Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Finansial pernikahan

wolipop.com - Jakarta,
Banyak penelitian yang mengatakan bahwa masalah finansial dapat membuat pernikahan berada di ujung tanduk. Menurut para ahli, isu mengenai uang ini sudah ada sejak dulu. Terlepas dari kondisi pasar, uang selalu menjadi topi yang paling sering diperdebatkan oleh pasangan menikah.?

Tentunya Anda tak ingin kehidupan pernikahan yang dijalin, hancur berantakan hanya karena masalah finansial, bukan? Untuk mengatasinya, ada baiknya jika Anda menghindari empat kesalahan finansial ini, seperti yang dikutip dari ezinearticle.

1. Menjadi Materialistis
Penelitian telah menunjukkan bahwa pasangan menikah yang memiliki sifat matrealis adalah pasangan yang tidak bahagia. Penelitian yang dilakukan oleh BYU dan William Jefferson University mengemukakan, mereka yang memiliki pengalaman bermasalah dengan keuangan justru memiliki banyak uang.

Terkadang, orang-orang seperti itu memiliki mimpi yang besar walaupun mereka tahu bahwa finansialnya tak mampu. Mereka bahkan bisa bersikap keras pada pasangan mereka demi membeli barang mewah yang memuaskan dirinya. Jika pasangannya mudah menyerah, maka mereka akan mengalami masalah finansial di kemudian hari.

2. Tidak Memiliki Akun Bersama
Menurut perencana keuangan dari Veritana Financial Planning, Inc, di California, Susan E. Honig memiliki akun bank terpisah, bisa membuat pasangan saling curiga dan cenderung menyembunyikan sesuatu dari pasangannya. Pernikahan pun bisa bermasalah kalau hal itu dilakukan.

Oleh karena itu Honig menyarankan buatlah akun bersama. Sebelumnya putuskan dulu uang apa saja yang akan dimasukkan ke dalam akun tersebut. Sebaiknya buat dua akun, akun yang khusus untuk pengeluaran penting dan akun untuk bersenang-senang. Diskusikan juga berapa jumlah uang yang kedua belah pihak setuju untuk dimasukkan ke akun bersama itu. Dengan cara ini, pasangan bisa mengatur keuangan mereka dengan lebih sehat.

3. Berjudi
Walau merupakan hal yang dilarang, tak jarang beberapa orang masih melakukan kebiasaan berjudi. Menurut pakar pernikahan, kebiasaan buruk ini merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan perceraian karena masalah uang. Oleh karena itu, cara seseorang menjaga keuangan dari pasangannya yang bermasalah, adalah hal penting demi mendapatkan kehidupan pernikahan yang langgeng.

4. Tidak Tahu Cara Membelanjakan Uang
Anda dan pasangan harus duduk berdua dan mendiskusikan tentang bagaimana cara yang tepat untuk membelanjakan uang bersama. Hal ini sangat penting, terutama untuk pasangan yang memiliki paham berbeda mengenai uang, misalnya Anda adalah seorang yang hemat sedangkan pasangan merupakan orang yang senang belanja.

Tentukan batas pengeluaran, mulai dari berapa besar limit kartu kredit Anda hingga berapa banyak uang yang harus ditabungkan tiap bulannya. Setelah itu, Anda dan pasangan bisa menentukan siapa yang akan bertanggung jawab untuk membiayai keperluan sehari-hari atau berinvestasi

-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT

Jumat, 25 November 2011

Komitmen Pernikahan

Percakapan si A dan si B :
A : Aku tdk menyukai istriku lg !
B : Pulang dan cintailah dia
A : Anda tdk mengerti aku, aku sdh tdk punya perasaan itu lg.
B : Pulang dan cintailah dia
A : Tetapi scr emosi aku berarti tdk jujur kalau aku memperlakukan istriku spt itu, pdhl aku tdk merasakannya.
B : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?
A : Tentu saja (dg mantap)
B : Kira2 1 minggu stlh ibumu plg dr RS & membawamu plg, dan kamu menangis menjerit2 di tengah mlm krn popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yg dingin tanpa alas kaki utk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh2 menikmati itu semua?
A : Tidak (menunduk)
B : Kalau bgtu, Apakah Ibumu secara emosi jg tidak jujur?
Ukuran besarnya cinta bukan krn dia menikmati mengganti popok di tengah mlm, melainkan krn ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tdk begitu menyukainya.
Pernikahan tdk hanya didasari perasaan Cinta, lbh dari itu yaitu KOMITMEN.
Saat pertama seseorg menikahi istrinya pasti krn cinta, ttp cinta yg menggebu2 akan padam seiring dg berjalannya WAKTU
Hanya KOMITMEN yg membuat Cinta manggebu2 mjadi Cinta yg matang dan dewasa
Lalu.. apa yg disebut dg Cinta Sejati ?? Cinta sejati adalah cinta yg tdk memikirkan untung rugi, cinta yg rela berkorban demi seseorg yg dikasihinya. Inilah cinta yg hrs diusahakan dlm setiap Pernikahan.
Ada org berkata "aku cinta kamu".. berarti : "aku ingin memilikimu & biarlah km kumiliki" adlh cinta yg "egois" krn hnya bgantung pd perasaan seseorg. Sebab perasaan akan dimakan oleh wkt dan bisa saja perasaan ini muncul pd diri org lain.
Suasana hati mudah brubah, kondisi fisik smakin tua dan tdk menarik, KOMITMENlah yg menyelamatkan pernikahan.
Berani melakukan "tindakan" baik dlm keadaan suka maupun tdk utk mengasihi pasangan & mempertahankan Pernikahan yg telah Tuhan anugrahkan...:)

-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT