Rabu, 29 Oktober 2014

Surat dari Susi Pudjiastuti

28 October 2014, 13:20 WIB

Wajib Dibaca! Surat dari Susi Pudjiastuti untuk Pemimpin Masa Depan

Nama Susi Pudjiastuti terus melambung setelah Presiden Jokowi mengangkatnya menjadi menteri Kelautan dan Perikanan. Gayanya nyentrik, pembawaannya luwes dan menyenangkan.

Dalam Buku Surat dari dan untuk Pemimpin, yang diterbitkan oleh Tempo Institute, ada banyak pesan yang disampaikan para pemimpin. Salah satunya adalah surat Susi.

Inspirasi itu menular. Untuk itu, kami sajikan surat tersebut untuk pembaca;

Pemuda pemimpin masa depan…

Inilah sepenggal kisah dari saya;

Saya mengenal dunia usaha sejak remaja. Tepatnya sejak saya memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah tahun 1982. Waktu itu saya baru kelas 2 SMA.

Saya sadar dengan hanya berbekal ijazah SMP, tak akan ada satupun perusahaan yang mau mempekerjakan saya. Kalaupun ada hanya sebatas sebagai cleaning service.

Tapi pada saat itu saya yakin bahwa putus sekolah bukanlah akhir dari segalanya. Meskipun mungkin keputusan itu salah; saya tidak pernah menyesalinya.

Yang saya sangat tahu waktu itu adalah "School was just not my thing". Saya selalu punya keyakinan kalau kita mau berbuat sesuatu pasti akan ada jalan, saya selalu percaya bahwa manusia diberi pilihan untuk menciptakan jalan hidup yang dipilihnya.

Saya ciptakan sebuah usaha, pekerjaan yang yakin akan menghasilkan uang, di mana akhhirnya saya tidak harus bergantung dengan orang lain.

Saya tidak suka ketergantungan, karena ketergantungan akan mengurangi kemandirian. Tanpa kemandirian kita akan selalu dalam keterbatasan dalam menciptakan atau mengerjakan sesuatu, sehingga akhirnya hasilnya tidak sesuai dengan yang kita rencanakan.

Kehidupan nelayan di Pagandaran dan pesisir Pantai Selatan Jawa, begitu keras dan penuh resiko, dinihari melaut siang/sore baru pulang, setiap hari tidak peduli ombak atau cuaca untuk sebuah keyakinan.

Ini banyak memberikan kepada saya keyakinan & lebih mengerti makna hidup adalah sebuah keyakinan.

Masa-masa itu untuk bertahan hidup saya jualan Bed Cover, cengkeh, hingga akhirnya menjual ikan hasil tangkapan para nelayan. Pokoknya apa saja yang bisa saya kerjakan akan saya kerjakan.

Ketika pada akhirnya saya fokus di bisnis hasil tangkapan Lobster nelayan, peluang besar itu akhirnya datang. Tantangannya adalah saya harus membawa Lobster hidup dari Pangadaran ke Jakarta untuk diekspor ke luar negeri.

Perjalanan yang jauh, berjam-jam membuat angka kematian sangat tinggi. Hal ini membuat saya bertekad menerbangkan lobster-lobster hidup tadi dengan pesawat kecil ke Jakarta.

Para pemimpin masa depan, dalam hidup ini kita juga harus berani mengambil resiko.

Ini terjadi ketika saya kembali nekat memutuskan mendaratkan pesawat kecil saya di Meulaboh dan Pulau Simeuleu, setelah tsunami menggerus pesisir timur propinsi NAD.

Semua orang tergerak untuk membantu, termasuk saya. Tanpa izin terbang bahkan ijin operasi, tanpa kepastian bisa mendarat atau tidak, saya akhirnya bisa meyakinkan semua pihak, Meulaboh bisa ditembus lewat udara.

Dan sejak hari itu bantuan mengalir ke sana. Ini bukanlah kisah heroik saya.

Namun, ada perasaan "Hangat" (saya merasakan "good feeling" yang luar biasa !) menyusup ke dalam hati kita, ketika kita mampu berbuat sesuatu untuk orang lain karena kita bisa & memutuskan untuk melakukannya.

Keyakinan, keberanian seperti inilah yang membuat saya bertahan dan menjadi seperti sekarang ini; membawa pesawat-pesawat kecil saya menembus pedalaman, pelosok Indonesia.

Pemimpin masa depan, saya tahu tidaklah mudah memulai sebuah usaha di negeri kita tercinta ini.

Begitu banyak barikade yang harus kita hadapi, dari regulasi yang tidak fleksibel, paper work exercise yang berlapis yang mencekik kita, bahkan setelah kita menjadi sebesar sekarang.

Tapi itulah tantangan kita, untuk membuat lingkungan usaha lebih kondusif bagi semua pihak, untuk menciptakan lapangan kerja dan kesempatan untuk lebih banyak anak bangsa.

Yang saya lakukan hanyalah sebagian dari tujuan kita untuk menjadi bagian Indonesia. Memudahkan, mendekatkan anak-anak bangsa dengan ibu kota, atau kabupaten dengan propinsi.

Mengubah hari perjalanan menjadi hanya satu jam atau dua jam saja. Ikut berpartisipasi menjaga NKRI.

Pesan saya untuk para pemimpin masa depan: mulailah ubah pola pikir kita, untuk selalu mau bekerja keras jangan berleha-leha.

Sangatlah tidak pantas di negeri yang kaya raya; kita menjadi miskin. Seperti tikus mati di lumbung padi. Sumber daya apa yang kita tidak punyai di negeri ini?

Saya tahu saya orang yang tidak mau diatur, diperintah atau disuruh untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani, tapi itulah yang membuat saya menjadi manusia dengan pikiran merdeka.

Pemimpin masa depan, yakinlah keberhasilan kita untuk masa depan bangsa kita hanya kita dapatkan dengan jiwa & pikiran yang merdeka & mandiri.

Selamat berjuang.

Salam hangat,

Susi Pudjiastuti

Senin, 20 Oktober 2014

Pidato lengkap Jokowi saat pelantikan presiden di MPR:

"DI BAWAH KEHENDAK RAKYAT DAN KONSTITUSI"

JAKARTA, 20 OKTOBER 2014
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya

Yang saya hormati, para Pimpinan dan seluruh anggota MPR,
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya hormati, Bapak Prof Dr. BJ Habibie, Presiden Republik Indonesia ke 3, Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia ke-5, Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9, Yang saya hormati, Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Prof Dr Boediono, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-11,Yang saya hormati, ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,

Yang saya hormati, rekan dan sahabat baik saya, Bapak Prabowo Subianto. Yang saya hormati Bapak Hatta Rajasa
Yang saya hormati, para pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara,
Yang saya hormati dan saya muliakan, kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat,
Para tamu, undangan yang saya hormati,

Saudara-saudara sebangsa, setanah air,
Hadirin yang saya muliakan,

Baru saja kami mengucapkan sumpah, sumpah itu memiliki makna spritual yang dalam, yang menegaskan komitmen untuk bekerja keras mencapai kehendak kita bersama sebagai bangsa yang besar.

Kini saatnya, kita menyatukan hati dan tangan. Kini saatnya, bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Saya yakin tugas sejarah yang berat itu akan bisa kita pikul bersama dengan persatuan, gotong royong dan kerja keras. Persatuan dan gotong royong adalah syarat bagi kita untuk menjadi bangsa besar. Kita tidak akan pernah besar jika terjebak dalam keterbelahan dan keterpecahan. Dan, kita tidak pernah betul-betul merdeka tanpa kerja keras.

Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air, merasakan kehadiran pelayanan pemerintahan. Saya juga mengajak seluruh lembaga Negara untuk bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Saya yakin, Negara ini akan semakin kuat dan berwibawa jika semua lembaga negara bekerja memanggul mandat yang telah diberikan oleh Konstitusi.

Kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, pedagang asongan, sopir, akademisi, guru, TNI, POLRI, pengusaha dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong rotong. Inilah, momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama untuk bekerja…bekerja… dan bekerja

Hadirin yang Mulia,

Kita juga ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan, dengan martabat, dengan harga diri. Kita ingin menjadi bangsa yang bisa menyusun peradabannya sendiri. Bangsa besar yang kreatif yang bisa ikut menyumbangkan keluhuran bagi peradaban global.

Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk.

Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe, di Laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Presiden, Wakil Presiden ataupun jajaran Pemerintahan yang saya pimpin, tetapi membutuhkan topangan kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan seluruh bangsa.

Lima tahun ke depan menjadi momentum pertaruhan kita sebagai bangsa merdeka. Oleh sebab itu, kerja, kerja, dan kerja adalah yang utama. Saya yakin, dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan akan mampu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat.

Saya ingin menegaskan, di bawah pemerintahan saya, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sebagai negara kepulauan, dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, akan terus menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, yang diabdikan untuk kepentingan nasional, dan ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya, atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan atas nama bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Prof. Dr. Boediono yang telah memimpin penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun terakhir.

Hadirian yang saya muliakan,

Mengakhiri pidato ini, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung.

Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangkan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan Konstitusi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya kita bersama.

Merdeka !!!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga Tuhan memberkati,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya

sumber
http://klikbekasi.co/indonesiana/nas...agai-presiden/


Kamis, 16 Oktober 2014

Cara Alami Mengeluarkan Batu Empedu


Sekitar akhir 2013 saya merasakan sakit yang aneh diwilayah perut bagian atas, saya berpikir itu sakit mag. Baca-baca di internet katanya ada sakit mag kronis alias yang tidak sembuh setelah bertahun-tahun, well…saya memang punya sakit mag dan bisa dikatakan kronis tapi sakit yang dirasakan agak berbeda dibandingkan sakit mag biasa. Rasanya perut kembung terus, dan ketika habis makan terasa sakit sekali bukan hanya dibagian perut atas tapi hingga ke bagian punggung dibelakang. Kalau sakit mag karena sudah mengalami sejak SMP dulu saya cukup hafal dan mengenali yang pasti tidak seperti ini sakitnya. Dibawa ke dokter sempat juga dicek dengan USG kemungkinan adanya batu empedu, namun setelah di USG saat itu somehow hasilnya 'normal'. Dokter bilang harus dilakukan endoscopy untuk melihat kondisi perut terutama karena saya mengaku sudah lama menderita sakit mag kambuhan alias klo telat makan atau salah makan mag-nya kambuh. Saya pikir nanti-nati sajalah kalau endoscopy (padahal takut hehehe), mau coba dijaga saja pola makannya. Selang beberapa bulan masih belum sembuh juga, setiap hari rasanya perut terasa kembung dan rasanya makanan tidak tuntas dicerna. Mulai timbul keyakinan ini bukan masalah sakit mag, karena 'pengeluaran' harian pun lancar, klo sakit mag ya 'pengeluaran' kan seperti (sori) mencret2 terus. Ayah saya pernah mengalami hal yang sama dan beliau mengatakan ada masalah batu empedu. Dari hasil USG beliau terlihat ada batu empedu berukuran cukup besar, dan setelah menjalankan terapi dengan apel ini kembali di USG dan ternyata batu tsb sudah pecah, tersisa jadi 3 batu berukuran kecil. Beliau menceritakan bagaimana caranya mengeluarkan batu tersebut secara alami. Awalnya saya coba cari referensi tambahan di internet tapi susah ketemunya, begitu menggunakan kata kunci 'garam inggris batu empedu' sampailah pada tulisan ini. Isinya sama persis dengan metode yang dijabarkan ayah saya, berikut rujukan pada link asli dari seorang dokter dalam versi bahasa inggris. Saya sendiri suka lupa jika ditanya oleh teman, untuk itu akan saya post isi summarynya:

Cara Alami Membersihkan Batu Empedu dengan Apel MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH dengan APEL (English Version: Dr Lai Chiu Nan Gallstones natural ) remedy oleh Dr Lai Chiu-Nan Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat. Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. "Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama" kata Dr.Chiu-Nan. "Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya. Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ('nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal." Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan. Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut : 1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa. 2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang, aduklah satu sendok teh "Epsom salt" (magnesium sulfat, garam Inggris) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir teh minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu empedu. Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. "Batu-batu ini biasanya mengambang," menurut Dr. Chiu-Nan. "Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali. Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.

Berikut ini link summary tulisan dalam bahasa inggris, yang diambil dari sini:

REMOVING GALLSTONES NATURALLY by Dr Lai Chiu-Nan – Gallstones may not be everyone's concern but may lead to cancer. We all have them (big or small, many or few). "Cancer is never the 1st illness. There are a lot of other problems leading to cancer. I came across some materials stating that people with cancer usually had stones," said Dr Lee of China. One symptom of gallstones is a feeling of bloatedness after a heavy meal as if you can't digest the food. If it gets more serious, you feel pain in the liver area." Dr Lee offers the apple juice treatment which is good for those with a weak liver. Liver and gallbladder are closely linked. 1) Drink 1 glass (250ml) 100% apple juice 4 times a day for 5 days. 1 glass at breakfast, 1 glass at lunch, 1 glass at dinner & 1 glass before going to bed. It softens the gallstones. Eat normally. 2) On the 6th day, skip dinner. At 6pm, take a teaspoon of Epsom salt (magnesium sulphate) with a glass of warm water. At 8 PM, repeat the same for purging purpose. It helps to flush out all solid stuff. It also opens the gallbladder ducts. At 10 PM, drink half a glass of olive oil mixed with half a glass of lemon juice. The oil lubricates the stones to ease their passage. Lemon juice helps to extract the stones out from gallbladder ducts. Soon you will purge again. This time you can find greenish stuff floating in your toilet bowl, if you have gallstones. "You may want to count them. I have had people who passed out 40, 50 or up to 100 stones." as told by Dr Lee. "Even if you don't have any symptoms of gallstones, you still might have some. It's always good to give your gall bladder a clean-up every now and then."

Saya mulai mempraktekan dengan makan apel hijau dihari sabtu, hitungannya kan 6 hari sehingga hari ke-6 adalah hari kamis dimana waktu Qatar adalah menjelang weekend (jumat-sabtu), jadi kalaupun harus ke toilet berkali-kali tidak masalah. Makan apel setiap hari sebanyak 5 buah dengan cara dicicil, 3 biji di kupas dan dipotong-potong oleh istri saya serta dimasukan kedalam Tupperware untuk dibawa ke kantor. Sisa 2 biji di potong-potong juga dan dihabiskan setelah pulang kantor sampai malam hari. Sempat deg-degan tapi alhamdulillah keluar juga tuh pagi hari ke-7 setelah shalat subuh. Saya lihat ukuran batunya cukup besar dan jika dihitung jumlahnya lebih dari 5 (berikut yang kecil-kecil). Warnanya hijau dan mengapung berbentuk bulat. Saya akui memang dari pola makanan terlebih sejak tinggal di Qatar tidak baik, banyak sekali makan lemak jadi memang wajar jika terkena masalah batu empedu.IMG_1073Seperti yang diutarakan dalam tulisan diatas bahwa ini adalah cara alami, jadi bagus juga bagi mereka yang belum mengalami keluhan untuk membersihkan masalah batu empedu. Tapi biasanya jika sudah mengalami keluhan baru deh 'terpaksa' menjalani hehehe… Dalam tulisan tersebut dicantumkan jika memiliki masalah batu ginjal ada baiknya dikonsultasikan dengan dokter karena penggunaan garam inggris akan membawa masalah bagi yang bersangkutan. Yang pasti bagi saya penderita sakit mag metode ini tidak menyebabkan masalah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Saya sendiri cukup kapok dengan pola makan yang sembarangan dan menguatkan tekad untuk mulai teratur menjaga pola makan.

UPDATE: Ternyata setelah subuh itu bukan satu-satunya 'pengeluaran', beberapa jam setelah itu saya kembali ke toilet dan kembali mengeluarkan batu namun kali ini dalam jumlah yang sangat banyak, jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Bentuknya tetap sama, bahkan ada beberapa yang berukuran lebih besar daripada gambar diatas, mengapung dan berwarna hijau sehingga bisa dibedakan dengan isi perut yang lain dimana bagian tersebut tenggelam. Cara melihatnya cukup mudah (awalnya saya tidak bisa melihat batu mengambang), jika di toilet ada semprotan shower untuk WC, siram saja kedalam WC tsb selama beberapa saat sehingga bagian dari isi perut yg lain hanyut, dan batu empedu warna hijau tersebut akan mengambang. Alhamdulillah setelah melakukan terapi tersebut, perut saya kembali normal dan rasa kembung / penuh yang berbulan-bulan serta rasa sakit hingga punggung bagian belakang sampai kadang terasa mau pingsang menghilang, nafsu makanpun kembali normal.

UPDATE 2: Setelah share di media sosial Facebook sepertinya cerita pengalaman yang saya tulis ini mendapatkan efek Viral, banyak yang berkunjung untuk melihat isi artikel ini. Namun perlu saya tegaskan bahwa yang saya ceritakan ini berdasarkan pengalaman pribadi (dan juga berdasarkan pengalaman ayah saya sendiri sehingga lebih yakin) dan alhamdulillah berhasil dengan baik, simptom2 rasa sakit yang dialami hilang. Saya coba jalankan juga karena bahan-bahan yang dibutuhkan toh makanan alami (apel, sari jeruk, minyak zaitun), sempat was2 masalah 'garam inggris' namun setelah cari referensi tambahan ternyata disebutkan 'aman' untuk dikonsumsi dengan jumlah tertentu karena termasuk obat pencahar sehingga lebih yakin untuk mencoba metode ini, saya sendiri tidak tau detail tentang masalah batu empedu karena bukan dokter :). Setelah baca artikel ini, mohon dibaca juga beberapa komentar dibawah karena ada yang share pengalaman mengalami masalah batu empedu sudah tahap serius (terlalu besar) dan mencoba metode alami ini namun pada akhirnya tetap harus dilakukan tindakan medis. Ada juga yang share lebih detail mengenai masalah batu empedu dan saluran-saluran didalamnya.

Terima Kasih sudah berkunjung dan membaca.

Sumber : 

http://msahputra.wordpress.com/2014/05/02/cara-alami-mengeluarkan-batu-empedu/