Senin, 30 Maret 2009
SENYUMLAH
Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.
Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.
Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" ke arah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' di tempat itu.
Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.
Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai di depan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan
menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka...
Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.
Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanan saya) dalam nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan
melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."
Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."
Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."
Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak2ku!"
Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.
Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu di antaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal
bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi
kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."
Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat ke arah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh ke arah kami sambil tersenyum, lalu melambai2kan tangannya ke arah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali
apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini di tangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan.
Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi.
Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang di dekat saya di antaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Di akhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis di akhir paper saya.
"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."
Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara
MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!
Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!
Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.
Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam
sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.
Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi
orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.
Rabu, 18 Maret 2009
SURGA YANG DIPEROLEH ISTRI KARENA SUAMI
Ketika Rosulullah saw. memberitahukan bahwa istri Al-Hathab, seorang pencari kayu akan menjadi penghuni surga, ramai-ramailah sahabat mencari tahu.
Apakah yang ada diperbuat istri Al-Hathab ? Dan apakah kelebihan istri si pencari kayu itu sehingga membuatnya menjadi calon penghuni surga !
Berita itu menimbulkan tanya dan cemburu pada istri-istri kaum muslimin lainnya.
Kemudian istri Al-Hathab menceritakan mengenai dirinya : “Suamiku adalah seorang laki-laki yang pekerjaannya mencari kayu di gunung, memotong-motongnya lalu memikulnya. Ia lalu membawanya ke pasar untuk dijual. Suamiku akan kembali ke rumah dengan membawa kebutuhan bagi keluarga kami. Letih dan capek ia rasakan. Badannya ditimpa panas dan tenggorokannya disergap rasa haus yang tiada terkira, hampir-hampir tenggorakannya terbakar karena panasnya menahan haus. Betapa payahnya keadaan suamiku.
Karena itu aku menyediakan air dingin sebagai penyejuk dahaganya. Ia datang dan segera mendapatkan air yang kusediakan. Setelah itu aku siapkan makan siang, barang-barangnya kuambil dan kurapihkan. Saya menyambut kedatangan suamiku dengan berdiri, memakai pakaian yang paling indah yang kumiliki. Kusambut dia dengan segenap kerinduan seolah-olah telah kunantikan sekian lama. Begitu masuk rumah kusambut dia seperti mempelai laki-laki yang begitu lama kunantikan. Saya serahkan seluruh diri saya kepadanya. Kalau suamiku ingin istirahat dan bersenang-senang, kubantu dia ; kalau ia menginginkan diriku, kurebahkan badanku diantara kedua tangannya, bagai anak kecil yang bersuka ria dengan ayahnya !”.
Sahabat-sahabat itu sangat terharu mendengar tuturan istri Al-Hathab tersebut. Dengan sikap yang demikian, tak mustahil keletihan dan kepenatan Al-Hathab akan segera sirna atas hiburan dan sambutan dari istri yang demikian mulia. Sikap indah dari istri yang mukminah lagi sholihah ini merupakan obat penawar bagi suami yang pulang kerja mencari nafkah. Rosulullah saw. Bersabda : “Itulah sikap para bidadari-bidadari dunia yang pasti akan menjadi bidadari surga kelak di akhirat !”
Pernyataan Rosulullah saw. bahwa wanita seperti istri Al-Hathablah yang sangat pantas mendapat surga kelak di akhirat memiliki hikmah yang tinggi ; terkandung suatu pelajaran didalamnya mengenai dustur (tata cara) berumah tangga secara islami. Nilai-nilai yang digariskan dalam kehidupan keluarga.
dikutip dari
Mohamad Joban
Kamis, 12 Februari 2009
FINANCIAL FREEDOM ala Tukang Becak vs Howard Schultz (Starbucks)
Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.Berapa besar space yang ada "di dalam box" tsb ? Relatif.Berapa besar space yang ada "di luar box" tsb.? WOW! No Limit.
Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia entrepreneurship (ttg modalusaha, skill, keberanian untuk memulai usaha, dst,dst). Sementara banyakorang yang masih harus bergelut dalam kesibukan bisnis setiap hari setelah10 tahun berbisnis, mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BECAKtamatan SD yang sudah mencapai "financial freedom" setelah bekerja hanyalebih kurang 5 tahun saja, dgn "passive income" Rp.9 juta/bulan!! !
Becak ke-1 :==> Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersihRp. 60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnyasekitar Rp.30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsisten menabungRp.30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yangharganya Rp.12 juta/unit.
Becak Ke-2 :==> Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari. Sementara iatetap menarik becak pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp 60,000/hari.Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga.
Becak Ke-3 :==> Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabungRp 90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.
Becak Ke-4 :==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabungRp.120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-5 :==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-6 :==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-7 :==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-8 :==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-9 :==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-10 :==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.
Setelah becak ke-10, ia berhenti menarik becak. Ia sewakan becak Pertamanyake orang lain. Ia lalu menggaji seorang "mandor" untuk mengurusi ke-10becak- nya.Ia PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9juta/bulan (sebelum potong gaji sang mandor). Jika ditotal semua usahanya tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA.
===================
Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuahbisnis. Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalamilustrasi), sang TUKANG BECAK mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan bisaterjadi. Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu? Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA. Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah? Buanyyaaak sekali.
====================
Sekarang bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau bandingkan dengan para pengusaha yang masih harus bergelut dengan kesibukanmencari nafkah setiap hari. Kontras sekali bukan....
THINK OUT OF THE BOX.
Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.Kunci kesuksesannya terletak pada "duplikasi".Ini rahasianya : "Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perluketerlibatan kita secara penuh dalam bisnis tsb."Contoh : Ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakanasset tsb, dst.
KUNCI UTAMA LAINNYA adalah :Hidup hemat pada awalnya untuk menabung, uang tabungan di-investasikan untukmenghasilkan uang, lakukan terus berulang2, setelah penghasilannya sudahcukup besar, barulah menuai hasil berkelanjutan.
=====================
Mari berhitung matematika ...
Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini,mana yang Anda pilih?
1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan/ bulan Rp.100 juta.
2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di bulan pertama
Cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan.
Pilih mana ????
Jawabannya :
Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp.2,4 Milyar
Option II :Bulan ke-1 : Rp. 1000
2. 2000
3. 4000
4. 8000
5. 16,000
6. 32,000
7. 64,000
8. 128,000
9. 256,000
10. 512,000
11. 1,024,000
12. 2 juta
13. 4 juta
14. 8 juta
15. 16 juta
16. 32 juta
17. 64 juta
18. 128 juta
19. 256 juta
20. 512 juta
21. 1 milyar
22. 2 milyar
23. 4 milyar
24. 8 milyar
Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR!!!
Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori2 Albert Einteinseperti rumus kekuatan bom atom spt "E=MC2", dst.
Tetapi tidak diajarkan bahwa"kekuatan duplikasi" juga dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan palingcemerlang abad 20, ia mengatakan "Kekuatan duplikasi adalah keajaiban duniake delapan."
=====================
FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks)
Bayangkan seorang pengusaha jenius sekaliber Schultz (ia baru dijulukipengusaha jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnismenjual segelas kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriakin GILA danditolak ratusan orang).
Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk eksklusif(customer-experienc e) berharga luar biasa mahal. Ia pandai pula Mendapatkandana segar nan murah melalui GO PUBLIC. Ia pandai pula memanfaatkan mediasebagai "public relation" untuk mempromosikan Starbucks. Ia pandai pulamembangun partnership dgn perusahaan global seperti Pepsi, dst.
Hasilnya LUAR BIASA. Dengan kekuatan "KONSEP DUPLIKASI", kedai kopi pertamayang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 tokodi tahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat GANDA setiaptahun sampai sekarang.... .
Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang"mandor" utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu sajasang mandor disebut dengan istilah keren "CEO" bernama Orin C. Smith.
Baik sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai "financial freedom".Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas dunia......Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai "financialfreedom" walaupun hanya di kelas regional saja....
==================
Bila sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1secara logika pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak(SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas) .
Mari kitaambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa Memanfaatkan hikmahtsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai dalam 5 tahunmendatang... .
(Inspired from Bisnis center@yahoogroups)
Selasa, 27 Januari 2009
Istri Sholehah
Menjadi istri membawa tuah
Hati ikhlas bermanis madahSuami dijunjung anak dipelihara
Bekerja keras pantang membantah
Menjadi istri ia amanah
Iman teguh taat ibadah
Kepada keluarga kasih tercurah
Suami disanjung anak dijaga
Bekerja keras pantang membantah
Tahan bersakit mau bersusah
Ditimpa cobaan hatinya tabah
Dijadikan istri hidup sakinah
Budi halus lidahpun lunak
Betah di rumah ilmu pun banyak
Bekerja tekun tahan bersemak
Ditunjuk diajar rajin menyimak
Menjadi istri ianya elok
Perangai mulia rupa tak buruk
Bekerja rajin tak sempat duduk
Memelihara keluarga mau berteruk
Menjadi istri ia berfaham
Dadanya lapang ilmu pun dalam
Rajin bekerja tak mau diam
Orang memuji luar dan dalam
Menjadi istri ia idaman
Budi mulia dada beriman
Elok manis barang kelakuan
Lidah lembut bercakap sopan
Kepada suami penuh pengabdian
Kepada anak belas kasihan
Kesanak saudara berkasih-kasihan
Kepada sahabat ia teladan
Menjadi istri ianya patut
Budinya manis lidah pun lembut
Ditunjuk diajar ia mengikut
Dijadikan istri tuah menyambut
Menjadi istri ianya rajin
Bekerja sungguh tak main-main
Memelihara keluarga mau berlenjin
Dijadikan istri hidup terjamin
Menjadi istri mulia pekerti
Imannya teguh marwah pun tinggi
Taat setia kepada suami
Dijadikan istri bercerai mati
Sempurna lahir dengan batinnya
Sempurna akal dengan budinya
Sempurna iman dengan taqwanya
Dijadikan istri sempurna hidupnya
Menjadi istri ia teladan
Elok laku sempurna iman
Hidup berkeluarga berkasih-kasihan
Dijadikan istri diberkahi Tuhan
Selasa, 13 Januari 2009
WISDOM
It is no longer enough to be smart — all the technological tools in the world add meaning and value only if they enhance our core values, the deepest part of our heart. Acquiring knowledge is no guarantee of practical, useful application. Wisdom implies a mature integration of appropriate knowledge, a seasoned ability to filter the inessential from the essential.
Doc Childre and Bruce Cryer, From Chaos to Coherence
Intuition does not always appear as the ingenious breakthrough or something grandiose. Intuitive thoughts, feelings, and solutions often manifest themselves as good old common sense. Common sense is efficient.
Lao-Tzu (600 B.C.)
Water is fluid, soft, and yielding. But water will wear away rock, which is rigid and cannot yield. As a rule, whatever is fluid, soft, and yielding will overcome whatever is rigid and hard. This is another paradox: what is soft is strong.
Clara
Kindness and wisdom is the pathway leading to GOD'S LOVE!
Mahatma Gandhi
As human beings, our greatness lies not so much in being able to remake the world — that is the myth of the atomic age — as in being able to remake ourselves.
Lin Yutang
Besides the noble art of getting things done, there is the noble art of leaving things undone. The wisdom of life consists in the elimination of non-essentials. .
Sandra Carey
Never mistake knowledge for wisdom. One helps you make a living, the other helps you make a life. .
Marjorie Holmes
A child's hand in yours — what tenderness it arouses, what power it conjures. You are instantly the very touchstone of power and wisdom.
Merry Browne
Preconcieved notions are the locks on the door to wisdom.
Unknown
Information is not knowledge, knowledge is not wisdom, wisdom is not truth, truth is not beauty, beauty is not love.
David Starr Jordan
Wisdom is knowing what to do next, skill is knowing how to do it, and virtue is doing it.
Unknown
The only true wisdom consists in knowing that you know nothing.
Walt Whitman
Re-examine all you have been told . . . Dismiss what insults your Soul.
Thanks to Ken Lam
Socrates
True knowledge exists in knowing that you know nothing.
And in knowing that you know nothing, that makes you the smartest of all.
Mark Twain
We should be careful to get out of an experience only the wisdom that is in it — and stop there; lest we be like the cat that sits down on a hot stove lid. She will never sit on a hot stove lid again — and that is well; but also she will never sit down on a cold one anymore.
Anonymous (Greek Proverb)
Wonder is the beginning of wisdom.
Helena Petrova Blavatsky
Be humble, if thou would'st attain to Wisdom. Be humbler still, when Wisdom thou hast mastered.
Unknown
Wisdom is knowing the truth, and telling it.
D.J. Kaufman
Wisdom is the reward for a lifetime of listening ... when you'd have preferred to talk.
General Omar Bradley
Ours is a world of nuclear giants and ethical infants. If we continue to develop our technology without wisdom or prudence, our servant may prove to be our executioner.
Jumat, 12 Desember 2008
Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak
Waktu itu, dini hari, di sebuah rumah sederhana. Rahman dan isterinya
terbangun karena mendengar derak pintu terbuka. Dipasangnya telinganya
tajam-tajam. Mereka yakin suara itu berasal dari kamar anaknya, yang berusia
tujuh tahun. Langkah-langkah kecil, terdengar seperti berjingkat-jingkat,
bergerak menuju satu-satunya kamar mandi di rumah itu. Mereka mendengar
suara air mengalir yang disusul dengan suara gerakan membasuh.
Langkah-langkah kecil itu kembali ke kamarnya. Walaupun sayup, karena
dinihari yang hening, mereka mendengar suara
bacaan Al-Quran. Anak itu rupanya sedang melakukan salat malam. Tiba-tiba
keduanya merasakan airmata hangat membasahi pipinya.
Kisah ini disampaikan kepada saya oleh Pak Rahman, ketika saya masih
menjadi guru mengaji anak-anak di kampung
tempat tinggal saya. Karena kejadian itu, kedua orang tua itu mulai
melakukan salat dan meninggalkan perjudian populer- lotto. Ini terjadi
kira-kira tiga puluh tahun yang lalu. Saya mendengar kejadian lain yang
hampir mirip dengan itu dua atau tiga tahun yang lalu.
Kali ini, saya menjadi direktur SMU (Plus) Muthahhari. Seorang ibu, orang
tua murid yang baru lulus, datang dari Banten. Ia
meminta bantuan saya untuk mengirim Rahmat ke Jerman. Ia sudah meyakinkan
anaknya bahwa ia tidak akan mampu untuk membiayainya. Tetapi anaknya
berulang-kali meyakinkan orangtuanya, bahwa Tuhan pasti akan memberikan
jalan.
Di tengah-tengah pembicaraan, ibu itu bercerita tentang perubahan perilaku
anaknya setelah masuk sekolah kami. Waktu
pulang kampung, ia banyak menaruh perhatian pada tetangga-tetangganya yang
miskin. Menjelang Lebaran, seperti biasanya,
ibu itu memberi anaknya uang untuk membeli pakaian baru. Rahmat menerima
uang itu seraya minta izin untuk memberikannya pada tukang becak
tetangganya. Uang ini jauh lebih berharga bagi dia ketimbang saya, Bu, kata
Rahmat. Ibunya bercerita sambil meneteskan airmata.
Kedua kisah nyata di atas menyajikan contoh anak yang cerdas secara
spiritual. Keduanya terjadi jauh sebelum konsep
kecerdasan spiritual ramai diperbincangkan. Karena saya tidak ingin
bertele-tele mendiskusikan apa yang disebut SQ, dan hanya untuk menyamakan
pengertian SQ, saya akan mengutip lima karakteristik orang yang cerdas
secara spiritual menurut Roberts A. Emmons, The Psychology of Ultimate
Concerns:
(1) kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material;
(2) kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak;
(3) kemampuan untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari;
(4) kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan
masalah;
(5) dan kemampuan untuk berbuat baik
Dua karakteristik yang pertama sering disebut sebagai komponen inti
kecerdasan spiritual. Anak yang merasakan kehadiran Tuhan atau makhluk
ruhaniyah di sekitarnya mengalami transendensi fisikal dan material. Ia
memasuki dunia spiritual. Ia mencapai kesadaran kosmis yang menggabungkan
dia dengan seluruh alam semesta. Ia merasa bahwa alamnya tidak terbatas pada
apa yang disaksikan dengan alat-alat indrianya. Anak Pak Rahman pada kisah
pertama memiliki kedua ciri ini, terutama ketika ia menyampaikan doa-doa
personalnya dalam salat malamnya.
Sanktifikasi pengalaman sehari-hari, ciri yang ketiga, terjadi ketika kita
meletakkan pekerjaan biasa dalam tujuan yang agung. Konon, pada abad
pertengahan seorang musafir bertemu dengan dua orang pekerja yang sedang
mengangkut batu-bata. Salah seorang di antara mereka bekerja dengan muka
cemberut, masam, dan tampak kelelahan. Kawannya justru bekerja dengan ceria,
gembira, penuh semangat. Ia tampak tidak kecapaian. Kepada keduanya
ditanyakan pertanyaan yang sama, Apa yang sedang Anda kerjakan? Yang
cemberut menjawab, Saya sedang menumpuk batu. Yang ceria berkata, Saya
sedang membangun katedral! Yang kedua telah mengangkat pekerjaan menumpuk
bata pada dataran makna yang lebih luhur. Ia telah melakukan sanktifikasi.
Orang yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya
secara rasional atau emosional saja. Ia menghubungkannya dengan makna
kehidupan secara spiritual. Ia merujuk pada warisan spiritual seperti
teks-teks Kitab Suci atau wejangan orang-orang suci untuk memberikan
penafsiran pada situasi yang dihadapinya, untuk melakukan definisi situasi.
Ketika Rahmat diberitahu bahwa orang tuanya tidak akan sanggup
menyekolahkannya ke Jerman, ia tidak putus asa. Ia
yakin bahwa kalau orang itu bersungguh-sungguh dan minta pertolongan kepada
Tuhan, ia akan diberi jalan. Bukankah Tuhan
berfirman, Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, Kami akan
berikan kepadanya jalan-jalan Kami? Bukankah Heinrich Heine memberikan
inspirasi dengan kalimatnya Den Menschen macht seiner Wille groß und klein?
Rahmat memiliki
karakteristik yang keempat.
Tetapi Rahmat juga menampakkan karakteristik yang kelima: memiliki rasa
kasih yang tinggi pada sesama makhluk Tuhan. The fifth and final component
of spiritual intelligence refers to the capacity to engage in virtuous
behavior: to show forgiveness, to express gratitude, to be humble, to
display compassion and wisdom, tulis Emmons. Memberi maaf, bersyukur atau
mengungkapkan terimakasih, bersikap rendah hati, menunjukkan kasih sayang
dan kearifan, hanyalah sebagian dari kebajikan.
Karakteristik terakhir ini mungkin disimpulkan dalam sabda nabi Muhammad
saw, Amal paling utama ialah engkau masukkan
rasa bahagia pada sesama manusia.
Kiat-kiat mengembangkan SQ anak
Dengan pengertian di atas, berikut ini saya sampaikan secara singkat
kiat-kiat untuk mengembangkan SQ anak-anak kita:
(1) Jadilah kita gembala spiritual yang baik,
(2) bantulah anak untuk merumuskan missi hidupnya,
(3) baca kitab suci bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan kita,
(4) ceritakan kisah-kisah agung dari tokoh-tokoh spiritual,
(5) diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif ruhaniah,
(6) libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan,
(7) bacakan puisi-puisi, atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional,
(8) bawa anak untuk menikmati keindahan alam,
(9) bawa anak ke tempat-tempat orang yang menderita, dan
(10) ikut-sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial.
Jadilah gembala spiritual.
Orang tua atau guru yang bermaksud mengembangkan SQ anak haruslah seseorang
yang SUDAH mengalami kesadaran
spiritual juga. Ia sudah mengakses sumber-sumber spiritual untuk
mengembangkan dirinya. Seperti disebutkan di atas yakni
karakteristik orang yang cerdas secara spiritual, ia harus dapat merasakan
kehadiran dan peranan Tuhan dalam hidupnya.
Spriritual intelligence is the faculty of our non-material dimension- the
human soul, kata Khalil Khavari. Ia harus sudah
menemukan makna hidupnya dan mengalami hidup yang bermakna. Ia tampak pada
orang-orang di sekitarnya sebagai orang yang berjalan dengan membawa cahaya.
(Al-Quran 6:122) Ia tahu ke mana ia harus mengarahkan bahteranya. Ia pun
menunjukkan tetap bahagia di tengah taufan dan badai yang melandanya.
Spiritual intelligence empowers us to be happy in spite of circumstances and
not because of them, masih kata Khavari. Bayangkanlah masa kecil kita
dahulu. Betapa banyaknya
perilaku kita terilhami oleh orang-orang yang sekarang kita kenal sebagai
orang yang berSQ tinggi. Dan orang-orang itu boleh
jadi orang-tua kita, atau guru kita, atau orang-orang kecil di sekitar kita.
Rumuskan missi hidup.
Nyatakan kepada anak bahwa ada berbagai tingkat tujuan, mulai dari tujuan
paling dekat sampai tujuan paling jauh, tujuan akhir kita. Kepada saya
datang seorang anak muda dari Indonesia bagian timur. Ia meminta bantuan
saya untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi swasta, setelah gagal di
UMPTN. Ia tidak punya apa pun kecuali kemauan. Sayang, ia belum bisa
merumuskan keinginannya dalam kerangka missi yang luhur.
Berikut ini adalah cuplikan percakapan kami:
- Saya ingin belajar, Pak
= Untuk apa kamu belajar?
- Saya ingin mendapat pekerjaan.
= Jika belajar itu hanya untuk dapat pekerjaan, saya beri kamu
pekerjaan. Tinggallah di rumahku. Cuci mobilku, dan saya bayar.
- Saya ingin belajar, Pak
= Untuk apa kamu belajar?
- Saya ingin mendapat pengetahuan
= Jika tujuan kamu hanya untuk memperoleh pengetahuan, tinggallah
bersamaku. Saya wajibkan kamu setiap hari untuk
membaca buku. Kita lebih banyak memperoleh pengetahuan dari buku ketimbang
sekolah.
- Tetapi saya ingin masuk sekolah.
= Untuk apa kamu masuk sekolah?
- Saya bingung, Pak.
Saya sebenarnya ingin mengarahkan dia untuk memahami tujuan luhur dia.
Dengan menggunakan teknik what then, señor
dalam anekdot Danah Zohar, kita dapat membantu anak untuk menemukan
missinya. Jika kamu sudah sekolah, kamu mau apa? Aku mau jadi orang pintar.
Jika sudah pintar, mau apa, what then? Dengan kepintaranku, aku akan
memperoleh pekerjaan yang bagus. Jika sudah dapat pekerjaan, mau apa? Aku
akan punya duit banyak.Jika sudah punya duit banyak, mau apa? Aku ingin
bantu orang miskin, yang di negeri kita sudah tidak terhitung jumlahnya.
Sampai di sini, kita sudah membantu anak untuk menemukan tujuan hidupnya.
Baca Kitab Suci.
Setiap agama pasti punya kitab suci. Begitu keterangan guru-guru kita.
Tetapi tidak setiap orang menyediakan waktu khusus untuk memperbincangkan
kitab suci dengan anak-anaknya. Di antara pemikir besar islam, yang
memasukkan kembali dimensi
ruhaniah ke dalam khazanah pemikiran Islam, adalah Dari Muhammad Iqbal.
Walaupun ia dibesarkan dalam tradisi intelektual
barat, ia melakukan pengembaraan ruhaniah bersama Jalaluddin Rumi dan
tokoh-tokoh sufi lainnya. Boleh jadi, yang membawa Iqbal ke situ adalah
pengalaman masa kecilnya. Setiap selesai salat Subuh, ia membaca Al-Quran.
Pada suatu hari, bapaknya berkata, Bacalah Al-Quran seakan-akan ia
diturunkan untukmu! Setelah itu, kata Iqbal, aku merasakan Al-Quran
seakan-akan berbicara kepadaku.
Ceritakan kisah-kisah agung.
Anak-anak, bahkan orang dewasa, sangat terpengaruh dengan cerita. Manusia,
kata Gerbner, adalah satu-satunya makhluk yang suka bercerita dan hidup
berdasarkan cerita yang dipercayainya. Para Nabi mengajar umatnya dengan
parabel atau kisah perumpamaan. Para sufi seperti Al-Attar, Rumi, Sadi
mengajarkan kearifan perenial dengan cerita. Sekarang Jack
Canfield memberikan inspirasi pada jutaan orang melalui Chicken Soup-nya.
Kita tidak akan kekurangan cerita luhur, bila kita
bersedia menerima cerita itu dari semua sumber. Saya senang berdiskusi
dengan anak-anak saya bukan hanya kisah-kisah Islam saja, juga cerita-cerita
dalam Alkitab, kisah-kisah dari Cina dan India, mitologi Yunani,
dongeng-dongeng dari berbagai tempat di tanah air, sejak kisah-kisah
pewayangan di Jawa sampai dongeng-dongeng dari Maluku. Begitu pula, saya
membaca cerita-cerita Andersen, fabel-fabelnya Jean de la Fontaine, sampai
Crayon Sin Chan. Saya selalu menemukan pelajaran berharga di dalamnya. Saya
bagikan pelajaran itu pada anak-anak saya, yang dilahirkan baik oleh isteri
saya, maupun oleh isteri-isteri orang lain (misalnya, yang saya ajar di
sekolah saya).
Diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif ruhaniah.
Melihat dari perspektif ruhaniah artinya memberikan makna dengan merujuk
pada Rencana Agung Ilahi (divine grand Design). Mengapa hidup kita
menderita? Kita sedang diuji Tuhan. Dengan mengutip Rumi secara bebas,
katakan kepada anak kita bahwa bunga mawar di taman bunga hanya merekah
setelah langit menangis. Anak kecil tahu bahwa ia hanya akan memperoleh air
susu dari dada ibunya setelah menangis. Penderitaan adalah cara Tuhan untuk
membuat kita menangis. Menangislah supaya Sang Perawat Agung memberikan susu
keabadian kepadamu. Mengapa kita bahagia? Perhatikan bagaimana Tuhan selalu
mengasihi kita, berkhidmat melayani keperluan kita, bahkan jauh sebelum kita
dapat menyebut asma-Nya.
Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan.
Kegiatan agama adalah cara praktis untuk tune in dengan Sumber dari Segala
Kekuatan. Ambillah bola lampu listrik di rumah Anda. Bahaslah bentuknya,
strukturnya, komponen-komponennya, kekutan cahayanya, voltasenya, dan
sebagainya. Anda
pasti menggunakan sains. Kegiatan agama adalah kabel yang menghubungkan bola
lampu itu dengan sumber cahaya. Sembahyang, dalam bentuk apa pun, mengangkat
manusia dari pengalaman fisikal dan material ke pengalaman spiritual. Untuk
itu, kegiatan keagamaan tidak boleh dilakukan dengan terlalu banyak
menekankan hal-hal yang formal. Berikan kepada anak-anak kita makna batiniah
dari setiap ritus yang kita lakukan. Sembahyang bukan sekedar kewajiban.
Sembahyang adalah kehormatan untuk menghadap Dia yang Mahakasih dan
Mahasayang!
Bacakan puisi-puisi, atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional.
Seperti kita sebutkan di atas, manusia mempunyai dua fakultas; fakultas
untuk mencerap hal-hal material dan fakultas untuk
mencerap hal-hal spiritual. Kita punya mata lahir dan mata batin. Ketika
kita berkata masakan ini pahit, kita sedang menggunakan indra lahiriah
kita. Tetapi ketika kita berkata keputusan ini pahit, kita sedang
menggunakan indra batiniah kita. Empati, cinta, kedamaian, keindahan hanya
dapat dicerap dengan fakultas spiritual kita (Ini yang kita sebut sbg SQ).
SQ harus dilatih. Salah satu cara melatih SQ ialah menyanyikan lagu-lagu
ruhaniah atau membacakan puisi-puisi. Jika Plato berkata pada sentuhan cinta
semua orang menjadi pujangga, kita dapat berkata pada sentuhan puisi semua
orang menjadi pecinta.
Bawa anak untuk menikmati keindahan alam.
Teknologi moderen dan kehidupan urban membuat kita ter-alienasi dari alam.
Kita tidak akrab lagi dengan alam. Setiap hari kita berhubungan dengan alam
yang sudah dicemari, dimanipulasi, dirusak. Alam tampak di depan kita
sebagai musuh setelah kita memusuhinya. Bawalah anak-anak kita kepada alam
yang relatif belum banyak tercemari. Ajak mereka naik ke puncak
gunung. Rasakan udara yang segar dan sejuk. Dengarkan burung-burung yang
berkicau dengan bebas. Hirup wewangian alami. Ajak mereka ke pantai. Rasakan
angin yang menerpa tubuh. Celupkan kaki kita dan biarkan ombak kecil
mengelus-elus jemarinya. Dan seterusnya. Kita harus menyediakan waktu khusus
bersama mereka untuk menikmati ciptaan Tuhan, setelah setiap hari kita
dipengapkan oleh ciptaan kita sendiri.
Bawa anak ke tempat-tempat orang yang menderita.
Nabi Musa pernah berjumpa dengan Tuhan di Bukit Sinai. Setelah ia kembali ke
kaumnya, ia merindukan pertemuan dengan
Dia. Ia bermunajat, Tuhanku, di mana bisa kutemui Engkau. Tuhan berfirman,
Temuilah aku di tengah-tengah orang-orang
yang hancur hatinya. Di sekolah kami ada program yang kami sebut sebagai
spiritual camping. Kami bawa anak-anak ke daerah pedesaan, di mana alam
relatif belum terjamah oleh teknologi. Malam hari, mereka mengisi waktunya
dengan beribadat
dan tafakkur. Siang hari mereka melakukan action research, untuk mencari dan
meneliti kehidupan orang yang paling miskin di sekitar itu. Seringkali,
ketika mereka melaporkan hasil penelitian itu, mereka menangis. Secara
serentak, mereka menyisihkan
uang mereka untuk memberkan bantuan. Dengan begitu, mereka dilatih untuk
melakukan kegiatan sosial juga.
Ikut-sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial.
Saya teringat cerita nyata dari Canfield dalam Chicken Soup for the Teens.
Ia bercerita tentang seorang anak yang catatan
kejahatannya lebih panjang dari tangannya. Anak itu pemberang, pemberontak,
dan ditakuti baik oleh guru maupun kawan-
kawannya Dalam sebuah acara perkemahan, pelatih memberikan tugas kepadanya
untuk mengumpulkan makanan untuk
disumbangkan bagi penduduk yang termiskin. Ia berhasil memimpin
kawan-kawannya untuk mengumpulkan dan membagikan makanan dalam jumlah yang
memecahkan rekor kegiatan sosial selama ini. Setelah makanan, mereka
mengumpulkan selimut dan alat-alat rumah tangga. Dalam beberapa minggu saja,
anak yang pemberang itu berubah menjadi anak yang lembut dan penuh kasih.
Seperti dilahirkan kembali, ia menjadi anak yang baik rajin, penyayang, dan
penuh tanggung jawab.
==========
[6:54]... kataba rabbukum 'ala nafsihi rahmah...
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wasyukrika wahusni 'ibadatika
Kamis, 13 November 2008
Buat para istri dan suami
dan para calon istri/suami.... semoga bermanfaat
Kiat-Kiat Memikat Hati Suami
Tgl. publikasi: 18/7/2001 16:39 WIB
eramuslim - Disayang suami? Siapa yang tidak mau.
Kasih dan sayang adalah wujud nyata cinta seorang
suami kepada istrinya. Dengan karunia kasih dan sayang
pula, rumah tangga bak surga yang senantiasa
menghadirkan kesejukan. Namun ternyata, tidak sedikit
istri-istri yang merasa kesulitan mendapatkan kasih
sayang suami itu. Atau setidaknya, mulai merasa 'ada
yang hilang' dari hati suami dibanding tahun-tahun
pertama mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh
keindahan.
Jika demikian, tentu Anda merasa bahwa suami sudah
tidak menyayangi Anda. Tidak! jangan melulu salahkan
suami atas perubahan sikap yang terjadi terhadap Anda.
Karena bisa jadi Andalah penyebab segala perubahan
sikap suami itu. Oleh karena itu, sekedar
mengingatkan, apa salahnya jika Anda kembali
memperhatikan hal-hal berikut yang barangkali sudah
terlupakan bahkan Anda tinggalkan.
Pertama, Laki-laki gemar diberi perhatian akan hal-hal
remeh yang berkaitan dengan dirinya. Dia akan senang
jika istrinya mengenakan kancing bajunya, mengelap
sepatunya, memotong kukunya, dan sebagainya.
Sabda Rasulullah SAW, "Ya Fatimah, barangsiapa wanita
meminyakkan rambut dan janggut suaminya serta memotong
kumisnya dan mengerat kukunya, Allah akan memberinya
minum air dari sungai-sungai di surga, diringankan
baginya sakaratul maut, akan didapatinya kuburnya
menjadi sebuah taman surga, Allah mencatatkan baginya
bebas dari api neraka, dan selamat dari titian
shirat,"
Kedua, Pernahkah anda dipanggil suami ketika sedang
memasak atau melakukan pekerjaan lain? Anda wajib
memenuhi panggilannya. Tinggalkan semua pekerjaan dan
tunaikan permintaannya.
Ketiga, Kebanyakan laki-laki cukup cerewet dengan
kebersihan. Mereka akan bosan apabila istri
menyambutnya dengan rupa yang semrawut dan kusut,
anak-anak yang lusuh dan kumuh dan rumah yang 'bak
kapal pecah'. Sesibuk apapun Anda, persiapkan diri
sebaik mungkin menyambut kepulangan suami dengan penuh
senyum keihklasan.
Keempat, Laki-laki suka dilayani seperti raja oleh
seorang istri yang memiliki sifat keibuan. Dia suka
jika istrinya membantu mengelap peluhnya, menyediakan
keperluan untuk mandi dan berdiri ketika ia hendak
pergi atau kembali. Ungkapan-ungkapan seperti, "Mas,
mau mandi dulu, makan dulu atau tidur dulu," tatkala
suami baru tiba, cukup untuk membuat senyum suami
mengembang dan mengurangi penat dan lelah yang
dirasanya.
Kelima, Laki-laki suka dipuji. Jangan lupa! Hargai
setiap barang pemberiannya meskipun tidak bagus atau
tidak seberapa nilainya. Sekedar ucapan 'terima kasih'
dari seorang istri ketika menerima pemberian, sangat
dalam maknanya dan membekas di hati suami.
Keenam, Laki-laki akan bosan jika istrinya 'cerewet'
dan selalu bertanya, hendak kemana, acara apa ... dan
sebagainya.
Ketujuh, Ada sebagian laki-laki mengatakan, istri yang
menghidangkan makanan tanpa menemaninya makan, sama
halnya seperti memberi makan kucing. Anda mesti
menemaninya meskipun sekedar satu suapan.
Thabit al-Bannani berkata, "Terdapat seorang wanita
dari Bani Israil yang buta sebelah matanya, yang
sangat baik pekertinya terhadap suaminya. Apabila dia
menghidangkan makanan di hadapan suaminya, dipegangnya
pelita sampai suaminya selesai makan. Pada suatu
malam, pelitanya kehabisan sumbu, lalu diambilnya
rambutnya untuk dijadikan sumbu. Esok harinya, matanya
yang buta kembali melihat. Allah memuliakannya karena
rasa hormatnya kepada suami."
Kedelapan, Laki-laki senang dengan kafasihan istrinya
dalam berkata-kata, bijak dalam bertindak dan menjadi
partner yang baik dalam berdiskusi. Tingkatkan
kualitas intelektual Anda dengan banyak membaca buku
dan gali berbagai informasi. Sebab, kebanyakan
laki-laki tidak suka dengan wanita yang banyak omong
tapi tak bermakna.
Kesembilan, Kebanyakan laki-laki beranggapan, 'Baiti
Jannatii ... Rumahku adalah surgaku dan penenang
pikiranku. Jadi sudah sewajarnya Anda senantiasa
memelihara suasana rumah dan berperan sebagai bidadari
di dalamnya.
Kesepuluh, Kalau Anda ingin suami berlama-lama di
rumah, jangan sambut kepulangannya dengan berbagai
masalah anak-anak dan urusan dapur. Mulailah
pembicaraan yang menyenangkan, karena suami butuh
penyegaran setelah seharian berkutat dengan masalah di
kantor.
Kesebelas, Tidak sedikit suami yang menyukai istri
yang kreatif dalam soal memasak dan menghias rumah
serta mengurus diri dalam melayani suami.
Keduabelas, Tempat tidur bukan sekedar rahasia
suami-istri. Melainkan juga tempat ternyaman bagi
suami-istri untuk saling berbagi dan mencurahkan
perasaan. Jadikan dia kamar yang eksklusif dan
pribadi. Suami tidak suka ruang tidurnya dimasuki
orang tanpa seizinnya.
Ketigabelas, Pantang bagi suami jika tidurnya
terganggu, karena hal itu hanya akan membuatnya marah.
Jauhkan anak-anak darinya ketika sedang tidur. Atau
berusaha meminimalisir kegaduhan yang timbul dari
aktifitas rumah atau dapur.
Keempatbelas, Pantang bagi suami jika istrinya menolak
keinginannya, kecuali jika istrinya sakit. "Apabila
suami memanggilnya ke tempat tidur tetapi ditolaknya
hingga suami marah, maka wanita itu tidur dalam laknat
malaikat hingga pagi hari," (Muttafaqqun Alaihi)
Kelimabelas, Hanya ketaqwaan Anda yang dapat menguasai
ego suami dan membantunya membentuk pribadi muslim
yang tangguh dan menjadi suami ideal.
Lelaki tidak mudah tertambat hatinya dengan ungkapan
"cinta". Tetapi cukup dengan keluhuran Anda dalam
berkorban untuk taat dan menyayangi dirinya. Karena
kaum laki-laki hanya keras pikirannya, tapi sensitif
perasaannya. (bay/berbagai sumber)