalamu 'Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
https://m.facebook.com/muslimlive/posts/651739398185210
-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT
Rabu, 17 Juli 2013
Memburu kesenangan atau Kebahagiaan
Salam dan selamat pagi Sahabat
Pernahkah terpikir suatu jawaban jika kita ditanya: "Apa yang membuat anda bahagia ?" Coba stop membaca, pejamkan mata & renungkan apa jawabannya.
Jika jawaban kita adalah "memiliki" berbagai hal yang ada di luar diri kita seperti : banyak harta, istri/suami yang baik & setia, anak yang sholeh, kesehatan yang prima, dll. Maka sebetulnya yang kita cari dalam hidup ini adalah kesenangan, bukan kebahagiaan. Kenapa ?
Karena, berbeda dengan kesenangan yang bahan bakarnya adalah "faktor eksternal" yang tidak bisa dikontrol oleh kita, kebahagiaan bahan bakarnya justru "faktor internal" yakni kondisi hati yang sepenuhnya dalam kontrol kita, terlepas kondisi eksternal yang terjadi
Pemburu kesenangan akan sering terampas kesenangannya ketika mendapatkan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginannya : kekurangan harta, jatuh sakit, terkena musibah, dizalimi orang, dll
Pemburu kebahagiaan akan melihat setiap kejadian dari "kacamata spiritual", semua yang terjadi adalah hal yang wajar atau menguntungkan dirinya karena semua dalam pengaturan Allah : ditinggal mati orang yang dikasihi dianggap wajar, karena meyakini semua orang pasti mati jika tiba waktunya; diuji sakit/musibah diyakini sebagai penggugur dosa atau peringatan untuk lebih taat kepada Allah; dizalimi orang tetap tenang, tidak terprovokasi, karena meyakini dia sedang "menitipkan pahala" untuk ditransfer di akhirat kelak dari orang yang menzalimi dirinya.
Bagi pemburu kebahagiaan, apapun yang diberikan Allah, jika tidak disukainya ia bersabar dan jika disukainya ia bersyukur. Ia selalu beruntung, beroleh pahala dari sabar dan syukurnya & kebahagiaannya tidak terusik, apapun kondisi eksternal yang dihadapinya. Ia adalah orang yang kaya hati, mampu mengontrol hatinya karena hatinya dipenuhi oleh keyakinan illahiyah.
Have a blessed Ramadhan.
Salam (epp)
-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT
Minggu, 14 Juli 2013
Bidadari Syurga

Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang bidadari- bidadari surga. Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya. Siapakah yang orang yang beruntung mendapatkannya? Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena berjihad di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas membela agama Allah.
Sebagian kita mungkin berfikir, kapan kita berjumpa dengan bidadari-bidadari itu, apakah ia akan kita miliki, adakah ia sedikit diantara mereka mendiami bumi sekarang ini?
Bidadari-bidadari itu telah turun ke bumi. Semenjak Islam mulai bangkit lagi di bumi ini. Bidadari-bidadari itu menghias diri setiap hari. Dia berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Seperti apakah bidadari bumi itu? Bisakah kita mengikuti langkahnya, apakah dia anak, adik, keponakan perempuan atau apakah ia isteri dan ibu kita, atau ia hanya berupa angan yang sebenarnya bisa kita realisasikan, tapi syaitan kuat menahan?
Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya. Setiap perempuan bisa menjadi bidadari bumi, seperti apakah ciri-cirinya?
1. Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah.
2. Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya.
3. Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi perketi yang mulia. Tidak hobi berdusta, bergunjing dan ria.
4. Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi keduanya.
5. Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangakan, bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya. Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi suaminya untuk berjuang membela agama Allah.
6. Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu, bersikap sederhana. Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.
7. Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan dengan hartanya. "Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah". (HR Muslim)
Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholehah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini. Ya Allah jadikanlah aku, ibuku, kakak dan adiku serta perempuan-perempuan di sekelilingku menjadi bidadari bumi. Agar kelak di syurga kami tidak canggung lagi.
"Subhanallah, indahnya! saya pun nak jadi bidadari bumi juga...dan di syurga nnti..amiin!"
Cari sorang?
Rabu, 10 Juli 2013
PINTU-PINTU MASUKNYA SETAN KEMANUSIA.
2. Al ghadhab (marah)
3. Hubbud dunya (gila dunia)
4. Thulul amal (panjang angan-angan)
5. Al hirshu (tamak)
6. Al bukhlu (pelit)
7. Al kibru (sombong)
8. Hubbul madhu (gila pujian)
9. Ar riyaau (pamer)
10. Al 'ujubu (bangga diri)
11. Al jaza'u wal hala'u (panik dan galau)
12. Ittiba'ul hawa (menuruti nafsu)
13. Su udz dzon (prasangka buruk)
14. Ihtiqorul muslim (merendahkan orang islam)
15. Ihtiqorudz dzunub (meremehkan dosa)
16. Al amnu min makrillah (merasa aman dari ancaman Allah)
17. Al qunuth min rahmatillah (pesimis dari rahmat Allah)
-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT
IMSAK BUKAN AJARAN NABI MUHAMMAD
Dalil:
"Jika salah seorang dari kamu mendengar adzan sedangkan ia masih memegang piring (makanan), maka janganlah ia meletakkannya hingga ia menyelesaikan hajatnya (makannya)
[HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Hakim, dishahihkan oleh Adz Zahabi]
Ibnu Umar berkata, "Alqamah bin Alatsah pernah bersama Nabi صلى الله عليه وسلم, kemudian datang Bilal akan mengumandangkan adzan, kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Tunggu sebentar wahai bilal..!, Alqamah sedang makan sahur"
[Hadist ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani]
"Dan makan dan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam yaitu fajar"
(Al Baqarah : 187)
Jadi sahabatku, batas santap sahur adalah adzan shubuh, bukan IMSAK.
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah"
(Al Hasyr : 7)
Mohon sebarkan pesan ini, agar tidak makin tersebar kesalahan dan kekeliruan di masyarakat. Terutama di keluarga kita
Barakallahu fiikum
-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT
SHAUM (Ramadhan): TAKHALLI, TAHALLI dan TAJALLI
Dengan Takhalli, Tahalli dan Tajalli tsb, maka Insya Allah, terpenuhilah manusia menjadi KHALIFAH di muka bumi (lihat QS 2:30), yang mengalirkan KEBAIKAN bagi seluruh alam, sebagaimana pesan junjungan kita, Rasulullah saw,
"Sebaik-baiknya manusia adalah yg berguna bagi sesama makhluk."
-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT