Selasa, 23 Agustus 2016

KENAPA MUSTI UJUB


Seorang penyair berkata :
*"Jauhilah penyakit ujub, sesungguhnya penyakit ujub akan menggeret amalan pelakunya ke dalam aliran deras arusnya...*

Lantas kenapa kita begitu waspada terhadap riyaa namun melalaikan penyakit ujub…?

Sesungguhnya racun *ujub akan mengantarkan pelakunya kepada penyakit-penyakit kronis lainnya,* diantaranya :

-         Lupa untuk bersyukur kepada Allah, bahkan malah mensyukuri diri sendiri, seakan-akan amalan yang telah dia lakukan adalah karena kehebatannya

-         Lenyap darinya sifat tunduk dan merendah dihadapan Allah yang telah menganugrahkan segala kelebihan dan kenikmatan kepadanya

-         Terlebih jelas lagi lenyap sikap tawadhu' dihadapan manusia

-         Bersikap sombong (merasa tinggi) dan merendahkan orang lain, tidak mau mengakui kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Jiwanya senantiasa mengajaknya untuk menyatakan bahwasanya dialah yang terbaik, dan apa yang telah diamalkan oleh orang lain merupakan perkara yang biasa yang tidak patut untuk dipuji. Berbeda dengan amalan dan karya yang telah ia lakukan maka patut untuk diacungkan jempol.

Kalimat indah yang pernah diucapkan oleh seorang ulama :
*"Orang yang ujub merasa bahwa dirinya paling tinggi dihadapan manusia yang lain… bahkan merasa dirinya lebih tinggi di sisi Allah.., namun pada hakikatnya dialah orang yang paling rendah dan hina di sisi Allah".

Kenapa Mesti Ujub?

Sebelum kita terlena dengan ujub yang menggerogoti hati kita maka hendaknya kita renungkan tentang diri kita. Kenapa kita ujub..??, bukankah kita ujub karena amalan kita serta hasil karya yang banyak dan hebat…??. Jika perkaranya demikian maka hendaknya renungkanlah perkara-perkara berikut ini :

Pertama : Sudah yakinkah amalan-amalan kita tersebut dibangun di atas keikhlasan kepada Allah??

Ikhlas merupakan perkara yang sangat mulia, yang menjadikan pelakunya menjadi sangat tinggi dan mulia di sisi Allah. Orang yang ikhlas hatinya hanya sibuk mengaharapkan keridhoan Allah dan tidak peduli dengan komentar dan penilaian manusia yang tidak memberi kemanfaatan dan tidak memudhorotkan. Yang paling penting baginya adalah penilaian Allah terhadap amalannya.

Orang yang ikhlas adalah orang yang amalannya tatkala bersendirian lebih banyak daripda amalannya tatkala dilihat oleh orang lain.

Kedua : Bukankah banyak hal yang bisa menggugurkan amalan-amalan kita tersebut??

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata "Penggugur dan perusak amalan sangatlah banyak.

وَلَيْسَ الشَّأْنُ فِي الْعَمَلِ إِنَّمَا الشَّأْنُ فِي حِفْظِ الْعَمَلِ مِمَّا يُفْسدُهُ وَيُحْبِطُهُ

Dan yang penting adalah bagaimana menjaga amal agar tidak rusak dan gugur bukan yang penting adalah beramalnya.

Riyaa' –meskipun sekecil apapun- merupakan penggugur amal, dan bentuk-bentuknya sangatlah banyak.  Demikian juga amalan yang tidak dibangun diatas ittibaa' sunnah juga merupakan penggugur amalan. Sikap al-mann dalam hati terhadap Allah (yaitu merasa telah berbuat baik kepada Allah dengan mengungkit-ngungkit dan menyebut-nyebut kebaikan tersebut -pen) juga menghancurkan amalan. Demikian juga sikap al-mann (yaitu mengungkit-ngungkitnya) dalam sedekah, berbuat kebaikan, dan bersilaturahmi juga membatalkan amalan, sebagaimana firman Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالأذَى  

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) (QS Al-Baqoroh : 264)

Dan mayoritas manusia tidak mengetahui tentang hal-hal buruk yang bisa menggugurkan amalan-amalan kebajikan. Allah telah berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لا تَشْعُرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari (QS Al-Hujuroot : 2)

Maka (dalam ayat ini-pen) Allah telah mengingatkan kaum mukminin agar amalan mereka tidak gugur karena mereka mengeraskan suara mereka kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana mereka mengeraskan suara diantara mereka. Hal ini bukanlah kemurtadan akan tetapi merupakan kemaksiatan yang menggugurkan amalan dan pelakunya tidak sadar. Maka bagaimana lagi dengan orang yang mendahulukan perkataan seseroang di atas perkataan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, petunjuknya, dan jalannya??, bukankah amalannya telah gugur dan dia dalam keadaan tidak sadar??!!

Diantara hal yang menggugurkan amalan adalah sebagaimana sabda Nabi

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْر فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

"Barangsiapa yang meninggalkan sholat ashar maka telah gugur amalannya" (HR Al-Bukhari no 553)

Dan termasuk dalam hal ini perkataan Aisyah –semoga Allah meridhoinya dan meridhoi ayahnya- kepada Zaid bin Arqom rahdiallahu 'anhu tatkala melakukan transaksi dengan sistem 'iinah (riba)

إِنَّهُ قَدْ أَبْطَلَ جِهَادَهُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ إِلاَّ أَنْ يَتُوْبَ

"Sesungguhnya ia (Zaid) telah menggugurkan (pahala) jihadnya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali jika ia bertaubat"

Transaksi dengan system 'iinah bukanlah kemurtadan, paling banter ia merupakan kemaksiatan.

Oleh karenanya mengetahui perkara-perkara yang bisa membatalkan amal tatkala amalan sedang dikerjakan dan demikian juga hal-hal yang bisa membatalkan amal setelah dikerjakannya amal merupakan perkara yang sangat penting untuk diketahui oleh seorang hamba dan diwaspadai serta untuk mengecek dirinya" (Al-Wabil As-Shoyyib 21-22)

Ketiga : Bukankah penilaian Allah yang paling utama adalah tentang hati dan keimanan seseorang?, bukan hanya sekedar6 amalan yang dzohir??

Betapa banyak orang yang dzohirnya kurang amalannya dan seakan-akan mata kita merendahkannya, namun ternyata ia sangat tinggi di sisi Allah. Sebagai contoh nyata adalah Uwais Al-Qoroni rahimahullah (lihat http://www.firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/17-tabiin-terbaik-uwais-al-qoroni)

Keempat : Betapa banyak dosa yang kita lakukan tanpa kita sadari, dan betapa banyak dosa yang kita lakukan dan kita sadari namun kita melupakannya??

Betapa sering kita melupakan dosa-dosa yang kita lakukan.., bukankah terlalu banyak dosa yang dilakukan oleh kedua mata kita..??, dosa yang dilakukan oleh kedua telinga kita..??, dosa-dosa yang dilakukan oleh lisan kita..??, dosa-dosa yang dilakukan oleh hati kita…??

Sebagai contoh, coba sekarang kita berusaha untuk mengingat kembali dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh lisan kita..??, apakah kita masih ingat siapa saja yang pernah kita ghibahi..??, siapa saja yang pernah kita sakiti hatinya dengan perkataan kita…??. Tentu kebanyakannya telah kita lupakan.

Belum lagi dosa-dosa yang pernah kita lakukan dengan hati kita..??

Bukankah takabbur, hasad, berburuk sangka juga merupakan dosa…??

Jika perkaranya demikian…bahwasanya tidak satu amalanpun yang kita yakini kita lakukan ikhlas karena Allah…dan tidak satu amalanpun yang ikhlas kita lakukan lantas kita yakin pasti diterima oleh Allah karena selamat dari hal-hal yang merusaknya…, maka apakah yang bisa kita banggakan untuk bisa ujub di hadapan Allah dan merasa lebih baik dari orang lain…???.

📝Oleh : Firanda Andirja

www.firanda.com

Senin, 22 Agustus 2016

Tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah

*لا حول ولا قوة الا بالله*

Adzan adalah panggilan untuk sholat. Ketika muadzin mengumandangkan adzan, orang yg mendengarnya disunahkan menjawab adzan tersebut dengan jawaban yg sama. Ketika muadzin mengucapkan Allahu akbar, yg mendengar membalas dengan ucapan Allahu akbar, begitu seterunya. Kecuali pada lafaz
حي على الصلاة
حي على الفلاح
Kita membalasnya bukan dgn ucapan yg sama, namun dengan ucapan
لا حول ولا قوة إلا بالله
Imam ibnul qayyim dalam kitab zaadul ma'aad menyebutkan: "Menjawab ucapan hayya 'ala sholaah dan hayya 'alal falaah, dengan ucapan laa haula walaa quwwaata illaa billaah, mengandung hikmah bagi muadzin dan yg mendengar. Kata2 dalam adzan adalah dzikir, maka bagi yg mendengar hendaknya mengucapkan kalimat yg sama. Sedangkan kalimat hayyaa 'ala sholaah adalah panggilan untuk sholat, maka disunahkan bagi yg mendengar seruan ini (hayyaa 'ala sholaah) meminta pertolongan kepada Allah lewat kalimat
*لا حول ولا قوة إلا بالله*
Agar bisa melaksanakan sholat tsb."

Kalimat لا حول ولا قوة إلا بالله saat menjawab adzan mengajarkan kita bahwa kita tidak mampu melakukan sebuah ketaatan tanpa hidayah Allah. Dengannya kita semakin menyadari kelemahan diri kita hingga kita bisa terhidar dari sifat 'ujub.

Maka,
Apabila kita mampu menyelesaikan bacaan quran kita,ditengah padatnya aktivitas kita,sedangkan orang lain lalai dari alquran,mulai terbesit dlm hati kita 'ujub. Ucapkanlah لا حول ولا قوة إلا بالله, agar kita segera sadar ternyata kita mampu membaca Alquran itu atas hidayah Allah.

Apabila kita mampu menjaga sholat (sholat awal waktu), sedangkan orang lain terperangkap dlm bisnis dan pekerjaannya hingga mereka melalaikan sholat,lalu mulai terbesit dlm hati kita 'ujub. Maka ucapkanlah لا حول ولا قوة إلا بالله، agar kita sadar bahwa ternyata kemampuan kita bisa sholat awal waktu itu atas hidayah Allah.

Jika kita mampu berinfaq,saat orang lain begitu kikir dan tdk peduli dengan penderitaan saudaranya,lalu secara perlahan terbesit sifat ujub dlm hati kita. Ucapkanlah لا حول ولا قوة إلا بالله. Agar kita sadar ternyata mudahnya kita berinfaq semata2 bukan karena kita banyak harta namun karena petunjuk Allah.

Ketika kita mampu mengajarkan kebaikan pada orang lain, memberi pencerahan, menjawab permasalahan-permasalahan keagamaan,lalu secara perlahan terbesit sifat 'ujub dalam hati kita,betapa luasnya ilmu kita,betapa berapa banyak orang tlah bertaubat lewat tausiyah kita. Ucapkanlah لا حول ولا قوة إلا بالله، agar kita sadar bahwa Allahlah yg membimbing kita,hingga menjadi orang yg berilmu,tanpa itu kita bukan siapa2 dan tak memiliki apa2.

Saat kita mampu mendidik anak-anak kita menjadi anak2 yg sholeh dan sholehah, sedangkan orang lain keluarganya berantakan, padahal orang tuanya berilmu,mapan dsb. Lalu secara halus,lahir ujub dlm diri kita. Ucapkanlah لا حول ولا قوة إلا بالله، agar kita sadar semuanya berkat izin Allah.

Kita mengucapkan لا حول ولا قوة إلا بالله bukan saja pada saat sulit,namun juga saat kita akan beribadah. Sebab, melakukan ibadah itu sulit kecuali bagi orang dimudahkan oleh Allah.

Sumber dari kesombongan adalah perasaan lebih. Lebih kaya, lebih tampan,lebih pandai,lebih peduli,lebih sabar, lebih soleh dll. Dan kalimat لا حول ولا قوة إلا بالله yg diucapkan dg penuh penghayatan bisa menghilangkan sifat ujub yg merupakan cikal bakal kesombongan.

والله أعلم بالصواب.
Bidang Dakwah IKADI Kota Ambon

Jumat, 19 Agustus 2016

TIGA DOA

Jangan engkau lupakan dalam Sujudmu..!!!

1⃣ Mintalah di wafatkan dalam keadaan Husnul Khotimah

١. اللهم إني أسألك حسن الخاتمة.

Allahumma inni as'aluka Husnul Khotimah.

Artinya : " Yaa Allah...
Aku meminta kepada-MU Husnul Khotimah "

2⃣ Mintalah agar kita diberikan Kesempatan Taubat sebelum wafat

٢. اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت.

Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal mauti.

Artinya: " Yaa Allah...
Berilah aku rezeki Taubat Nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat ".

3⃣ Mintalah agar Hati kita ditetapkan diatas Agama-Nya.

٣. اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك.

Allahumma yaa Muqollibal Quluub tsabbit qolbii 'ala diinik.

Artinya: " Yaa Allah...
Wahai Sang Pembolak Balik Hati.., Tetapkanlah Hatiku pada agama-MU ".

🌹
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

*Doa Mustajab di Waktu Sahur*
(Copasan dr tetangga)

Sebagian kita mengira bahwa waktu sahur hanyalah waktu untuk menyantap makanan. Padahal waktu tersebut bisa pula kita gunakan untuk memanjatkan doa kepada Allah Ta'ala, untuk memohon setiap hajat-hajat kita.

Dalam hadits muttafaqun 'alaih, dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

"Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

Imam Nawawi berkata bahwa bentuk keberkahan makan sahur di antaranya adalah karena waktu itu orang bangun, ada dzikir dan do'a pada waktu mulia tersebut. Saat itu adalah waktu diturunkannya rahmat serta diterimanya doa dan istighfar. (Syarh Shahih Muslim, 9: 182)

Dalam hadits ini kita akan melihat keberkahan waktu sahur tersebut. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

"Rabb kita tabaroka wa ta'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, "Siapa saja yang berdo'a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni." (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).

Imam Nawawi berkata, "Pada waktu itu adalah waktu tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu." (Idem, 6: 36).

Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, "Doa dan istighfar di waktu sahur adalah  diijabahi (dikabulkan)." (Fathul Bari, 3: 32).

Hal di atas dikuatkan dengan firman Allah Ta'ala,

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

"Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur."  (QS. Ali Imran: 17).

Jadi jangan sibukkan diri di waktu sahur dengan aktivitas makan saja. Ambillah kesempatan untuk shalat malam, yang penting tidak ada dua witir dalam satu malam. Lalu tambahlah dengan panjatkan doa sesuai dengan hajat yang kita minta.

Semoga Allah perkenankan setiap doa kita di bulan Ramadhan.
Aamiin...

والله اعلم بالصواب

Semoga bermanfa'at...

بَارَكَ اللهُ فِيْك

Jangan berhenti berdo'a

Bismillah,

Allah pasti akan memberi jawaban do'a seseorang selama ia tak tergesa2. Lantas para sahabat bertanya *_" fa kaifa ya'jal ya Rasulullah?"_* bagaimanakah yg tergesa-gesa itu?

Maka Rasulullah ﷺ menjawab " dia yg berkata" aku sudah berdo'a, aku sudah berdo'a, tetapi Allah belum juga mengabulkannya" lalu ia tinggalkan doa."

Sementara doa itu punya batas sesuai dengan kadar bobot doanya..

Nabi Zakariya, berapa lama ia berdoa agar dikaruniai anak? 70 thn lamanya baru Allah kabulkan. Ini nabi yg dekat dengan Allah, walau begitu Allah kabulkan setelah 70 tahun. Lalu bagaimana dgn anda yg tidak dekat dengan Allah?  Sabar saja...

Ada orang yang baru berdoa 2 minggu,sebulan, blm dikabulkan sudah pesimis dan tidak mau lagi berdoa.

🌾Sabar... Nikmati prosesnya..jangan isti'jal dalam berdoa alias tergesa gesa..

Nabi ayyub, Allah beri ia kenikmatan selama 20 tahun lamanya, dengan kebun kurma,12 orang anak yg gagah perkasa. Dan jadilah ia raja,orang,nabi terkaya di kaumnya..

🌪Lalu Allah uji ia, Allah hancurkan semuanya dalam 3 hari.

Hari pertama Allah beri ia penyakit kusta sampai kaumnya pergi meninggalkanya..

Hari kedua Allah kirimkan badai dan hama yg menghancurkan seluruh kebun dan peternakanya..

Hari ketiga, ini adalah hari terberat dalam hidup nabi Ayyub. Allah wafatkan 12 anaknya dalam sehari tanpa sebab apapun...

Hanya tinggal istrinya.

Sampai 18 tahun ujian, istrinya berkata " wahai nabi Allah, berdoalah pada tuhanmu agar menghilangkan ujianmu, tidak perlu mengembalikan semua, cukup agar penyakitmu sembuh"

Apa kata nabi Ayyub? "wahai istriku berapa lama Allah beri kita nikmat?"

"20 tahun" kata istrinya..

"aku masih malu untuk minta sama Allah" itu jawaban nabi Ayyub.

Tepat 20 tahun, nabi Ayyub berdoa ya Allah abadikan dalam surat al-anbiya' *_" robbi anni massaniyadh dhur, wa anta arhamur rohimin"_* ya Allah, aku telah ditimpa suatu musibah, sedang engkau adalah arhamur rohimin"

Telah sampai batasnya, telah tiba waktunya Allah kabulkan doanya. Allah berfiman *_"fastajbna lahu ,wa kasyafna bihi min dhur, wa atainahu ahlahu wa mitslahu ma'ah"_* maka Kami kabulkan doanya, Kami kembalikan keluarganya dan yg semisalnya bersamanya"

Dalam 3 hari pula Allah kembalikan semuanya.

Hari pertama Allah sembuhkan penyakitnya..

Hari kedua , kaumnya yg mendengar berita kesembuhanya kembali dengan membawa hadiah,entah kebun,sapi dll...

Hari ketiga, Allah jadikan istrinya setiap tahun melahirkan 2 bayi kembar sampai anak nabi ayub berjumlah 24.

Allah beri nabi ayub dua kali lipat...

Nabi ya'qub, berapa lama ia berdoa agar Allah pertemukan dengan Yusuf 'alaihissalam? Berpuluh2 tahun. Sampai ada yang mengatakan 40 thn.

Nabi Musa, berapa lama Ia berdoa kepada Allah untuk kebinasaan fir'aun seperti tersebut dalam surat yunus 88-89? Berpuluh puluh tahun.

Ibrahim 'alaihissalam, berapa lama berdoa kepada Allah agar dikarunia anak? Berpuluh puluh tahun..

Dan Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam, berapa lama beliau berdoa agar Allah memindahkan kiblat dari al aqsha ke al haram? Bertahun tahun lamanya..

Sabar... Nikmati prosesnya..

Akan ada batas waktunya dimana doa itu akan terkabul..

Apa kata ibnul qoyyim tentang doa?
*_Doa itu ibarat panah yg dilesatkan ke langit. Tapi untuk mencapai ke langit itu butuh waktu..._*

Semoga bermanfaat....

Adab-Adab Menjenguk Orang yang Sakit


1. Hendaknya dalam mengunjungi orang yang sakit diiringi dengan niat yang ikhlas dan tujuan yang baik. Seperti misalnya yang dikunjunginya adalah seorang ulama atau teman yang shalih, atau engkau mengunjunginya dalam rangka untuk beramar ma'ruf atau mencegah kemunkaran yang dilakukan dengan lemah lembut atau dengan tujuan memenuhi hajatnya atau untuk melunasi hutangnya, atau untuk meluruskan agamanya atau untuk mengetahui tentang keadaannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

مَنْ عَادَ مَرِيْضاً أَوْ زَارَ أَخاً لَهُ فِي اللهِ أَيْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ نَادَاهُ مُنَادٍ بِأَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلاً.

"Barangsiapa mengunjungi orang yang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah atau di jalan Allah, akan ada yang menyeru kepadanya, 'Engkau telah berlaku mulia dan mulia pula langkahmu (dalam mengunjunginya), serta akan kau tempati rumah di Surga."
[HR. At-Tirmidzi no. 2008, Ibnu Majah no. 1433, hasan. Lihat Misykaatul Mashaabih no. 5015 oleh Imam al-Albani]

2. Hendaknya memperhatikan situasi dan kondisi yang sesuai ketika hendak menjenguk. Janganlah memberatkan orang yang dijenguk dan pilihlah waktu yang tepat.

Jika orang yang sakit dirawat di rumah hendaknya meminta izin terlebih dahulu sebelum menjenguknya, mengetuk pintu rumahnya dengan pelan, menundukkan pandangannya, menyebutkan perihal dirinya, dan tidak berlama-lama karena bisa jadi itu dapat membuatnya lelah.

3. Hendaknya orang yang menjenguk mendo'akan orang yang sakit dengan kesembuhan dan kesehatan. Hal ini berdasarkan hadits berikut ini:

إِذَا دَخَلَ عَلَى مَنْ يَعُوْدُ قَالَ: لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ.

"Apabila beliau mengunjungi orang yang sakit, beliau berkata, _*'laa ba'sa thahuurun in syaa Allah*_ *(tidak mengapa semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah)."*
[HR. Al-Bukhari no. 5656]

4. Mengusap bagian yang sakit dengan tangan kanan dan mengucapkan:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً.

"Ya Allah, Rabb pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, Engkau-lah Yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit." [HR. Al-Bukhari no. 5743 dan Muslim no. 2191 (46). Dan lafazh seperti ini berdasarkan riwayat Muslim]

5. Hendaknya menundukkan pandangan (tidak menatap dengan tajam), sedikit bertanya, menunjukkan belas kasih kepada yang sakit, menasehatinya untuk senantiasa bersabar terhadap penderitaan sakitnya karena hal itu mengandung pahala yang besar dan mengingatkan agar tidak berkeluh kesah karena hal tersebut hanya akan menimbulkan dosa dan menghilangkan pahala.

6. Apabila melihat orang yang tertimpa cobaan musibah dan penyakit hendaklah berdo'a dengan suara yang pelan untuk keselamatan dirinya, do'a tersebut adalah:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً.

"Segala puji bagi Allah Yang menyelamatkan aku dari musibah yang Allah timpakan kepadamu. Dan Allah telah memberikan kemuliaan kepadaku melebihi orang banyak."
[HR. At-Tirmidzi no. 3431 dan Ibnu Majah no. 3892. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 602]

-----------

[Disalin dari kitab Aadaab Islaamiyyah, Penulis 'Abdul Hamid bin 'Abdirrahman as-Suhaibani, Judul dalam Bahasa Indonesia Adab Harian Muslim Teladan, Penerjemah Zaki Rahmawan, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir Bogor, Cetakan Kedua Shafar 1427H – Maret 2006M]
_______

Sumber: https://almanhaj.or.id/4011-adab-adab-bagi-orang-sakit-dan-yang-menjenguknya.html

KEJAMNYA WAKTU SUBUH

Bismillahirrahmaanirrahiim

Saya yakin di antara kita sudah mengetahui ke istimewaan waktu Subuh.
Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dengan kacamata yang lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya.

Allah SWT bersumpah dalam Al Fajr ;
" Demi fajar ( waktu subuh ). "
Kemudian dalam Al Falaq, Allah SWT mengingatkan ;
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
" Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai waktu subuh. "

1. Ada apa di balik waktu Subuh ... ???
2. Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh ... ???
3. Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh ... ???
4. Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya ...

Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api ...

Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan ...

Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yg disiram bensin ...

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang kita, uang dan semua perhiasan emas digondolnya.

Uang cash ratusan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting kita juga digasaknya. Eh, mobil yg belum lunas juga dirampoknya.

Bagaimana rasa pedih hati kita menerima kenyataan ini ... ???

Ketahuilah ... !!!
_ Bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu.
_ Karena jika kita tergilas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar kehilangan laptop dan mobil.
_ Kita kehilangan dunia dan segala isinya.

_ Ingat sabda Rasulullah SAW ;
" Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya. " ( HR Muslim ).

_ Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia.
Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 ( 0,7% ) saja pahala shalatnya.

Dalam suatu mahfum hadits ;
"Dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk" ( HR Muslim ).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar.
_ Shalat selama sepuluh jam, atau kurang lebih 150 kali shalat, Betapa agung fadhilah shalat Subuh berjamaah ini.

Betapa malangnya orang yang tergilas waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

_ Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yg disiram bensin.

Mengapa demikian ... ???
Tahukah Anda bahwa Nabi Muhammad SAW menyetarakan dengan orang Munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah.
"Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang Munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak"
( HR Bukhari Muslim ).

_ Orang yang tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah orang yang dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dgn orang Munafik.

_ Padahal, ancaman bagi orang Munafik adalah neraka Jahannam.
" Sesungguhnya Allah SWT akan mengumpulkan orang-orang2 Munafik dan orang-orang Kafir di dalam Jahannam " ( An Nisa : 140 ).

Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yang disiram bensin ... ???

Nah, agar tidak merasakan gilasan waktu Subuh yang lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusan waktu Subuh yang lebih berbahaya dari kobaran api, maka ;
" Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai waktu subuh "
(QS. Al Falaq : 1).

Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat shalat Shubuh berjamaah di masjid.

Semoga bermanfaat.

www.pengusahamuslimindonesia.com

QUOTES ULANG TAHUN


Ternyata ULANG TAHUN ada Dalam INJIL MATIUS 14 : 6 dan INJIL MARKUS 6 :21

Mungkin kurangnya pengetahuan mengenai "ke-Aqidah-an", masih banyak ummat Islam yang mengikuti ritual paganisme ini.

Bahkan tidak menutup kemungkinan para ustadz dan ustadzahpun ikut merayakannya dan terjebak di dalamnya.

Apalagi gencarnya media televisi dan media massa lainnya mempublikasikan seremonialnya yang terkadang dilakukan oleh beberapa da'i muda atau yang bergelar ustadz [setengah artis, katanya sih !].

Ditambah lagi kebiasaan ini sudah jamak dan menjadi hal yang seakan-akan wajib apabila ada anggota keluarga, rekan atau sahabat yang memperingati hari lahirnya.

Dan tak kurang kelirunya sejak di Taman Kanak-kanak dan SD sudah diajarkan secara praktek langsung bahkan ada termaktub dalam buku-buku kurikulum mereka . Wallahu a'lam.

Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka. Pada masa-masa awal Nasrani generasi pertama (Ahlul Kitab / kaum khawariyyun / pengikut nabi Isa) mereka tidak merayakan Upacara UlangTahun, karena mereka menganggap bahwa pesta ulang tahun itu adalah pesta yang mungkar dan hanya pekerjaan orang kafir Paganisme.

Pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 14:6; Tetapi pada HARI ULANG TAHUN Herodes, menarilah anak Herodes yang perempuan, Herodiaz, ditengah-tengah meraka akan menyukakan hati Herodes. (Matius14 : 6) Dalam Injil Markus 6:21

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada HARI ULANG TAHUNNYA mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.

(Markus 6:21) Look at the Bible, Matthew 14 : 6 and Mark 6:21; celebrating of birthday is Paganism, and Jesus (Isa, peace be upon him) doesn't to do it, but Herod. Matthew 14:6 : "But when Herod's birthday was kept, the daughter of Herodias danced before them, and pleased Herod". Mark 6:21 : And when a convenient day was come, that Herod on his birthday made a supper to his lords, and the high captains, and the chief men of Galilee.

Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilinpun ditiup. (Baca buku :Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298)

Sudah menjadi kebiasaan kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga maupun teman, sahabat pada hari ULTAHnya. Bahkan tidak sedikit yang aktif dakwah (ustadz dan ustadzah) pun turut larut dalam tradisi jahiliyah ini.

Sedangkan kita sama-sama tahu bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Nabi kita yang mulia MUHAMMAD Shalallah Alaihi Wasallam, dan kita ketahui Rasulullah adalah orang yang paling mengerti cara bermasyarakat, bersosialisasi, paling tahu bagaimana cara menggembirakan para sahabat-sahabatnya.

Rasulullah paling mengerti bagaimana cara mensyukuri hidup dan kenikmatannya. Rasulullah paling mengerti bagaimana cara menghibur orang yang sedang bersedih.

Rasulullah adalah orang yang paling mengerti CARA BERSYUKUR dalam setiap hal yang di dalamnya ada rasa kegembiraan.

Adapun tradisi ULANG TAHUN ini merupakan tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum paganisme, maka Rasulullah memerintahkan untuk menyelisihinya.

Apakah Rasulullah pernah melakukannya ?
Apakah para sahabat Rasululah pernah melakukannya ?

Apakah para Tabi'in & Tabiut tabi'in pernah melakukannya ?
Padahal Herodes sudah hidup pada jaman Nabi Isa.

Apakah Rasulullah mengikuti tradisi ini ?

Apakah 3 generasi terbaik dalam Islam melakukan ritual paganisme ini ?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi'in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi'ut tabi'in)." (Hr. Bukhari & Muslim/Muttafaq 'alaih)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian mencela seorang pun di antara para sahabatku. Karena sesungguhnya apabila seandainya ada salah satu di antara kalian yang bisa berinfak emas sebesar Gunung Uhud maka itu tidak akan bisa menyaingi infak salah seorang di antara mereka; yang hanya sebesar genggaman tangan atau bahkan setengahnya saja." (Muttafaq 'alaih/Bukhari & Muslim)

Rasulullah pernah bersabda: "Kamu akan mengkuti cara hidup orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk kedalam lobang biawak kamu pasti akan memasukinya juga".

Para sahabat bertanya,"Apakah yang engkau maksud adalah kaum Yahudi dan Nasrani wahai Rasulullah?"

Rasulullah menjawab:"Siapa lagi jika bukan mereka?!".

Rasulullah bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ "

Man tasabbaha biqaumin fahua minhum" (Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka."( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar).

Allah berfirman;

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS. Al Baqarah : 120)

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran , pengelihatan, dan hati, semuannya itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Isra':36) "

… dan kamu mengatakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar." (QS. an-Nuur: 15)

Janganlah kita ikut-ikutan, karena tidak mengerti tentang sesuatu perkara.

Latah ikut-ikutan memperingati Ulang Tahun, tanpa mengerti darimana asal perayaan tersebut. Ini penjelasan Nabi tentang sebagian umatnya yang akan meninggalkan tuntunan beliau dan lebih memilih tuntunan dan cara hidup diluar Islam.

Termasuk juga diantaranya adalah peringatan perayaan ULTAH, meskipun ditutupi dengan label SYUKURAN atau ucapan selamat MILAD atau Met MILAD seakan-akan kelihatan lebih Islami.

Ingatlah !

Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasul.

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

"Barangsiapa beramal dengan suatu amalan yang "tidak ada perintah dari kami padanya" maka amalan tersebut TERTOLAK (yaitu tidak diterima oleh Allah)." [HR. Muslim]

Rasulullah, para sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in adalah orang yang PALING MENGERTI AGAMA ISLAM.

Mereka tidak mengucapkan dan tidak memperingati Ulang Tahun, walaupun mungkin sebagian manusia menganggapnya baik.

Pahamilah "Kaidah" yang agung ini;

لو كان خيرا لسبقون اليه

"Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilaihi" SEANDAINYA PERBUATAN ITU BAIK, MAKA RASULULLAH, PARA SAHABAT, TABI'IN DAN TABIUT TABI'IN PASTI MEREKA LEBIH DAHULU MENGMALKANNYA DARIPADA KITA.

Karena mereka paling tahu tentang nilai sebuah kebaikan daripada kita yang hidup di jaman sekarang ini. Jika kita mau merenung apa yang harus dirayakan atau disyukuri BERKURANGNYA usia kita?

Semakin dekatnya kita dengan KUBUR?

SUDAH SIAPKAH kita untuk itu?

Akankah kita bisa merayakannya tahun depan?

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri MEMPERHATIKAN apa yang telah diperbuatnya UNTUK HARI ESOK (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)

Seorang muslim dia dituntut untuk MUHASABAH setiap hari, karena setiap detik yang dilaluinya TIDAK akan pernah kembali lagi sampai nanti dipertemukan oleh ALLAH pada hari penghisaban , yang tidak ada yang bermanfaat pada hari itu baik anak maupun harta kecuali orang yang menghadap ALLAH dengan membawa hati yang ikhlas dan amal yang soleh.

Jadi, alangkah baiknya jika tradisi jahiliyah kaum kafirin ini kita buang jauh-jauh dari diri kita, keluarga dan sohib sehingga kita tidak termasuk orang yg merugi...

Kamis, 11 Agustus 2016

BERUPAYA AGAR HATI KITA IKHLAS


● Ikhlas itu….
Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

● Ikhlas itu…
Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

● Ikhlas itu…
Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

● Ikhlas itu…
Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

● Ikhlas itu…
Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

● Ikhlas itu…
Ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

● Ikhlas itu..
Ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

● Ikhlas itu…
Ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

● Ikhlas itu…
Ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat langkah.

● Ikhlas itu…
Ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

● Ikhlas itu…
ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.

● Ikhlas itu….
Gampang diucapkan, tapi sulit diterapkan , karena....
MAKNA SUBTANSI IKHLAS :

1. MAU DAN RELA DIATUR OLEH HUKUM ALLAH DAN SUNNAH RASULLAH MUHAMMAD SAW .

2 . SIAP MENANGGUNG RESIKO APAPUN DALAM MENEGAKKAN AJARAN ISLAM.

3. BERSIKAP ISTIQOMAH , YAITU SELALU OPTIMIS WALAUPUN TIDAK ADA YG BANTU , BERANI LAWAN SIAPAPUN dan MUTMAINNAH = BERJIWA YG TENANG DAN TENTRAM HATINYA….. namun tidak mustahil diusahakan….

● Ikhlas itu...
Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya

IKHLAS
Ikhlas itu...tak bisa di buktikan dengan kata: Aku ikhlas kok.
Ikhlas itu... Memberi tanpa menoleh lagi apa yang kita beri.
Ikhlas... itu berbuat baik meski tak seorangpun melihat.
Ikhlas itu... menolong tanpa mengharap pamrih.
Ikhlas itu... memberi manfaat tanpa mengharap pujian manusia.
Ikhlas itu... mem-posting hal baik tanpa mengharap LIKE atau komentar.
Setelah itu biar ALLAH SWT yang menyelesaikan NYA .
MASYAAALLAH

...SEMOGA KITA BISA MENGUPAYAKAN IKHLAS DALAM DIRI ,..

K E M A T I A N


Kematian adalah keluarnya nyawa seseorang dari jasadnya.
Kematian adalah ciptaan Allāh Subhānahu wa Ta'āla untuk menguji siapa di antara kita yang paling baik amalannya.

Dia adalah sunnatullāh bagi setiap jiwa, bagaimanapun dia berusaha untuk lari dari kematian tersebut.

Allāh berfirman :

ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﺫَﺍﺋِﻘَﺔُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ۗ

*"Setiap jiwa akan merasakan kematian."*
(QS Ali Imran: 185)

Seseorang tidak mengetahui kapan dan dimana dia akan meninggal.

Dan apabila datang maka kematian tersebut tidak bisa diundurkan.

_*Sering mengingat mati adalah perkara yang diperintahkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.*_

Diharapkan dengan mengingat mati, seseorang:
✓Lebih khusyū' di dalam beribadah.
✓Bersegera bertaubat.
✓Dan tidak lalai dari kenikmatan dunia yang fana ini.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ

*"Hendaklah kalian memperbanyak mengingat sesuatu yang memutus semua kelezatan."*
(Hadits riwayat Tirmidzi, Nasāi, Ibnu Mājah, berkata Syaikh Al Albāni: "hasan shahīh")

Harapan setiap Muslim adalah meninggal dalam keadaan husnul khātimah, yaitu meninggal dalam keadaan taat kepada Allāh, caranya adalah:

⑴ Dengan berdo'a.
⑵ Dan menjaga ketaatan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla selama hidupnya.

Di dalam sebuah hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya:

◆ _Allāh Subhānahu wa Ta'āla apabila menghendaki kebaikan bagi seseorang_ hamba maka *akan diberikan taufik untuk beramal shalih sebelum dia meninggal dunia.*

⇒ *Dan diantara amal shalih tersebut adalah mengucapkan lā ilāha illallāh.*

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﺁﺧﺮ كلامه ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ

_*"Barangsiapa ucapan terakhirnya adalah lā ilāha illallāh maka dia akan masuk ke dalam surga."*_
(Hadist shahīh diriwayatkan oleh Abū Dāwūd rahimahullāh)

_Kecanduan melakukan dosa, baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi tanpa diiringi dengan taubat,_ dikhawatirkan *akan menjadi sebab sūull khātimah.*

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla membersihkan hati kita dari ketergantungan dengan dosa.

Aamiin Yaa Rabb...

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

📝 Ust. 'Abdullāh Roy

Catatan Pagi


Terkadang kita dengan mudah memvonis seseorang itu buruk hanya dengan melihat apa yang tampak sesaat pada dirinya saat itu.

Hingga dengan ringan lisan dan hati berucap dan memvonis.."Iih..dia itu pendosa, buruk, hina, jelek dll...", 

Sehingga tanpa kita sadari dengan ucapan tersebut menimbulkan kesombongan pada diri kita dan merasa seakan-akan  kita lebih baik dari dia. Ya saat itu...

Padahal siapa yang tau bahwa 'dia' yang kita lihat buruk saat itu dengan perilaku buruknya, suatu saat nanti dengan kehendak-Nya, dia berubah menjadi baik...itu bukan hal yang mustahil..tidak ada yang tidak mungkin, karena Allah Maha Kuasa membolak balikkan hati manusia.

Siapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan pasti akan diberi-Nya hidayah untuk menjadi manusia yang shalih, dan mengganti semua keburukan di masa lalunya dengan amal shalih dan kebaikan-kebaikan.

Apa yang akan terjadi pada akhir kehidupan seseorang itu, pun pada diri kita, tidak ada yang mengetahuinya. Bisa jadi dibalik kesehariannya yang selama ini kita cap "buruk" saat itu, kemudian dia tulus dengan rintihan do'a-do'anya untuk meminta ampunan atas dosa-dosanya dan memohon tuntunan-Nya...kemudian Allah mengabulkan do'anya....atau mungkin saja dia memiliki kebaikan-kebaikan yang banyak sehingga Allah berkenan memberinya setitik hidayah.

Karena sebagaimana janji-Nya, bahwa balasan kebaikan itu adalah kebaikan juga..

Ingatkah kita pada kisah seorang wanita pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan? karena ketulusannya itu, perbuatan baik tersebut Allah ganti dengan ampunan dan hidayah-Nya sehingga pelacur tersebut bertaubat.

Maka berbaik sangkalah saudaraku....siapapun yang kita lihat...di manapun... entah di dunia nyata atau di dunia maya, orang yang tidak kita kenali saat itu..yang hanya nampak keburukan saat kita melihatnya....jangan kita mencibir dan memvonis dia akan begitu selamanya..

Karena kita tidak mengetahui akhir kehidupannya...

Ada Rabb yang Maha Kuasa, Yang Maha membolak-balikkan hati kita.Maka selalulah berbaik sangka..

Berbaik sangkalah dan ucapkan do'a terbaikmu untuknya saat engkau melihat saudaramu tersebut sedang melakukan hal yang engkau anggap buruk itu, karena do'a tulusmu untuknya saat itu akan diaminkan oleh para malaikat dan akan kembali juga kepada dirimu.

Semoga Allah Ta'ala menetapkan hati kita di atas agama-Nya, hingga ajal menjemput.

✍🏻Dewi Ummu 'Abdillah

Senin, 08 Agustus 2016

JUJUR


Begitu pentingnya sifat jujur ini, sehingga Rasulullah SAW menempatkannya sebagai syarat utama untuk memeluk Islam.

Dalam suatu kisah diceritakan, ada seseorang ingin masuk Islam. Ia bertanya kepada Rasulullah, apakah syaratnya supaya ia bisa memeluk agama Islam. Nabi menjawab: berlakulah jujur.

Dengan heran orang itu bertanya lagi, benarkah hanya itu syaratnya. Begitu mudahnya! Rasulullah mengangguk membenarkan

Maka berlalulah orang itu. Dia bercerita kepada kawan-kawannya bahwa syarat masuk Islam ternyata sangat mudah, yaitu berlaku jujur. Maka dia beraktifitas seperti biasanya. Bertemu dengan komunitas aslinya yang sering berbohong dan berbuat kejahatan.

Dia berusaha menjaga komitmennya kepada Rasulullah untuk berlaku jujur.  Tapi dia mulai merasakan betapa strategisnya syarat kejujuran itu dalam menjalankan agama.

Suatu ketika dia diajak kawan-kawannya untuk berbuat dosa. Karena sudah terbiasa berbuat dosa, maka dia cenderung untuk mengikuti kawan-kawannya itu. Akan tetapi dia teringat komitmennya kepada Rasulullah, bahwa dia harus berlaku jujur.

Ketika diajak berbohong, dia teringat Rasulullah bahwa sebagai orang Islam dia harus jujur. Ketika diajak menipu, dia juga teringat kepada Rasulullah bahwa dia harus berlaku jujur. Ketika diajak mencuri dia juga teringat, betapa dia harus berlaku jujur.
Pokoknya setiap dia mau berlaku jahat dia teringat kepada janjinya untuk berlaku jujur kepada semua orang, termasuk kepada Rasulullah.

Akhirnya, dia tidak berani berbuat jahat lagi, karena dia tidak bisa bersembunyi lagi kepada siapapun. Bukankah dia telah berjanji untuk berlaku jujur kepada siapa saja?! Kejujurannya telah menyelamatkan dia dari kejahatan...

Kejujuran adalah sifat dasar kebaikan. Siapa saja yang tidak jujur, dia sedang memulai untuk melakukan kejahatan lainnya yang lebih besar.
Sebaliknya siapa saja berlaku jujur, dia sedang mengerem dirinya untuk hanya melakukan kebaikan...
👏👏👏

Seuntai Doa di Pagi Hari


                 Yaa Allah...
                 Yaa Rahman...
                 Yaa Rahim...

●》 _Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami..._
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...

●》 _Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka..._
Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...

●》 _Bila mulut kami masih diizinkan berucap..._
Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...

●》 _Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah..._
Hantarkanlah ke tempat-2 yang menjadi ibadah kami...

●》 _Bila tangan kami masih  dapat digerakkan..._
Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...

●》 _Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini..._
Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami...

●》 _Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami..._
Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...

●》 _Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami..._
Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang _halalan thoyiban_ dari segala arah...
Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...

           *_Yaa Allah..._*
           *_Yaa Rabb..._*

●》 _Bila keluarga dan saudara-2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami..._
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu...

●》 _Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara-2ku ini..._
Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna...

●》 _Serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah..._

          *_Yaa Allah..._*

Dengan segala yang telah diperlihatkan pada kami untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami...

_Karuniakanlah kepada kami, sejak  hari ini sampai Kau utus malaikat-Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami..._
Dengan Limpahan Nikmat dan Kasih Sayang-Mu...

_Di akhir hayat kami,_ kami mohon karunia-Mu untuk _*husnul khatimah*..._

آمِيْنَ... آمِيْنَ...  يَارَبَّ الْعَـــالَمِيْنَ... 

        SELAMAT BERAKTIFITAS...🍀