(untuk di-share kepada suami / istrinya )
dan para calon istri/suami.... semoga bermanfaat
Kiat-Kiat Memikat Hati Suami
Tgl. publikasi: 18/7/2001 16:39 WIB
eramuslim - Disayang suami? Siapa yang tidak mau.
Kasih dan sayang adalah wujud nyata cinta seorang
suami kepada istrinya. Dengan karunia kasih dan sayang
pula, rumah tangga bak surga yang senantiasa
menghadirkan kesejukan. Namun ternyata, tidak sedikit
istri-istri yang merasa kesulitan mendapatkan kasih
sayang suami itu. Atau setidaknya, mulai merasa 'ada
yang hilang' dari hati suami dibanding tahun-tahun
pertama mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh
keindahan.
Jika demikian, tentu Anda merasa bahwa suami sudah
tidak menyayangi Anda. Tidak! jangan melulu salahkan
suami atas perubahan sikap yang terjadi terhadap Anda.
Karena bisa jadi Andalah penyebab segala perubahan
sikap suami itu. Oleh karena itu, sekedar
mengingatkan, apa salahnya jika Anda kembali
memperhatikan hal-hal berikut yang barangkali sudah
terlupakan bahkan Anda tinggalkan.
Pertama, Laki-laki gemar diberi perhatian akan hal-hal
remeh yang berkaitan dengan dirinya. Dia akan senang
jika istrinya mengenakan kancing bajunya, mengelap
sepatunya, memotong kukunya, dan sebagainya.
Sabda Rasulullah SAW, "Ya Fatimah, barangsiapa wanita
meminyakkan rambut dan janggut suaminya serta memotong
kumisnya dan mengerat kukunya, Allah akan memberinya
minum air dari sungai-sungai di surga, diringankan
baginya sakaratul maut, akan didapatinya kuburnya
menjadi sebuah taman surga, Allah mencatatkan baginya
bebas dari api neraka, dan selamat dari titian
shirat,"
Kedua, Pernahkah anda dipanggil suami ketika sedang
memasak atau melakukan pekerjaan lain? Anda wajib
memenuhi panggilannya. Tinggalkan semua pekerjaan dan
tunaikan permintaannya.
Ketiga, Kebanyakan laki-laki cukup cerewet dengan
kebersihan. Mereka akan bosan apabila istri
menyambutnya dengan rupa yang semrawut dan kusut,
anak-anak yang lusuh dan kumuh dan rumah yang 'bak
kapal pecah'. Sesibuk apapun Anda, persiapkan diri
sebaik mungkin menyambut kepulangan suami dengan penuh
senyum keihklasan.
Keempat, Laki-laki suka dilayani seperti raja oleh
seorang istri yang memiliki sifat keibuan. Dia suka
jika istrinya membantu mengelap peluhnya, menyediakan
keperluan untuk mandi dan berdiri ketika ia hendak
pergi atau kembali. Ungkapan-ungkapan seperti, "Mas,
mau mandi dulu, makan dulu atau tidur dulu," tatkala
suami baru tiba, cukup untuk membuat senyum suami
mengembang dan mengurangi penat dan lelah yang
dirasanya.
Kelima, Laki-laki suka dipuji. Jangan lupa! Hargai
setiap barang pemberiannya meskipun tidak bagus atau
tidak seberapa nilainya. Sekedar ucapan 'terima kasih'
dari seorang istri ketika menerima pemberian, sangat
dalam maknanya dan membekas di hati suami.
Keenam, Laki-laki akan bosan jika istrinya 'cerewet'
dan selalu bertanya, hendak kemana, acara apa ... dan
sebagainya.
Ketujuh, Ada sebagian laki-laki mengatakan, istri yang
menghidangkan makanan tanpa menemaninya makan, sama
halnya seperti memberi makan kucing. Anda mesti
menemaninya meskipun sekedar satu suapan.
Thabit al-Bannani berkata, "Terdapat seorang wanita
dari Bani Israil yang buta sebelah matanya, yang
sangat baik pekertinya terhadap suaminya. Apabila dia
menghidangkan makanan di hadapan suaminya, dipegangnya
pelita sampai suaminya selesai makan. Pada suatu
malam, pelitanya kehabisan sumbu, lalu diambilnya
rambutnya untuk dijadikan sumbu. Esok harinya, matanya
yang buta kembali melihat. Allah memuliakannya karena
rasa hormatnya kepada suami."
Kedelapan, Laki-laki senang dengan kafasihan istrinya
dalam berkata-kata, bijak dalam bertindak dan menjadi
partner yang baik dalam berdiskusi. Tingkatkan
kualitas intelektual Anda dengan banyak membaca buku
dan gali berbagai informasi. Sebab, kebanyakan
laki-laki tidak suka dengan wanita yang banyak omong
tapi tak bermakna.
Kesembilan, Kebanyakan laki-laki beranggapan, 'Baiti
Jannatii ... Rumahku adalah surgaku dan penenang
pikiranku. Jadi sudah sewajarnya Anda senantiasa
memelihara suasana rumah dan berperan sebagai bidadari
di dalamnya.
Kesepuluh, Kalau Anda ingin suami berlama-lama di
rumah, jangan sambut kepulangannya dengan berbagai
masalah anak-anak dan urusan dapur. Mulailah
pembicaraan yang menyenangkan, karena suami butuh
penyegaran setelah seharian berkutat dengan masalah di
kantor.
Kesebelas, Tidak sedikit suami yang menyukai istri
yang kreatif dalam soal memasak dan menghias rumah
serta mengurus diri dalam melayani suami.
Keduabelas, Tempat tidur bukan sekedar rahasia
suami-istri. Melainkan juga tempat ternyaman bagi
suami-istri untuk saling berbagi dan mencurahkan
perasaan. Jadikan dia kamar yang eksklusif dan
pribadi. Suami tidak suka ruang tidurnya dimasuki
orang tanpa seizinnya.
Ketigabelas, Pantang bagi suami jika tidurnya
terganggu, karena hal itu hanya akan membuatnya marah.
Jauhkan anak-anak darinya ketika sedang tidur. Atau
berusaha meminimalisir kegaduhan yang timbul dari
aktifitas rumah atau dapur.
Keempatbelas, Pantang bagi suami jika istrinya menolak
keinginannya, kecuali jika istrinya sakit. "Apabila
suami memanggilnya ke tempat tidur tetapi ditolaknya
hingga suami marah, maka wanita itu tidur dalam laknat
malaikat hingga pagi hari," (Muttafaqqun Alaihi)
Kelimabelas, Hanya ketaqwaan Anda yang dapat menguasai
ego suami dan membantunya membentuk pribadi muslim
yang tangguh dan menjadi suami ideal.
Lelaki tidak mudah tertambat hatinya dengan ungkapan
"cinta". Tetapi cukup dengan keluhuran Anda dalam
berkorban untuk taat dan menyayangi dirinya. Karena
kaum laki-laki hanya keras pikirannya, tapi sensitif
perasaannya. (bay/berbagai sumber)
Kamis, 13 November 2008
Jumat, 08 Agustus 2008
Wasiat Nabi S.A.W
Dalam sebuah kesempatan sahabat Abu Dzar a-Ghifffari r.a pernah
bercakap-cakap dalam waktu yang cukup lama dengan Rasulullah S.a.w.
Diantara isi percakapan tersebut adalah wasiat beliau kepadanya. Berikut
petikannya ;
Aku berkata kepada Nabi S.a.w, "Ya Rasulullah, berwasiatlah kepadaku."
Beliau bersabda, "Aku wasiatkan kepadamu untuk bertaqwa kepada Allah,
karena ia adalah pokok segala urusan." "Ya Rasulullah, tambahkanlah."
pintaku.
"Hendaklah engkau senantiasa membaca Al Qur`an dan berdzikir kepada
Allah azza wa jalla, karena hal itu merupakan cahaya bagimu dibumi dan
simpananmu dilangit."
"Ya Rasulullah, tambahkanlah." kataku.
"Janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tawa itu akan mematikan
hati dan menghilangkan cahaya wajah."
"Lagi ya Rasulullah."
"Hendaklah engkau pergi berjihad karena jihad adalah kependetaan ummatku."
"Lagi ya Rasulullah."
"Cintailah orang-orang miskin dan bergaullah dengan mereka."
"Tambahilah lagi."
"Katakanlah yang benar walaupun pahit akibatnya."
"Tambahlah lagi untukku."
"Hendaklah engkau sampaikan kepada manusia apa yang telah engkau ketahui
dan mereka belum mendapatkan apa yang engkau sampaikan. Cukup sebagai
kekurangan bagimu jika engkau tidak mengetahui apa yang telah diketahui
manusia dan engkau membawa sesuatu yang telah mereka dapati (ketahui)."
Kemudian beliau memukulkan tangannya kedadaku seraya bersabda,"Wahai Abu
Dzar, Tidaklah ada orang yang berakal sebagaimana orang yang mau
bertadabbur (berfikir), tidak ada wara` sebagaimana orang yang menahan
diri (dari meminta), tidaklah disebut menghitung diri sebagaimana orang
yang baik akhlaqnya."
Itulah beberapa wasiat emas yang disampaikan Rasulullah S.a.w kepada
salah seorang sahabat terdekatnya. Semoga kita dapat meresapi dan
mengamalkan wasiat beliau. Wallahu A`lam.
Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
bercakap-cakap dalam waktu yang cukup lama dengan Rasulullah S.a.w.
Diantara isi percakapan tersebut adalah wasiat beliau kepadanya. Berikut
petikannya ;
Aku berkata kepada Nabi S.a.w, "Ya Rasulullah, berwasiatlah kepadaku."
Beliau bersabda, "Aku wasiatkan kepadamu untuk bertaqwa kepada Allah,
karena ia adalah pokok segala urusan." "Ya Rasulullah, tambahkanlah."
pintaku.
"Hendaklah engkau senantiasa membaca Al Qur`an dan berdzikir kepada
Allah azza wa jalla, karena hal itu merupakan cahaya bagimu dibumi dan
simpananmu dilangit."
"Ya Rasulullah, tambahkanlah." kataku.
"Janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tawa itu akan mematikan
hati dan menghilangkan cahaya wajah."
"Lagi ya Rasulullah."
"Hendaklah engkau pergi berjihad karena jihad adalah kependetaan ummatku."
"Lagi ya Rasulullah."
"Cintailah orang-orang miskin dan bergaullah dengan mereka."
"Tambahilah lagi."
"Katakanlah yang benar walaupun pahit akibatnya."
"Tambahlah lagi untukku."
"Hendaklah engkau sampaikan kepada manusia apa yang telah engkau ketahui
dan mereka belum mendapatkan apa yang engkau sampaikan. Cukup sebagai
kekurangan bagimu jika engkau tidak mengetahui apa yang telah diketahui
manusia dan engkau membawa sesuatu yang telah mereka dapati (ketahui)."
Kemudian beliau memukulkan tangannya kedadaku seraya bersabda,"Wahai Abu
Dzar, Tidaklah ada orang yang berakal sebagaimana orang yang mau
bertadabbur (berfikir), tidak ada wara` sebagaimana orang yang menahan
diri (dari meminta), tidaklah disebut menghitung diri sebagaimana orang
yang baik akhlaqnya."
Itulah beberapa wasiat emas yang disampaikan Rasulullah S.a.w kepada
salah seorang sahabat terdekatnya. Semoga kita dapat meresapi dan
mengamalkan wasiat beliau. Wallahu A`lam.
Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Jumat, 13 Juni 2008
SHALAT
Dikisahkan ada seorang manusia yang bertemu dengan
setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya,
akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali
persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang
itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil
tersenyum bergumam,
"Orang ini memang pantas menjadi sahabatku..!"
Begitu juga ketika waktu dzuhur orang ini tidak
mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin,
" Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!"
Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu
dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan
mulai terdiam......
Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu
ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai
gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari
wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang
mengingat-ngingat sesuatu. Dan akhirnya ketika
dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan
shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya
tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya
yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan,
"Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !"
Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau
ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji
akan menjadi sahabat ?".
"Aku takut !", jawab setan dengan suara gemetar.
"Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali
membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak
disuruh sujud pada Adam, telah dilaknat-Nya; apalagi
engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali
membangkang perintah-Nya. Tidak terbayangkan olehku
bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan
sambil ngeloyor pergi. *
( Kisah diatas diambil dari buku "Tutur bersayap" )
setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya,
akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali
persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang
itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil
tersenyum bergumam,
"Orang ini memang pantas menjadi sahabatku..!"
Begitu juga ketika waktu dzuhur orang ini tidak
mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin,
" Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!"
Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu
dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan
mulai terdiam......
Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu
ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai
gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari
wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang
mengingat-ngingat sesuatu. Dan akhirnya ketika
dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan
shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya
tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya
yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan,
"Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !"
Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau
ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji
akan menjadi sahabat ?".
"Aku takut !", jawab setan dengan suara gemetar.
"Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali
membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak
disuruh sujud pada Adam, telah dilaknat-Nya; apalagi
engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali
membangkang perintah-Nya. Tidak terbayangkan olehku
bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan
sambil ngeloyor pergi. *
( Kisah diatas diambil dari buku "Tutur bersayap" )
Selasa, 13 Mei 2008
Sang Pemburu Jannah
Bara' bin Malik r.a
Lelaki perkasa ini tidak lain adalah saudara dari Anas bin Malik r.a,
khodim Rasulullah S.a.w. Keberanian dan keperkasaannya di medan laga
sudah sudah tidak diragukan lagi. Pernah dalam satu perang tanding
beliau berhasil menghabisi seratus jagoan dari kaum kafir. Baginya,
memasuki jannah dengan mati syahid adalah dambaan yang selalu dicarinya,
karena itu sejak perrang Uhud beliau tidak pernah absen menyertai
Rasulullah S.a.w dalam setiap pertempuran.
Ketika Abu Bakar r.a berkuasa, banyak terjadi pembangkangan, antara lain
pembangkangan Musailamah Al Kadzab yang mengaku sebagai Nabi. Segera Abu
Bakar memberangkatkan pasukan menggempur pasukan Musailamah yang
tangguh.
Pertempuran antar dua pasukan pun terjadi dengan serunya di Yamamah.
Bara` r.a seperti biasanya segera mengamuk menebas setiap musuh yang
berada didekatnya. Namun kekuatan musuh yang cukup solid hampir membuat
semangat tempur kaum muslimin mengendor. Segera Bara' berteriak dengan
suara yang lantang, " Wahai manusia! Demi Allah, tidak ada lagi bagiku
Madinah..! yang ada hanyalah jannah!".Lalu beliau pukul kudanya melesat
menyerbu ketengah-tengah kumpulan musuh. Melihat hal itu, sontak
semangat kaum muslimin kembali bangkit dan segera menyusul Bara'
menggempur musuh dengan satu tekad, mati menuju jannah. Akibatnya
pasukan Musailamah terdesak dan mundur memasuki benteng pertahanannya.
Untuk membobol pintu benteng, Bara' berinisiatif agar kawan-kawannya
melemparkan dirinya melewati atas benteng kemudian nanti beliau yang
akan membuka pintunya. Sungguh suatu keberanian yang luar biasa. Usul
itupun dilaksanakan. Setelah beliau berhasil masuk segera pintu benteng
dibukanya setelah sebelumnya harus menghabisi sepuluh nyawa pasukan
penjaga benteng. Bagaikan air bah pasukan muslimin segera memasuki
benteng dan menghabisi perlawanan Musailamah sang pendusta. Pada
peperangan ini Bara' harus merakan lebih dari 80 luka akibat serangan
lawan.
Kini, Bara' telah berada dalam pertempuran lain, perang dengan pasukan
penyembah api, satu diantaranya adi daya kekafiran saat itu; pasukan
Persia dengan segala perlengkapannya. Perang-pun berkecamuk dengan
dasyatnya, dan pasukan Persi ternyata menunjukkan kelasnya sebagai
pasukan elite. Mereka berhasil mendesak tentara muslimin. Maka
orang-orangpun berkata kepada Bara' bin Malik, " Wahai Bara',
sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda kepadamu, sesungguhnya jika
engkau memohon kepada Allah S.W.T pasti Dia mengabulkan, maka berdo`alah
kepada-Nya untuk kehancuran musuh ".Bara' lalu berdo`a memohon
kehancuran pasukan musuh dan agar dirinya mendapat syahid bertemu dengan
Nabi-nya yang mulia. Allah mengabulkan doa`nya sehingga kaum muslimin
berhasil melumpuhkan lawan, dan Bara' pun memperoleh apa yang selama ini
dicita-citakannya, syahid dijalan Allah. Bara' ...betapa wangi merah
darahmu...kamipun rindu menyusulmu. Wallahu a`lam.
(Disarikan dari Shifatu Ash-Shofwah dan Rijal Khaula Rasul).
Oleh : Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Jumat, 18 April 2008
Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)?
Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania 2007).
Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India . Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.
Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.
Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.
Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.
Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.
Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.
Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.
Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.
Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.
Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.
Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.
Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.
Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?
Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India . Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.
Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.
Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.
Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.
Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.
Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.
Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.
Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.
Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.
Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.
Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.
Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.
Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?
Selasa, 13 Maret 2007
Utang
Oleh: Mahbubah Aseri
Ketika Khalifah Umar bin Khattab ditikam oleh Abu Lu'lu' Al Majusiy
dan beliau mengira bahwa kematian sudah dekat maka beliau memanggil
putranya Abdullah. Kepada anaknya Umar berkata: "Periksalah, berapa
jumlah utang yang harus kubayar?"
Berkata Abdullah: "Maka beliau pun menghitung dan mendapatkan bahwa
hutangnya sejumlah 86.000 dirham" (1 dirham = 2,975 gram perak).
Kemudian beliau berkata: "Apabila keluarga Umar tidak mampu untuk
melunasinya maka mintalah kepada Bani 'Adiy, dan apabila masih belum
cukup juga maka mintalah kepada Quraisy, dan jangan minta kepada
selain mereka".
Demikianlah, potret seorang penguasa yang adil, penakluk dua negara
adidaya ketika itu, Romawi dan Persia. Betapa menakjubkan, beliau
justru memiliki banyak utang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, dan
hal itu baru terekspos ketika beliau sudah mendekati ajal. Itulah
bukti betapa Umar sangat menjaga diri dari aji mumpung, memanfaatkan
kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri.
Kejadian itu sungguh kontradiktif dengan para penguasa di zaman ini
yang hidup mewah, akan tetapi meninggalkan utang yang banyak bagi
rakyatnya. Kekuasaan yang diberikan tidak ditujukan untuk
menyejahterakan rakyat tetapi rakyatlah yang harus menanggung derita.
Lihatlah hasil pencatatan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara
Negara (KPKPN). Para penguasa memiliki aset miliaran. Mereka hidup
bergelimang dolar. Sebaliknya rakyat, untuk memenuhi kebutuhan perut
saja sulit. Ditambah lagi dengan utang negara yang belum tentu bisa
lunas sampai tujuh turunan.
Belum lagi pajak yang mencekik leher, biaya hidup yang semakin
melambung tinggi, fasilitas umum yang jelek, jumlah pengangguran yang
sangat banyak, kejahatan di semua lini dan lain-lain. Padahal
pemilikan umum dan pemilikan negara begitu luar biasa apabila dikelola
untuk kepentingan rakyat. Negeri kita adalah negeri yang sangat kaya
akan sumber daya alam dan manusia. Tetapi rakyat di negeri ini bagai
ayam yang kelaparan di lumbung padi.
Sungguh tercela penguasa yang hanya mementingkan pribadi dan kroninya,
serta menipu rakyatnya, padahal Rasulullah SAW telah bersabda:
"Tidaklah di antara hamba Allah yang diberikanNya kekuasaan dan dia
mati dalam keadaan menipu rakyatnya kecuali Allah mengharamkan atasnya
masuk sorga." (Muttafaq alaih)
Sumber : Harian Republika
Ketika Khalifah Umar bin Khattab ditikam oleh Abu Lu'lu' Al Majusiy
dan beliau mengira bahwa kematian sudah dekat maka beliau memanggil
putranya Abdullah. Kepada anaknya Umar berkata: "Periksalah, berapa
jumlah utang yang harus kubayar?"
Berkata Abdullah: "Maka beliau pun menghitung dan mendapatkan bahwa
hutangnya sejumlah 86.000 dirham" (1 dirham = 2,975 gram perak).
Kemudian beliau berkata: "Apabila keluarga Umar tidak mampu untuk
melunasinya maka mintalah kepada Bani 'Adiy, dan apabila masih belum
cukup juga maka mintalah kepada Quraisy, dan jangan minta kepada
selain mereka".
Demikianlah, potret seorang penguasa yang adil, penakluk dua negara
adidaya ketika itu, Romawi dan Persia. Betapa menakjubkan, beliau
justru memiliki banyak utang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, dan
hal itu baru terekspos ketika beliau sudah mendekati ajal. Itulah
bukti betapa Umar sangat menjaga diri dari aji mumpung, memanfaatkan
kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri.
Kejadian itu sungguh kontradiktif dengan para penguasa di zaman ini
yang hidup mewah, akan tetapi meninggalkan utang yang banyak bagi
rakyatnya. Kekuasaan yang diberikan tidak ditujukan untuk
menyejahterakan rakyat tetapi rakyatlah yang harus menanggung derita.
Lihatlah hasil pencatatan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara
Negara (KPKPN). Para penguasa memiliki aset miliaran. Mereka hidup
bergelimang dolar. Sebaliknya rakyat, untuk memenuhi kebutuhan perut
saja sulit. Ditambah lagi dengan utang negara yang belum tentu bisa
lunas sampai tujuh turunan.
Belum lagi pajak yang mencekik leher, biaya hidup yang semakin
melambung tinggi, fasilitas umum yang jelek, jumlah pengangguran yang
sangat banyak, kejahatan di semua lini dan lain-lain. Padahal
pemilikan umum dan pemilikan negara begitu luar biasa apabila dikelola
untuk kepentingan rakyat. Negeri kita adalah negeri yang sangat kaya
akan sumber daya alam dan manusia. Tetapi rakyat di negeri ini bagai
ayam yang kelaparan di lumbung padi.
Sungguh tercela penguasa yang hanya mementingkan pribadi dan kroninya,
serta menipu rakyatnya, padahal Rasulullah SAW telah bersabda:
"Tidaklah di antara hamba Allah yang diberikanNya kekuasaan dan dia
mati dalam keadaan menipu rakyatnya kecuali Allah mengharamkan atasnya
masuk sorga." (Muttafaq alaih)
Sumber : Harian Republika
Senin, 13 Maret 2006
SYARAT MENJADI GURU
- Kasih sayang kepada para pelajar, dan mendudukkan mereka sebagaimana anak sendiri
- Mengikuti jejak guru / sesepuh sebelumnya
- Senantiasa memberi nasihat dan petuah kepada sang pelajar
- Sang guru dalam memperbaiki ahlak dan sifat-sifat buruk si murid, sebaiknya dilakukan secara sindiran dan penuh kasih sayang
- Guru pengajar satu aliran, janganlah melecehkan aliran yang lain di hadapan sang pelajar
- Guru harus dapat mengintisarikan materi pelajaran menurut kesanggupasn sang pelajar
- Kepada pelajar yang daya serapnya lemah, hendaklah guru menyampaikan pelajaran dengan sangat detail, serta tidak melontarkan statemen bahwa di balik yang telah dijelaskannya itu masih ada penjelasan yang lebih mendalam, yang disimpan dulu.
- Sang guru seharusnya menjadi orang pertama yang mengamalkan semua ilmunya. Janganlah perbuatannya itu membohongi kata-kata manisnya
- Kegembiraan itu memerlukan rasa aman, Harta itu membutuhkan sedekah, Kedudukan itu membutuhkan dukungan, Kemuliaan itu membutuhkan kerendahan hati
- Orang bahagia adalah yang bisa melupakan sesuatu yang tidak mungkin lagi diperbaiki, yang selalu ingat kebaikan orang lain dan melupakan keburukan mereka.
- Kebahagiaan itu terdapat pada pengorbanan; menahan keinginan pribadi; pencurahan segala upaya dan mencegah semua bahaya; serta jauh dari sifat egoisme dan balas dendam.
- Jika anda ingin merasakan kebahagiaan bersama orang lain, maka perlakukanlah mereka dengan cara yang sama yang anda sukai ketika mereka memperlakukanmu. Jangan meremehkan milik mereka dan jangan pula merendahkan kemampuan mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)