Rabu, 16 April 2014

Say YES to GAMBARU!

Say YES to GAMBARU!

by Rouli Esther Pasaribu on Monday, March 14, 2011 at 12:02pm
 
Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan. Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih  dan lebih lagi). Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

Gam baru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya...berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya :

"doko made mo nintai shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan)

Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan "mengencangkan". Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah "mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu" (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).

Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya. Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri. Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!). Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it's a must!

Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi....juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.

Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain. Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan. Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan.

Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini? Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga disiarkan di TV. Jadi yang ada apaan dong?

Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :

1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada
2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)
3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana
4. Tips-tips menghadapi bencana alam
5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam
6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana
7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya)
8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati
9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
*ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)
*Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini; Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.

Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang. Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu. Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.

Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang.....I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju. kalau ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup. Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya  : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.

Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atau  amerika sekalian, kalo di Jepang mah nanggung. Begitulah kata beliau. Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga akan bisa survive di sini. Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.

Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin  sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang. Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya. Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu. Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami semua itu adalah di jepang. Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini.

Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan lagi merasa muak jiwa raga. Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati : Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu. (Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian semuanya, orang-orang Jepang).

Say YES to GAMBARU!

Kamis, 20 Maret 2014

Tua

1. Sisα hίdυρ semakin pendek,
» Yg bisa kita makan, makanlah.
» Yg bisa kita pakai, pakailah.
» Yg Ingin kita beli, belilah.
» Kalau masih bisa memberi, berilah.
» Masih bisa berbagi, berbagilah.
(Tentu semua yg tsb diatas itu sepanjang tdk melanggar aturan Agama)

Krn semua yg ada tidak bisa kita bawa ke kubur. Jangan khawatir dg ahli waris, Tuhan yg akan mengatur rezeki selagi mrk berusaha. Nikmatilah hίdυρ ini dg pasangan kita slagi msh ada.

2. Sehari berlalu, umurpun berkurang sehari. Bila kita lewati hari ini dg berbahagia kita sangat beruntung, berbuat baiklah & selalu mengucap Syukur, krn kita tdk tahu kapan kita akan dipanggil.

3. Waktu cepat berlalu, hidup itu sangat singkat dan susah. Dlm sekejap kita memasuki masa tua, itu PASTI !

4. Bila membandingkan ke atas kita akan slalu merasa kurang, membandingkan ke bawah kita merasa lebih, bila kita bisa merasa cukup dan mensyukuri apa yg kita punya, kita pasti bahagia. Bersyukurlah dgn apa yg kita punya.

5. Harta, kekayaan, kedudukan, jabatan, kehormatan --- semua itu hanyalah sementara, hanya titipan. Yg terbaik dan terpenting adalah Perilaku yg Baik, bisa membantu orang, tdk berbuat hal2 tercela, kontrol diri. Jangan MENYAKITI hati orang lain krn karma itu ada dan yg terpenting melatih diri agar selalu sehat lahir dan bathin. Krn KESEHATAN adalah KEKAYAAN kita dan modal utama menikmati kebahagiaan hίdυρ ini.

6. Kasih orang tua kpd anak tdk ada batasnya ! Kasih anak thdp orang tua ada batasnya. Sadarlah ! Anak sakit, hati orang tua teriris; orang tua sakit anak cuma nengok dan ber tanya2. Anak2 memakai uang orang tua sdh seperti keharusan, ttp orang tua memakai uang anak pasti tdk bisa leluasa ! Oleh krn itu CUKUPILAH diri sendiri dan berikanlah pd anak seBIJAKSANA mungkin.

7. Rumah orang tua adalah rumah anak, ttp rumah anak bukanlah rumah orang tua. Orang tua selalu memberi tanpa pamrih. Ttp tdk semua anak akan berbakti kpd orang tua.
"SELAMAT BERBAHAGIA DIHARI TUA".

--------------------
Sent from my Roodzßerry®
powered by regular battery

Selasa, 18 Februari 2014

PENGARUH TABIAT ISTRI TERHADAP CARA SUAMI MENCARI NAFKAH

Abu Bakr Ahmad bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri menyebutkan dalam kitabnya al-Mujaalasah waJawaahirul 'Ilm: Dari Khalid bin Yazid, ia berkata, Hasanal-Bashri berkata:
"Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu aku pun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu aku pun beli dari pedagang lain.
"Dua tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya: "Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu? "Ia menjawab : "Iya benar"Aku bertanya lagi: "Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang ? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah! "Ia pun bercerita:"Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang kepadanya dengan rezeki yang banyak ia menganggapnya sedikit. Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:
'Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib(halal). Jika engkau datang dengan sedikit rejeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika engkau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)'. "Masya Allah..Milikilah sifat Qana'ah -suka menerima-/ jiwa selalu merasa cukup. Janganlah menjadi jurang dosa bagi Suamimu.
Wanita shalihah akan mendorong Suaminya kepada kebaikan, sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa
CUKUPKAN DIRI DENGAN YANG HALAL, Ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya. -------------
[Kitab al-Mujaalasah wa Jawaahirul 'Ilm (5/252) karyaAbu Bakr Ahmad Bin Marwan bin Muhammad ad-Dainurial-Qodhi al-Maliki.

--------------------
Sent from my Roodzßerry®
powered by mybattery....

Ayah Sukses atau Ayah Gagal

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Asep Sapa'at

(Praktisi Pendidikan, Direktur Sekolah Guru Indonesia)

 

Saya sangat suka membaca buku. Saat-saat paling mengasyikkan, hidup saya jadi tertata lebih baik karena mempraktikkan inspirasi kebaikan dari buku dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu buku yang memperbaiki cara berpikir saya, salah satunya, buku Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga karya Ayah Edy (Penggagas Gerakan Indonesian Strong from Home).

Ada sesuatu yang kuat yang mampu menahan saya untuk tak membuka halaman berikutnya. Saya dipaksa untuk lebih lama berpikir dan merenung, menyibak makna isi  buku di halaman 90, renungan 32, ‘Ayah Sukses, Ayah Gagal’.

Perhatikan perbedaan nasihat ayah sukses dan ayah gagal berikut. “Nak, sekolah yang pintar, ya. Supaya nanti kamu dapat sekolah unggulan, lalu nanti kamu pintar cari uang, dapat gaji besar dan hidupmu kelak akan bahagia”. Ayo tebak, itu nasihat ayah sukses atau ayah gagal? Coba bandingkan dengan nasihat ayah yang satu ini, “Nak, jika ingin bersekolah, pilihlah sekolah yang membuat hatimu bahagia, yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang kamu butuhkan untuk menjadi yang terbaik dalam profesi impianmu.

Sekolah yang membuatmu menjadi seorang bintang dunia. Dan bukan sekolah yang memaksamu menghapalkan informasi yang tidak kamu butuhkan, juga mengerjakan tugas-tugas dan PR yang jelas-jelas tak berhubungan dengan profesi impianmu kelak”. Nasihat ayah sukses atau gagal?

Ayah, sukses atau gagal dalam mengarungi perjalanan hidup, kisahnya bisa jadi pelajaranberharga buat anak. Kisah sukses ayah, tak membuat anak jadi jumawa. Anak tumbuh rasa percaya diri dan punya kemauan kuat untuk melebihi sang ayah. Kisah gagal ayah, anak diajakbersikap arif menerima kegagalan. Ayah gagal, hidupnya penuh obsesi. Celakanya, obsesi masa lalu yang tak tercapai ditimpakan pada sang anak.

Seolah-olah, anak kita jadi tempat untuk menumpahkan segala obsesi. Ayah gagal tak mampu kelola nafsu diri, akhirnya anak jadi korban. Cermati apa yang sering dikatakan ayah gagal pada anak-anaknya, “Kamu harusbersekolah di sekolah X biar kamu jadi X, punya jabatan Y, punya uang sebanyak Z”. Tak ada ruang diskusi dengan sang anak. Kalau sudah keluar kata-kata ‘pokoknya’, cerita sudah berakhir. Anak tak kuasa menolak. Kebijakan bersifat top-down, anak tak bisa sumbang saran dan harapan pada sang ayah.

Ayah gagal tak paham bahwa anaknya bukanlah dirinya. Anak kita punya potensi unik. Ayahnya suka pelajaran eksak, tak usah kaget kalau anaknya tak demikian. BIsa jadi malah dia menggemari pelajaran sosial. Tak usah heran pula jika ayahnya seorang pengusaha sukses tapi anaknya bangkrut total dalam berbisnis. Kita tak sedang bicara soal bakat turunan. Ini bicara soal komitmen sang ayah untuk memberi jalan kebaikan untuk masa depan sang anak.

Ayah sukses tahu cara menyayangi sang anak. Dia tak akan paksakan kehendak diri sendiri. Anak diberi ruang diskusi untuk menentukan yang terbaik untuk kehidupan dirinya di masa depan. Ayah sukses lebih tahu diri daripada ayah gagal. Ketika anak mesti bersekolah di sekolah X, ayah gagal pasti menggunakan pertimbangan eksternal terkait status sekolah yang digembar-gemborkan banyak orang.

Pilih sekolah unggulan, sekolah favorit, sekolah juara, apapun nama sekolah itu, jika anak tak kerasan dan tak sepenuh hati untuk menjadi bagian dari sekolah pilihan sang ayah, untuk apa? Siapa sebenarnya yang hendak bersekolah, ayah atau anak? Bagi ayah gagal, kata orang lain jauh lebih dipercaya ketimbang kata hati anaknya.

Ayah sukses, mengajak anak berdiskusi agar pilihan sang anak bisa disadari segala konsekuensinya. Kelak, sang anak tak akan salahkan ayah dan bahagia menjalani lika-liku hidup di sekolahnya. Ini baru bicara soal memilih sekolah, belum bicara hal besar lainnya dalam hidup sang anak, seperti apa profesi pilihan mereka di masa depan, kriteria calon pendamping hidup yang ideal bagi mereka, wualah pokoknya masih banyak deh. Ayah sukses siap menemani dan membimbing proses pengambilan keputusan dengan sang anak. Perilaku ayah gagal, intervensi cita-cita sang anak, ambil kebijakan sepihak, lalu tak mampu perankan diri sebagai teladan.

Ayah sukses tak pernah merasa dirinya sukses. Sesungguhnya, ayah sukses paham dirinya harus serius mendidik diri sendiri agar bisa jadi teladan. Kerja tak dibumbui praktik korupsi, kerja mencari nafkah dilakoni penuh tanggung jawab, anak istri tak dinafkahi dari proyek yang tak jelas halal haramnya, itulah keseharian ayah sukses.

Sesibuk apapun pekerjaan mendera, ayah sukses paham bahwa bekerja itu bisa dilakukan seumur hidup, tapi menemani anak di masa-masa kecil hanya sekali seumur hidup. Waktu tak bisa diputar ulang. Kalau pun terjadi, itu hanya ada di slogan ‘seandainya waktu bisa kembali’. Mustahil.

Sukses atau gagal, itulah bagian penting dalam drama kehidupan. Bagi ayah, sukses atau gagal harus dimaknai secara mendalam. Sukses ayah tercermin dari akhlak anaknya. Jika rusak akhlaknya, maka fitnah bagi sang ayah. Jika mulia akhlaknya, bersyukurlah. 

Ayah yang merasa dirinya gagal dan terus berbenah diri, mendidik diri agar bisa berperilaku baik, itulah ayah sukses. Jangan sebaliknya, ayah yang merasa sukses abai mengintrospeksi diri, merasa paling benar di hadapan anak, itulah ayah gagal. Merasa pandai dan pandai merasakan, dua hal berbeda. Kata ‘merasa’ pula yang bisa menjadi pembeda antara ayah gagal atau ayah sukses. Apakah Anda masuk kategori ayah sukses atau ayah gagal? Mari pandai-pandailah merasakan.

Minggu, 09 Februari 2014

Negeri 1001 Pemimpin

BUKAN SIAPA SAYA, ATAU SIAPA DIA, TAPI APA YANG TELAH IA PERBUAT UNTUK NEGARA DAN BANGSANYA
di share kembali untuk menjadi alarm pengingat di otak kita dalam rangka menuju pemilu 2014.
BEKAL KITA UNTUK MEMILIH CALON PEMIMPIN DI 2014 MENDATANG.
SEBUAH KISAH NYATA DI NEGERI 1001 PEMIMPIN

Suatu hari sy melihat di NATIONAL GEOGRAPHIC CHANNEL yang menayangkan kisah 1 tahun TRAGEDI FUKUSHIMA.
Fukushima adalah Reaktor Nuklir yg dibangun pada tahun 1960 oleh pemerintah Jepang, dan di gunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Ada lima reaktor yg dimiliki Fukushima, selama ini reaktor tersebut berjalan baik2 saja dan menjadi Penopang Utama kebutuhan listrik untuk kota Tokyo.
Malang tak dapat di tolak, ternyata Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami dahsyat yg terjadi 1 tahun yg lalu telah memporak-porandakan reaktor nuklir yang ada di Fukushima tersebut.
Sejak saat itu Jepang mengalami krisis bencana NUKLIR NASIONAL yg tak kalah hebat dengan peristiwa Chernobyl di Rusia.
Dari ke 5 reaktor yg ada, satu persatu Reaktor Nuklir itu mulai mengalami kebocoran dan mengeluarkan Radiasi menyebar dari reaktor ke wilayah yg ada di Fukushima.
Berbondong2 penduduk Fukushima mengungsi ketempat sejauh-jauhnya dari kota Fuksuhsima agar tidak terkena Radiasi Nuklir yang sangat mematikan itu.
Saking hebatnya kerja aparat pemerintah Jepang, konon katanya hampir tidak ada satupun penduduk yg di kabarkan sempat terkena radiasi.
Tapi apa yang di lakukan oleh Perdana Menteri Jepang Naoto Kan, Sebagai seorang pemimpin sejati ia malah meminta pada aparatnya untuk mengantarnya dengan helikopter langsung menuju lokasi bocornya reaktor Fukhusima, ia TIDAK PUAS hanya mendengar laporan dari bawahannya bahkan ia tidak puas hanya melihat melalui camera video yg di pasang pada ROBOT bergerak yg di operasikan untuk memantau reaktor yg ada di Fukushima dari lokasi yang aman. Ia memutuskan untuk datang sendiri, menyaksikan sendiri, terjun langsung ke lokasi tempat reaktor tsb mengalami kebocoran dan berani mati untuk mendekati Reaktor yg sedang mengalami kebocoran hebat. yg setiap saat bisa saja meledak dan membunuh jiwanya.
OMG...!!! Sungguh Manakjubkan !!!!
Digambarkan di sana melalui televisi bagaimana sang PM masuk dan melihat langsung di dampingi oleh para ahli yg sudah berhari2 berada disana memantau keadaan.
Peristiwa ini sungguh mengundang decak kagum dari seluruh dunia, sampai2 banyak reporter asing yg geleng2 kepala tak habis pikir dengan apa yg dilakukan oleh sang perdana menteri, karena menurut mereka biasanya di salah satu negara semisal Amerika saja, jika ada kejadian seperti ini pasti presidennya akan segera di selamatkan terlebih dahulu ke tempat yg paling aman.
Kantor berita CNN juga melansir berita bahwa sang perdana menteri merasa bersalah dan meminta maaf pada penduduk Fukushima atas terjadinya tragedi ini, dan ia mengatakan bahwa mulai bulan ini ia tidak mau menerima lagi gaji bulanannya ( US $ 20 ribu = Rp 200 juta) sampai krisis ini berhasil di tuntaskannya.
Padahal mungkin pemimpin negara lain bisa saja berkelit bahwa tragedi ini bukanlah KESALAHANNYA juga PEMERINTAHANNYA melainkan PERISTIWA ALAM yg tak bisa di kendalikan, terlebih lagi Reaktor itu dibangun tahun 1960 oleh Perdana Menteri yg memerintah pada periode itu dan bukan dirinya dan pemerintahannya.
Tapi Naoto kan san, selaku perdana menteri saat itu tidak melakukannya. Ia bukanlah tipe pemimpin yg seperti itu, Ia sama sekali tidak mau menggunakan "ILMU BERKELIT" UNTUK MEMPERTAHANKAN JABATAN yg biasa digunakan para memimpin negara lain.
Wow !! kembali hal ini membuat reporter CNN dan masyarakat dunia berdecak kagum.
Sampailah 1 tahun masa penanganan Krisis Nuklir Fukushima.....
Berkat hasil kerja keras Sang Perdana Mentri Jepang Naoto Kan dan jajaran tim nya, akhirnya Fukushima dapat di jinakkan dan hampir semua penduduk Fukushima selamat dari bencana Radiasi Nuklir yg mematikan.
Dan coba tebak apa yg terjadi dan apa yg dilakukan oleh sang Perdana Menteri setelahnya.....?
Apakah Naoto Kan , segera menceritakan betapa hebat dirinya dalam menangani masalah BENCANA NUKLIR DI FUKUSHIMA INI PADA MASYARAKAT JEPANG...? atau Betapa Berjasa dirinya bagi negara dan bangsanya agar ia di elu-elukan oleh masyarakat atau agar citranya melambung dan di anggap sebagai pahlawan...?
Sama sekali tidak !!!!
Setelah perjuangannya yang mempertaruhkan nyawa tersebut,
Perdana Mentri Nouto kan ternyata hanya mengumumkan laporan status terakhir dari Fukushima, dan setelah itu dia mengumumkan PENGUNDURAN DIRINYA SEBAGAI PERDANA MENTERI karena Fukushima telah selesai dia atasi. Dan berangsur2 mulai dinyatakan aman.
Keluarga Indonesia..
Sungguh... sebagai orang Indonesia sy benar-bernar terharu dan tercenung di depan TV menyaksikan tayangan yg di sajikan oleh National Geographic Channel ini..
Speechless...
Tak sadar seluruh tubuh saya merinding menyaksikan tayangan tersebut, tanpa terasa air mata pun meleleh di pipi saya menyaksikan mundurnya Sang Pemimpin Sejati....di negeri 1001 pemimpin !!!
Negeri yg para pemimpinya siap untuk MUNDUR kapan saja jika merasa dirinya bersalah pada rakyat dan negerinya.... tanpa perlu diminta atau bahkan di demo.
Negeri yg para pemimpinnya benar2 berjuang untuk bangsa dan negaranya diatas kepentingan pribadi, golongan atau partainya.
Mari kita pilih pemimpin sejati untuk Indonesia yg lebih baik !!!!
Pilihan kita menentukan Masa Depan Bangsa !!!
source :  www.ayahkita.blogspot.com


Selasa, 12 November 2013

Untuk para suami

Saudaraku para suami...!!

Kalian boleh lebih berilmu dari para istri-istri kalian..
Kalian boleh lebih berakhlak dari para istri-istri kalian..
Kalian juga boleh lebih beragama dari para istri-istri kalian...

Namun, bukankah para akhwat (istri) ketika telah dinikahi menjadi tanggungjawab kalian...pendidikan akhlak dan agamnya..? Yg nanti pada hari Kiamat akan diminta pertanggungjawabannya..??

Setelah kalian ceraikan, apa yg akan terjadi pada mereka...?

Bukankah itu yg harus menjadi bahan pertimbangan&perhatian kalian..sblum sgalanya terjadi..??
Dimanakah tanggungjawab kalian..??

Kalian boleh punya banyak kelebihan di atas istri-istri kalian
Tapi istri-istri kalian...
Berhak mendapatkan pendidikan agama yang baik agar mereka bisa berbakti kpd kalian sesuai dengan harapan kalian..
Tapi istri-istri kalian..
Berhak mendapatkan perlakuan dan penghormatan yang layak..sebanding dengan jerih payahnya kepada kalian..

Dimanakah hadits yang telah kalian hafal, "Sebaik-sbaik kalian, adalah org yg paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah sebaik-baik kalian terhadap keluargaku.." (HR. Ibnu Majah)

Dimanakan hadits yang telah kalian hafal, "Perlakunkanlah wanita2 itu dg baik." (Muttafaq 'alaihi)

Dimanakah hadits yg telah kalian hafal, "janganlah seorg mukmin (suami) menbenci seorg mukminah (istri), jk ia tdk menyukai satu perangainya, mk ia akan menyukai perangai yg lain dr dirinya." (HR. Muslim)

Ya Rabb..
Berilah kami ilmu yang bermanfaat.amalan yg terkabulkan...Aamiin.

Demikian, smg stiap kita dapat menilai sgala sesuatu dg arif dan bijaksana.

Wallaahu a'lam. Smg bermanfaat.

 Sumber: BB Abu Farwa al-Hakim. Terinspirasi dari tulisan Ust. Badrus Salam, Lc Ustadz Badrusalam, Lc


-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT

Kamis, 24 Oktober 2013

7 Kesalahan Istri

1. MENUNTUT KELUARGA YG IDEAL & SEMPURNA.
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernicious yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.
Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.
Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.
Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.
Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. NUSYUS (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala telah tetapkan untuknya.
Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
1. Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
2. Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
3. Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
4. Lalai dalam melayani suami
5. Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
6. Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
7. Keluar rumah tanpa izin suami
8. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami. 

3. TIDAK MENJAGA PENAMPILAN.
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.
Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

4. KURANG BERSYUKUR/BERTERIMA KASIH
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona'ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih."

5. MENGINGKARI KEBAIKAN SUAMI
"Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka."
Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?
"Karena kekufuran mereka," jawab Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami kita?
Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.
Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?
Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?
"Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): "Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami bagimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami." (HR. At Tirmidzi, hasan)
Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.
Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.
"Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu." (HR.Ahmad)

6. MENGUNGKIT-UNGKIT KEBAIKAN.
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)." [Al Baqarah: 264]
Abu Dzar radhiyallahu 'Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih."
Abu Dzar radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali." Lalu Abu Dzar bertanya, "Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. " [HR. Muslim]

7. TIDAK MENJAGA PERASAAN SUAMI.
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.

Demikian beberapa kesalahan-kesalahan istri yang terkadang dilakukan kepada suami yang seyogyanya kita hindari agar suami semakin sayang pada setiap istri.
Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.

.... Aamiin YRA ....

-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT