Sabtu, 15 Oktober 2016

Renungan Pagi

Copas dari grup sebelah :

*_RENUNGAN PAGI_*

Kisah yang diceritakan oleh seorang Hamba ALLAH tentang mimpi Seorang Wali Ditanah Perkuburan, di dalam mimpi wali itu,  wali tu terlihat roh ahli-ahli kubur yang sedang mengais mengais rumput seperti mencari sesuatu.
.
Tiba tiba beliau melihat ada seorang roh ahli kubur yang sudah berusia lanjut sedang duduk istirahat diatas kuburnya sendiri .
Beliau mengambil keputusan untuk bertanyakan kepada roh orang tua tersebut.

Wali :
"Pak.., kenapa Bpk sedang duduk santai dgn tenang sedangkan ramai ahli kubur yg lain sedang mengais-gais rumput disitu..?!"

Roh Org tua itu :
"Jikalau kau ingin tahu jawabannya,
Besok kau pergi ke pasar dan cari penjual daging yg masih muda di pasar.
Penjual daging itu ialah anak aku sendiri..!"

Wali tersebut pun pergi dan terjaga dari mimpinya.
Keesokan harinya. Wali tu pun menjumpai penjual daging muda di pasar tersebut. Beliau hanya meperhatikan dari jauh kelakuan penjual daging tersebut. Selepas penjual daging tersebut menjual dagingnya, dia sambung membaca Al Qur'an. Wali tadi terkejut lalu mengambil keputusan untuk berjumpa dengan pemuda tersebut.

Wali : "Assalammualaikum orang muda,
saya ingin bertanya  padamu."

Penjual daging:
"waalaikummussalam.., ya boleh. Apakah pertanyaan itu ?!"

Wali:
"Adakah   keluarga yang meninggal dunia yang mempunyai kubur di kampung ini?

Penjual daging:
"Ya ada. Itu ialah bapaku..!"

Wali : "Aku melihat Roh ayahmu dalam mimpi ku.
Beliau tenang disana.
Apa yg kau lakukan untuk ayahmu wahai anak muda ?!"

Penjual daging:

"Aku membaca Al-Qur'an dan aku berdoa kpd Allah.
Jika bacaan aku itu terdapat pahalanya,
aku sedekahkan nya kepada ayahku..!"

Iktibar dari Kisah ini
Kenapa Roh ahli kubur yang lain sedang mengais-gais rumput di situ?

Jawabannya :

"mereka sedang mencari kiriman2 doa yang didoakan oleh orang ramai dan lafaz  "Ala kulli muslimin wal muslimat, wal mukminin wal mukminat".

Manakala roh bapaktua tua yg hanya duduk santai tersebut karena doa anaknya hanya khusus untuknya.

Pesanan:
Perbanyaklah berdoa untuk kedua ibu bapa kita,  saudara kita untuk ketenangan mereka di alam barzakh.
Doa seorang anak akan terus sampai kepada ibu bapanya,  terutamanya anak lelaki yang mana syurganya dibawah ridha ibunya...

Ayo..laksanakan 7 Sunnah Hebat ini.

Tujuh sunnah Nabi Muhammad SAW itu adalah:

Pertama:
Solat Tahajjud,
kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada solat tahajjudnya.
Pastinya doa akan mudah termakbul dan
menjadikan kita semakin hampir dengan Allah SWT.

Kedua:
Membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari,
alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
Paling tidak jika sesibuk manapun kita,
bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.

Ketiga:
Hadirkan diri ke masjid terutama di waktu subuh.
Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkatan,
bukan kerana panggilan muadzin
tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman  untuk memakmurkan masjid Allah SWT .

Keempat:
Jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha.
Yakinlah, kesan solat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.

Kelima:
Jaga sedekah setiap hari.
Allah menyukai orang yang suka bersedekah,  dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda.

Keenam:
Jaga wudhu terus menerus kerana Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu.

Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhuk senantiasa ia akan merasa selalu dalam keadaan solat walaupun ia belum lagi solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa,  Malaikat berdoa untuknya yaitu "ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT ".

Ketujuh:
Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Sebarkanlah ilmu ini,
dan anda tidak akan rugi sedikitpun,
sebarkan, semoga memberi manfaat banyak orang.

Kamis, 06 Oktober 2016

ADA PINTU MENUJU SURGA DI RUMAHMU

Ust. Satria Hadi Lubis

Seorang tabi'in yang mulia Iyas bin Mu'awiyah menangis sejadi-jadinya ketika meninggal salah satu dari orang tuanya,maka dikatakan pada beliau : " mengapa anda menangis sedemikian rupa" ?
Maka beliau menjawab:
" Tidak lah aku menangis karena kematian, karena yang hidup pasti akan mati. Akan tetapi yang membuatku menangis karena dahulu aku memiliki dua pintu ke surga, maka tertutuplah satu pintu pada hari ini dan tidak akan di buka sampai hari kiamat, aku memohon pada Allah Ta'ala agar aku bisa menjaga pintu yang ke dua...".

Kedua orang tua adalah dua pintu menuju surga,yang kita dapat menikmatia bau harumnya setiap pagi dan petang, Rasulullah Shallahu ' alaihi wasallam bersabda:

الوالد أوسط أبواب الجنة فأضع ذلك الباب أو احففظه

"Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakalah pintu itu atau jagalah ia" (HR. Tirmidzi).

Iya, pintu surga yang paling tengah, yang paling indah, yang paling elok...
Maka masihkah engkau sia-siakan pintu itu? Bahkan engkau haramkan dirimu tuk memasukinya? Dengan mengangkat suaramu di hadapanya? Dengan membentaknya di kala tulang-tulangnya semakin lemah karena di makan usia..,
Sementara tubuhmu yang berotot kekar, dahulu telah di basuh kotoranmu dengan tangannya yang kini tak bertenaga...

Duhai sungguh ruginya...

Celaka ! Celaka ! Celaka !
Jika kau berani durhaka !

Rasulullah Shallahu ' alaihi wa Sallam bersabda :
" Celaka,celaka,celaka ! , dikatakan pada beliau, siapa wahai Rasulullah?, maka beliau bersabda :" Siapa saja yang menjumpai kedua orang tuanya, baik salah satu atau kedua-duanya di kala mereka lanjut usia, akan tetapi (perjumpaan tersebut) tidak memasukannya ke surga (HR.Muslim).

اللهم ارزقنا البر بوالدينا و اجمعنا بهم في جنات النعيم

Ya Allah, berilah kami rizki untuk berbakti kepada kedua orang tua kami,dan kumpulkanlah kami bersama mereka di surgaMu..

Kamis, 29 September 2016

Ritual Akhir Tahun

🌾 *Ritual Akhir Tahun*

✍🏻 Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi _hafidzohulloh_

Detik-detik pergantian tahun adalah saat-saat yang sangat bersejarah dalam lembaran umat manusia, sehingga menjadikan sebagian orang membuat ritual-ritual dan amalan yang keabsahan dalilnya dipertanyakan. 

Diantara hadits yg dijadikan sandaran adalah:

*مَنْ صَامَ آخِرَ يَوْمٍ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ، وَأَوَّلِ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ، فَقَدْ خَتَمَ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ بِصَوْمٍ وَافْتَتَحَ السَّنَةَ الْمُسْتَقْبَلَةَ بِصَوْمٍ، جَعَلَ اللَّهُ لَهُ كَفَّارَةً خَمْسِيْنَ سَنَةً*

_"Barang siapa berpuasa akhir hari bulan Dzulhijjah dan awal Muharram, maka dia telah menutup tahun lalunya dengan puasa dan membuka tahun barunya dengan puasa, Allah menjadikan baginya kaffarah lima puluh tahun."_

*MAUDHU'* (Palsu). Dibawakan Ibnul Jauzi dalam al-Maudhū'āt 2/566 dengan sanadnya sampai kepada Ibnu Abbas, lalu katanya, _"Al-Harawi adalah al-Juwaibari dan Wahb, *keduanya adalah pendusta dan pemalsu hadits*."_ Dan disetujui As-Suyuthi, Ibnu Arraq, dan Asy-Syaukani.

Dengan demikian, maka pengkhususan akhir tahun dan awal tahun dengan puasa termasuk kebid'ahan dalam agama.

Demikian juga ritual-ritual serupa yang tidak ada dalilnya, seperti do'a awal dan akhir tahun.

Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid berkata dlm kitab _Tashihu Dua_ *_"Tidak ada dalam syari'at ini sedikit pun do'a atau dzikir untuk awal tahun._*

*_Manusia zaman sekarang banyak membuat bid'ah berupa do'a, dzikir, demikian pula puasa awal tahun baru, menghidupkan malam pertama bulan Muharram dengan shalat, dzikir atau do'a, puasa akhir tahun, dan sebagainya yang semua ini tidak ada dalilnya sama sekali!!"_*.

Semoga kita selalu dihindarkan dari ibadah-ibadah yang tidak ada syariat nya. Aamiin

🌐Sumber : CHANNEL LENTERA DAKWAH, Channel Telegram  Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi _hafidzohulloh_

KENAPA PEREMPUAN LEBIH BANYAK MASUK NERAKA DARIPADA LAKI-LAKI

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Saudaraku/saudari ku Qur'an surat AT-TAUBAH ayat ke 11.

KENAPA PEREMPUAN  LEBIH BANYAK MASUK NERAKA DARIPADA LAKI-LAKI?

Ternyata ini penyebabnya!

Setiap saya ngisi pengajian rutinan yang hadir banyaknya perempuan.

Setiap mengisi tablig akbar pun yang banyak hadir perempuan.

Setiap saya tanya siapa yang paling banyak khotam qur'an, lagi-lagi perempuan.

Sepengetahuan saya yang sering melaksanakan shaum sunah juga perempuan

Saya melihat yang banyak bersemangat untuk umrah adalah perempuan.

Yang senang silaturahim kesaudara, ketetangga dan teman-temannya, sepengetahuan saya yang banyak, lagi-lagi perempuan.

Tapi kenapa rosul bersabda ternyata yang banyak menghuni neraka adalah perempuan?

Ternyata hadits ini jawabannnya:

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ"

Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini.

Dan aku lihat ternyata yang banyak menghuninya adalah para wanita."

Mereka bertanya, "Kenapa para wanita menjadi yang paling banyak menghuni neraka, ya Rosulullah?"

Beliau menjawab,

"DISEBABKAN KEKUFURAN MEREKA."

Ada yang bertanya kepada beliau,"Apakah para wanita itu kufur kepada Alloh?"

Beliau menjawab, "(Tidak, melainkan) MEREKA KUFUR KEPADA SUAMINYA DAN MENGKUFURI KEBAIKAN SUAMINYA.

Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (kesalahan atau kekurangan yang tidak berkenan di hatinya).

niscaya ia akan berkata' "AKU SAMA SEKALI BELUM PERNAH MELIHAT KEBAIKAN DARIMU!"

(HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

Mudah-mudahan Saudara/saudari ku  Qur'an surat AT-TAUBAH ayat ke 11. terutama yang akhwat, Alloh SWT jadi istri-istri sholihat nan taat pada suami, yang akan dikecualikan dari wanita-wanita yang banyak menghuni neraka seperti  yang rosul sabdakan.
Bagaimana sekarang solusinya?supaya kita dikatagorikan menjadi termasuk Akhwat yg Solihat,yg pertama JUJUR,ke,2 rajin bangun malam untuk baca Qur'an,dilanjutkan Shalat malam,selanjutnya mari kita perhatikan,
Firman Allah Subhanahu wa ta'ala
Yang di bawah ini👇🏼

لَـيْسُوْا سَوَآءً  ؕ  مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اُمَّةٌ قَآئِمَةٌ يَّتْلُوْنَ اٰيٰتِ اللّٰهِ اٰنَآءَ الَّيْلِ وَ هُمْ يَسْجُدُوْنَ
Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (shalat).
[QS. Ali 'Imran: Ayat 113]

يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُوْنَ فِيْ الْخَيْرٰتِ   ؕ  وَاُولٰٓئِكَ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh.
[QS. Ali 'Imran: Ayat 114]

Maka daripada itu marilah kita bangun untuk mengerjakan Salat Tahajud di sepertiga malam ini.
Semoga kita dikatagorikan Allah termasuk Suami istri yang Sholeh/Sholehat.
Aamiin........

Selasa, 27 September 2016

Pesan untuk anak laki-laki

Penting Untuk Laki Laki Muslim Mohon Anak2 Kita Suruh Baca ini Utk Pengetahuan

P  E  S  A  N untuk
ANAK LAKI LAKI
                                     
Apabila Orang tua kita meninggal...........

Turunlah dalam liang kubur dan sambutlah jenazah Beliau........... !

Buka penutup keranda *(tempat usungan jenazah)*, angkat jenazah Ibu Ayah kita.

Biarkan kita yang memutarkan mayat Ibu Ayah kita menghadap ke Kiblat........ !

*Kita yang melakukan* !

Bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan.

*Allahu Robbi*........

Terakhir kali ini Aku melihat ayah Ibu.........                                          
🌹Biarkan kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuh Beliau.....

🌹Pegang perlahan-lahan badan ayah Ibu kita............

🌹Arahkan Beliau dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah dan letakanlah di belakang tengkok ayah Ibu kita............

🌹Ayah ibu .........., terakhir kali inilah Aku melihat Mu.........😭

🌹Terlintas dalam hati kita sambil memegangnya…......

🌹Kenanglah pengorbanan ibu saat mengandung kita, saat terlahir tangannya lah yang mengelus lembut wajah kita

🌹Ingat sejak kita bayi, kitalah yang mengencingi wajahnya, kaki kitalah yang menendang nendang wajahnya, tapi ibu tetap tersenyum,..tangan yang penuh kelembutan yang menyuapi makanan ke mulut kita, tak rela sehelai nyamukpun menggigit tubuh kita, siang malam ditungguinya istirahat kurang tidurnya terganggu oleh kita... Sekarang tidur untuk selamanya

🌹Ingat hari pertama kita bisa berjalan, bisa bicara, hingga sampai besar tak jarang kita membentak bahkan memaki ibu bapak kita, tatapan kita yang sinis ucapan kita yang sering melukai ..........

🌹 kita bisa bersekolah kita bisa berpakaian yang layak tetapi dibalik itu ayah kita peras keringat banting tulang agar kita tidak dihina orang, ayah cari pinjaman uang kesana sini mengurangi makan menjual barang kesayangannya agar terpenuhi kebutuhan anaknya

🌹 Akankan kita rela sebagai anak ... Ayah ibu kita terhimpit tanah kubur, melolong menjerit diliang lahat menanti doa dari anak yang soleh soleha ??

🌹Naiklah ke atas dan duduklah di tepi makam Belia..
🌹Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang bisa kita berikan untuk bekal Beliau kecuali hanya Doa :                               
*Ya Allah*............

*_Aku angkat tanganku Ya Allah_*..............

*_Aku ridho Kau ambil ayah Ibuku Ya Allah_*............

* Ayah Ibu yang mendidik membesarkan Aku_*.

*_Ya Allah hari ini Aku tinggalkan ayah Ibu Ya Allah_*.

*_Aku serahkan ayah Ibu atas urusan Mu belaka Ya Allah_*.............

*_Aku tengadahkan tanganku Ya Allah_*...........

*_Kami memohon dengan sangat Engkau ampunkan dosa-dosa ayah Ibuku,Ya Allah_*........ !

*_Kasihani ayah Ibuku Ya Allah_*!

*_Ya Allah luaskan dan lapangkan kuburnya, terangi dan cahayai kuburnya, bahagiakan dialam kuburnya jangan sedikitpun tersiksa aku titip orang tuaku ya Allah ...

*_Ya Allah jadikan setiap tetesan darahnya, keringatnya selama membesarkan aku menjadi saksi betapa beliau menyayangi aku..

*_Ya Allah sayangi Beliau dan masukan ke surgamu tanpa hisab Ya Allah_*...........

Maka akan beruntunglah ayah Ibu kita, apakah Allah akan menolak do'a itu......... ?

Allah SWT tak akan menolak do'a ikhlas yang datang dari seorang anak yang soleh soleha

Pesan ini bagi sahabat-sahabat yang selagi Ayah ibu masih hidup. Doakan mereka, sayangi mereka & hormati serta muliakan disisa umur mereka...... karena Ridho Alloh SWT adalah Ridhonya Orang tua.... Murka Alloh adalah Murkanya Orang tua....

Dan bagi Sahabat-sahabat yang Ayah ibu telah tiada, mari kita bersama-sama mendo'akan Beliau............ !

Ada waktu kita pasti akan mengalaminya.... di pendam, diinjak2 dan di tinggalkan sendirian oleh orang di sekitar kita yg kita cintai..... Mudah2an pas giliran kita Allah SWT perintahkan malaikat Rahmatnya buat menemani kita....... Aaamiiiin

*Silakan sebarkan tulisan ini kepada semua teman kita karena berbagi kebaikan itu adalah hal yang harus dibudayakan
                                                         
                                                                        

Nilai seseorang

🌾 *INGIN MENILAI SESEORANG...?*
*LIHATLAH SHOLATNYA DAN APA YANG KELUAR DARI LISANNYA…*

Yahya bin Abi Katsir -rohimahulloh- mengatakan:

_"Ada *dua sifat*, bila Anda melihat keduanya ada pada diri seseorang, ketahuilah apa yang di belakang keduanya pasti lebih baik lagi:_
(1) *Bila dia mampu mengendalikan lisannya, tidak berkata sia sia yang dilarang agama*
(2) *Dia selalu menjaga sholatnya".*

[Kitab: Ash-Shomt, Ibnu Abid Dunya, hal: 264].

Mutiara salaf ini juga menunjukkan bahwa "siapa bilang kita tidak boleh menilai seseorang dari luarnya", bila kita tidak boleh menilai seseorang dari lahirnya, lalu dari mana kita menilainya ?!

_Bukankah kita TIDAK mungkin menilai seseorang dari batinnya ?!_

Bahkan Allah ta'ala telah menjelaskan ciri lahir para pengikut Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, agar kita dapat menilai siapa saja yang pantas disebut sebagai para pecinta beliau yang sebenarnya.

Allah ta'ala berfirman (yang artinya):
*"Muhammad adalah utusan Allah. Orang-orang yang bersamanya itu BERSIKAP KERAS terhadap orang-orang kafir tapi BERKASIH SAYANG terhadap sesama mereka. Kamu MELIHAT mereka banyak bersujud dan ruku' untuk mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka TAMPAK tanda-tanda bekas sujud, demikianlah sifat mereka dalam Kitab Taurat dan sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu.....".*
[QS. Al-Fath: 29].

📝 Oleh : Musyaffa Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى

🔊 [ 📖 ] BBG Al-Ilmu

Tahajud

*بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ*

*اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ*

*Segala puji bg Alloh* yg telah menghidupkan kami setelah kematian (tidur) kami dan kepada-Nyalah kami kembali.

Saudara/i ku Qur'an surat At-Taubah:11.

*Mari kita Bangun untuk melaksanakan* *Shalat Tahajud*
*Di sepertiga malam ini.*

*Tahajud bukan hanya saja bermanfaat bagi Akhirat namun juga bermanfaat bagi tubuh manusia. Shalat yang dilakukan sesudah tidur ini dinamakan *Shalat Tahajud,* artinya Shalat yang dilakukan setelah terbangun.

*Manfaat Shalat Tahajud* yang bermanfaat bagi kesehatan adalah dapat menyembuhkan segala macam penyakit yang terdapat pada manusia dengan memohon kepadanya. Shalat Tahajud di ibaratkan bagai olahraga dipagi hari.

*Rasulullah SAW bersabda:*

"Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh". (HR at-Tirmidzi).

*Manfaat Shalat Tahajud juga dapat mengusir syaitan.* dengan begitu tubuh kita menjadi segar dan penuh semangat.

*Sabda Rasulullah SAW yang artinya:* "Pada waktu seseorang tidur, syaitan membuat tiga buah simpul dikepalanya. Untuk setiap ia mengatakan : "tidurlah engkau sepanjang malam, bila ia terbangun, lalu menyebut nama Allah, maka lepaslah satu simpul, Jika ia berwudhu, maka lepaslah satu simpul lagi; dan jika ia shalat, maka terbukalah seluruh simpul. Pada waktu bangun pagi, ia akan merasa penuh semangat dengan badan yang segar. Jika tidak, ia akan bangun pagi dengan perasaan serba tak enak dan malas."(HR.Imam Bukhari,dari shahabat Abu Hurairah r.a)

*Shalat Tahajud juga bermanfaat membuat kita mempunyai sifat rendah hati. Dan juga memiliki sifat yang selalu pemaaf.**

Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya :"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan sujud dan berdiri untuk Tuhan mereka"

*Itulah Manfaat Manfaat Shalat Tahajud. Semoga kita bisa mengamalkan Shalat Tahajud di sepertiga malam ini, dan semoga HAJAT*kita yg bangun yg melaksanakan perintah Allah,
Semoga Allah menghendaki mengabulkannya *Do'a kita.*
Aamiin Yaa Mujibassailin.

Selasa, 23 Agustus 2016

KENAPA MUSTI UJUB


Seorang penyair berkata :
*"Jauhilah penyakit ujub, sesungguhnya penyakit ujub akan menggeret amalan pelakunya ke dalam aliran deras arusnya...*

Lantas kenapa kita begitu waspada terhadap riyaa namun melalaikan penyakit ujub…?

Sesungguhnya racun *ujub akan mengantarkan pelakunya kepada penyakit-penyakit kronis lainnya,* diantaranya :

-         Lupa untuk bersyukur kepada Allah, bahkan malah mensyukuri diri sendiri, seakan-akan amalan yang telah dia lakukan adalah karena kehebatannya

-         Lenyap darinya sifat tunduk dan merendah dihadapan Allah yang telah menganugrahkan segala kelebihan dan kenikmatan kepadanya

-         Terlebih jelas lagi lenyap sikap tawadhu' dihadapan manusia

-         Bersikap sombong (merasa tinggi) dan merendahkan orang lain, tidak mau mengakui kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Jiwanya senantiasa mengajaknya untuk menyatakan bahwasanya dialah yang terbaik, dan apa yang telah diamalkan oleh orang lain merupakan perkara yang biasa yang tidak patut untuk dipuji. Berbeda dengan amalan dan karya yang telah ia lakukan maka patut untuk diacungkan jempol.

Kalimat indah yang pernah diucapkan oleh seorang ulama :
*"Orang yang ujub merasa bahwa dirinya paling tinggi dihadapan manusia yang lain… bahkan merasa dirinya lebih tinggi di sisi Allah.., namun pada hakikatnya dialah orang yang paling rendah dan hina di sisi Allah".

Kenapa Mesti Ujub?

Sebelum kita terlena dengan ujub yang menggerogoti hati kita maka hendaknya kita renungkan tentang diri kita. Kenapa kita ujub..??, bukankah kita ujub karena amalan kita serta hasil karya yang banyak dan hebat…??. Jika perkaranya demikian maka hendaknya renungkanlah perkara-perkara berikut ini :

Pertama : Sudah yakinkah amalan-amalan kita tersebut dibangun di atas keikhlasan kepada Allah??

Ikhlas merupakan perkara yang sangat mulia, yang menjadikan pelakunya menjadi sangat tinggi dan mulia di sisi Allah. Orang yang ikhlas hatinya hanya sibuk mengaharapkan keridhoan Allah dan tidak peduli dengan komentar dan penilaian manusia yang tidak memberi kemanfaatan dan tidak memudhorotkan. Yang paling penting baginya adalah penilaian Allah terhadap amalannya.

Orang yang ikhlas adalah orang yang amalannya tatkala bersendirian lebih banyak daripda amalannya tatkala dilihat oleh orang lain.

Kedua : Bukankah banyak hal yang bisa menggugurkan amalan-amalan kita tersebut??

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata "Penggugur dan perusak amalan sangatlah banyak.

وَلَيْسَ الشَّأْنُ فِي الْعَمَلِ إِنَّمَا الشَّأْنُ فِي حِفْظِ الْعَمَلِ مِمَّا يُفْسدُهُ وَيُحْبِطُهُ

Dan yang penting adalah bagaimana menjaga amal agar tidak rusak dan gugur bukan yang penting adalah beramalnya.

Riyaa' –meskipun sekecil apapun- merupakan penggugur amal, dan bentuk-bentuknya sangatlah banyak.  Demikian juga amalan yang tidak dibangun diatas ittibaa' sunnah juga merupakan penggugur amalan. Sikap al-mann dalam hati terhadap Allah (yaitu merasa telah berbuat baik kepada Allah dengan mengungkit-ngungkit dan menyebut-nyebut kebaikan tersebut -pen) juga menghancurkan amalan. Demikian juga sikap al-mann (yaitu mengungkit-ngungkitnya) dalam sedekah, berbuat kebaikan, dan bersilaturahmi juga membatalkan amalan, sebagaimana firman Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالأذَى  

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) (QS Al-Baqoroh : 264)

Dan mayoritas manusia tidak mengetahui tentang hal-hal buruk yang bisa menggugurkan amalan-amalan kebajikan. Allah telah berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لا تَشْعُرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari (QS Al-Hujuroot : 2)

Maka (dalam ayat ini-pen) Allah telah mengingatkan kaum mukminin agar amalan mereka tidak gugur karena mereka mengeraskan suara mereka kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana mereka mengeraskan suara diantara mereka. Hal ini bukanlah kemurtadan akan tetapi merupakan kemaksiatan yang menggugurkan amalan dan pelakunya tidak sadar. Maka bagaimana lagi dengan orang yang mendahulukan perkataan seseroang di atas perkataan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, petunjuknya, dan jalannya??, bukankah amalannya telah gugur dan dia dalam keadaan tidak sadar??!!

Diantara hal yang menggugurkan amalan adalah sebagaimana sabda Nabi

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْر فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

"Barangsiapa yang meninggalkan sholat ashar maka telah gugur amalannya" (HR Al-Bukhari no 553)

Dan termasuk dalam hal ini perkataan Aisyah –semoga Allah meridhoinya dan meridhoi ayahnya- kepada Zaid bin Arqom rahdiallahu 'anhu tatkala melakukan transaksi dengan sistem 'iinah (riba)

إِنَّهُ قَدْ أَبْطَلَ جِهَادَهُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ إِلاَّ أَنْ يَتُوْبَ

"Sesungguhnya ia (Zaid) telah menggugurkan (pahala) jihadnya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali jika ia bertaubat"

Transaksi dengan system 'iinah bukanlah kemurtadan, paling banter ia merupakan kemaksiatan.

Oleh karenanya mengetahui perkara-perkara yang bisa membatalkan amal tatkala amalan sedang dikerjakan dan demikian juga hal-hal yang bisa membatalkan amal setelah dikerjakannya amal merupakan perkara yang sangat penting untuk diketahui oleh seorang hamba dan diwaspadai serta untuk mengecek dirinya" (Al-Wabil As-Shoyyib 21-22)

Ketiga : Bukankah penilaian Allah yang paling utama adalah tentang hati dan keimanan seseorang?, bukan hanya sekedar6 amalan yang dzohir??

Betapa banyak orang yang dzohirnya kurang amalannya dan seakan-akan mata kita merendahkannya, namun ternyata ia sangat tinggi di sisi Allah. Sebagai contoh nyata adalah Uwais Al-Qoroni rahimahullah (lihat http://www.firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/17-tabiin-terbaik-uwais-al-qoroni)

Keempat : Betapa banyak dosa yang kita lakukan tanpa kita sadari, dan betapa banyak dosa yang kita lakukan dan kita sadari namun kita melupakannya??

Betapa sering kita melupakan dosa-dosa yang kita lakukan.., bukankah terlalu banyak dosa yang dilakukan oleh kedua mata kita..??, dosa yang dilakukan oleh kedua telinga kita..??, dosa-dosa yang dilakukan oleh lisan kita..??, dosa-dosa yang dilakukan oleh hati kita…??

Sebagai contoh, coba sekarang kita berusaha untuk mengingat kembali dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh lisan kita..??, apakah kita masih ingat siapa saja yang pernah kita ghibahi..??, siapa saja yang pernah kita sakiti hatinya dengan perkataan kita…??. Tentu kebanyakannya telah kita lupakan.

Belum lagi dosa-dosa yang pernah kita lakukan dengan hati kita..??

Bukankah takabbur, hasad, berburuk sangka juga merupakan dosa…??

Jika perkaranya demikian…bahwasanya tidak satu amalanpun yang kita yakini kita lakukan ikhlas karena Allah…dan tidak satu amalanpun yang ikhlas kita lakukan lantas kita yakin pasti diterima oleh Allah karena selamat dari hal-hal yang merusaknya…, maka apakah yang bisa kita banggakan untuk bisa ujub di hadapan Allah dan merasa lebih baik dari orang lain…???.

📝Oleh : Firanda Andirja

www.firanda.com

Senin, 22 Agustus 2016

Tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah

*لا حول ولا قوة الا بالله*

Adzan adalah panggilan untuk sholat. Ketika muadzin mengumandangkan adzan, orang yg mendengarnya disunahkan menjawab adzan tersebut dengan jawaban yg sama. Ketika muadzin mengucapkan Allahu akbar, yg mendengar membalas dengan ucapan Allahu akbar, begitu seterunya. Kecuali pada lafaz
حي على الصلاة
حي على الفلاح
Kita membalasnya bukan dgn ucapan yg sama, namun dengan ucapan
لا حول ولا قوة إلا بالله
Imam ibnul qayyim dalam kitab zaadul ma'aad menyebutkan: "Menjawab ucapan hayya 'ala sholaah dan hayya 'alal falaah, dengan ucapan laa haula walaa quwwaata illaa billaah, mengandung hikmah bagi muadzin dan yg mendengar. Kata2 dalam adzan adalah dzikir, maka bagi yg mendengar hendaknya mengucapkan kalimat yg sama. Sedangkan kalimat hayyaa 'ala sholaah adalah panggilan untuk sholat, maka disunahkan bagi yg mendengar seruan ini (hayyaa 'ala sholaah) meminta pertolongan kepada Allah lewat kalimat
*لا حول ولا قوة إلا بالله*
Agar bisa melaksanakan sholat tsb."

Kalimat لا حول ولا قوة إلا بالله saat menjawab adzan mengajarkan kita bahwa kita tidak mampu melakukan sebuah ketaatan tanpa hidayah Allah. Dengannya kita semakin menyadari kelemahan diri kita hingga kita bisa terhidar dari sifat 'ujub.

Maka,
Apabila kita mampu menyelesaikan bacaan quran kita,ditengah padatnya aktivitas kita,sedangkan orang lain lalai dari alquran,mulai terbesit dlm hati kita 'ujub. Ucapkanlah لا حول ولا قوة إلا بالله, agar kita segera sadar ternyata kita mampu membaca Alquran itu atas hidayah Allah.

Apabila kita mampu menjaga sholat (sholat awal waktu), sedangkan orang lain terperangkap dlm bisnis dan pekerjaannya hingga mereka melalaikan sholat,lalu mulai terbesit dlm hati kita 'ujub. Maka ucapkanlah لا حول ولا قوة إلا بالله، agar kita sadar bahwa ternyata kemampuan kita bisa sholat awal waktu itu atas hidayah Allah.

Jika kita mampu berinfaq,saat orang lain begitu kikir dan tdk peduli dengan penderitaan saudaranya,lalu secara perlahan terbesit sifat ujub dlm hati kita. Ucapkanlah لا حول ولا قوة إلا بالله. Agar kita sadar ternyata mudahnya kita berinfaq semata2 bukan karena kita banyak harta namun karena petunjuk Allah.

Ketika kita mampu mengajarkan kebaikan pada orang lain, memberi pencerahan, menjawab permasalahan-permasalahan keagamaan,lalu secara perlahan terbesit sifat 'ujub dalam hati kita,betapa luasnya ilmu kita,betapa berapa banyak orang tlah bertaubat lewat tausiyah kita. Ucapkanlah لا حول ولا قوة إلا بالله، agar kita sadar bahwa Allahlah yg membimbing kita,hingga menjadi orang yg berilmu,tanpa itu kita bukan siapa2 dan tak memiliki apa2.

Saat kita mampu mendidik anak-anak kita menjadi anak2 yg sholeh dan sholehah, sedangkan orang lain keluarganya berantakan, padahal orang tuanya berilmu,mapan dsb. Lalu secara halus,lahir ujub dlm diri kita. Ucapkanlah لا حول ولا قوة إلا بالله، agar kita sadar semuanya berkat izin Allah.

Kita mengucapkan لا حول ولا قوة إلا بالله bukan saja pada saat sulit,namun juga saat kita akan beribadah. Sebab, melakukan ibadah itu sulit kecuali bagi orang dimudahkan oleh Allah.

Sumber dari kesombongan adalah perasaan lebih. Lebih kaya, lebih tampan,lebih pandai,lebih peduli,lebih sabar, lebih soleh dll. Dan kalimat لا حول ولا قوة إلا بالله yg diucapkan dg penuh penghayatan bisa menghilangkan sifat ujub yg merupakan cikal bakal kesombongan.

والله أعلم بالصواب.
Bidang Dakwah IKADI Kota Ambon

Jumat, 19 Agustus 2016

TIGA DOA

Jangan engkau lupakan dalam Sujudmu..!!!

1⃣ Mintalah di wafatkan dalam keadaan Husnul Khotimah

١. اللهم إني أسألك حسن الخاتمة.

Allahumma inni as'aluka Husnul Khotimah.

Artinya : " Yaa Allah...
Aku meminta kepada-MU Husnul Khotimah "

2⃣ Mintalah agar kita diberikan Kesempatan Taubat sebelum wafat

٢. اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت.

Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal mauti.

Artinya: " Yaa Allah...
Berilah aku rezeki Taubat Nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat ".

3⃣ Mintalah agar Hati kita ditetapkan diatas Agama-Nya.

٣. اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك.

Allahumma yaa Muqollibal Quluub tsabbit qolbii 'ala diinik.

Artinya: " Yaa Allah...
Wahai Sang Pembolak Balik Hati.., Tetapkanlah Hatiku pada agama-MU ".

🌹
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

*Doa Mustajab di Waktu Sahur*
(Copasan dr tetangga)

Sebagian kita mengira bahwa waktu sahur hanyalah waktu untuk menyantap makanan. Padahal waktu tersebut bisa pula kita gunakan untuk memanjatkan doa kepada Allah Ta'ala, untuk memohon setiap hajat-hajat kita.

Dalam hadits muttafaqun 'alaih, dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

"Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

Imam Nawawi berkata bahwa bentuk keberkahan makan sahur di antaranya adalah karena waktu itu orang bangun, ada dzikir dan do'a pada waktu mulia tersebut. Saat itu adalah waktu diturunkannya rahmat serta diterimanya doa dan istighfar. (Syarh Shahih Muslim, 9: 182)

Dalam hadits ini kita akan melihat keberkahan waktu sahur tersebut. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

"Rabb kita tabaroka wa ta'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, "Siapa saja yang berdo'a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni." (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).

Imam Nawawi berkata, "Pada waktu itu adalah waktu tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu." (Idem, 6: 36).

Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, "Doa dan istighfar di waktu sahur adalah  diijabahi (dikabulkan)." (Fathul Bari, 3: 32).

Hal di atas dikuatkan dengan firman Allah Ta'ala,

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

"Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur."  (QS. Ali Imran: 17).

Jadi jangan sibukkan diri di waktu sahur dengan aktivitas makan saja. Ambillah kesempatan untuk shalat malam, yang penting tidak ada dua witir dalam satu malam. Lalu tambahlah dengan panjatkan doa sesuai dengan hajat yang kita minta.

Semoga Allah perkenankan setiap doa kita di bulan Ramadhan.
Aamiin...

والله اعلم بالصواب

Semoga bermanfa'at...

بَارَكَ اللهُ فِيْك

Jangan berhenti berdo'a

Bismillah,

Allah pasti akan memberi jawaban do'a seseorang selama ia tak tergesa2. Lantas para sahabat bertanya *_" fa kaifa ya'jal ya Rasulullah?"_* bagaimanakah yg tergesa-gesa itu?

Maka Rasulullah ﷺ menjawab " dia yg berkata" aku sudah berdo'a, aku sudah berdo'a, tetapi Allah belum juga mengabulkannya" lalu ia tinggalkan doa."

Sementara doa itu punya batas sesuai dengan kadar bobot doanya..

Nabi Zakariya, berapa lama ia berdoa agar dikaruniai anak? 70 thn lamanya baru Allah kabulkan. Ini nabi yg dekat dengan Allah, walau begitu Allah kabulkan setelah 70 tahun. Lalu bagaimana dgn anda yg tidak dekat dengan Allah?  Sabar saja...

Ada orang yang baru berdoa 2 minggu,sebulan, blm dikabulkan sudah pesimis dan tidak mau lagi berdoa.

🌾Sabar... Nikmati prosesnya..jangan isti'jal dalam berdoa alias tergesa gesa..

Nabi ayyub, Allah beri ia kenikmatan selama 20 tahun lamanya, dengan kebun kurma,12 orang anak yg gagah perkasa. Dan jadilah ia raja,orang,nabi terkaya di kaumnya..

🌪Lalu Allah uji ia, Allah hancurkan semuanya dalam 3 hari.

Hari pertama Allah beri ia penyakit kusta sampai kaumnya pergi meninggalkanya..

Hari kedua Allah kirimkan badai dan hama yg menghancurkan seluruh kebun dan peternakanya..

Hari ketiga, ini adalah hari terberat dalam hidup nabi Ayyub. Allah wafatkan 12 anaknya dalam sehari tanpa sebab apapun...

Hanya tinggal istrinya.

Sampai 18 tahun ujian, istrinya berkata " wahai nabi Allah, berdoalah pada tuhanmu agar menghilangkan ujianmu, tidak perlu mengembalikan semua, cukup agar penyakitmu sembuh"

Apa kata nabi Ayyub? "wahai istriku berapa lama Allah beri kita nikmat?"

"20 tahun" kata istrinya..

"aku masih malu untuk minta sama Allah" itu jawaban nabi Ayyub.

Tepat 20 tahun, nabi Ayyub berdoa ya Allah abadikan dalam surat al-anbiya' *_" robbi anni massaniyadh dhur, wa anta arhamur rohimin"_* ya Allah, aku telah ditimpa suatu musibah, sedang engkau adalah arhamur rohimin"

Telah sampai batasnya, telah tiba waktunya Allah kabulkan doanya. Allah berfiman *_"fastajbna lahu ,wa kasyafna bihi min dhur, wa atainahu ahlahu wa mitslahu ma'ah"_* maka Kami kabulkan doanya, Kami kembalikan keluarganya dan yg semisalnya bersamanya"

Dalam 3 hari pula Allah kembalikan semuanya.

Hari pertama Allah sembuhkan penyakitnya..

Hari kedua , kaumnya yg mendengar berita kesembuhanya kembali dengan membawa hadiah,entah kebun,sapi dll...

Hari ketiga, Allah jadikan istrinya setiap tahun melahirkan 2 bayi kembar sampai anak nabi ayub berjumlah 24.

Allah beri nabi ayub dua kali lipat...

Nabi ya'qub, berapa lama ia berdoa agar Allah pertemukan dengan Yusuf 'alaihissalam? Berpuluh2 tahun. Sampai ada yang mengatakan 40 thn.

Nabi Musa, berapa lama Ia berdoa kepada Allah untuk kebinasaan fir'aun seperti tersebut dalam surat yunus 88-89? Berpuluh puluh tahun.

Ibrahim 'alaihissalam, berapa lama berdoa kepada Allah agar dikarunia anak? Berpuluh puluh tahun..

Dan Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam, berapa lama beliau berdoa agar Allah memindahkan kiblat dari al aqsha ke al haram? Bertahun tahun lamanya..

Sabar... Nikmati prosesnya..

Akan ada batas waktunya dimana doa itu akan terkabul..

Apa kata ibnul qoyyim tentang doa?
*_Doa itu ibarat panah yg dilesatkan ke langit. Tapi untuk mencapai ke langit itu butuh waktu..._*

Semoga bermanfaat....

Adab-Adab Menjenguk Orang yang Sakit


1. Hendaknya dalam mengunjungi orang yang sakit diiringi dengan niat yang ikhlas dan tujuan yang baik. Seperti misalnya yang dikunjunginya adalah seorang ulama atau teman yang shalih, atau engkau mengunjunginya dalam rangka untuk beramar ma'ruf atau mencegah kemunkaran yang dilakukan dengan lemah lembut atau dengan tujuan memenuhi hajatnya atau untuk melunasi hutangnya, atau untuk meluruskan agamanya atau untuk mengetahui tentang keadaannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

مَنْ عَادَ مَرِيْضاً أَوْ زَارَ أَخاً لَهُ فِي اللهِ أَيْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ نَادَاهُ مُنَادٍ بِأَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلاً.

"Barangsiapa mengunjungi orang yang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah atau di jalan Allah, akan ada yang menyeru kepadanya, 'Engkau telah berlaku mulia dan mulia pula langkahmu (dalam mengunjunginya), serta akan kau tempati rumah di Surga."
[HR. At-Tirmidzi no. 2008, Ibnu Majah no. 1433, hasan. Lihat Misykaatul Mashaabih no. 5015 oleh Imam al-Albani]

2. Hendaknya memperhatikan situasi dan kondisi yang sesuai ketika hendak menjenguk. Janganlah memberatkan orang yang dijenguk dan pilihlah waktu yang tepat.

Jika orang yang sakit dirawat di rumah hendaknya meminta izin terlebih dahulu sebelum menjenguknya, mengetuk pintu rumahnya dengan pelan, menundukkan pandangannya, menyebutkan perihal dirinya, dan tidak berlama-lama karena bisa jadi itu dapat membuatnya lelah.

3. Hendaknya orang yang menjenguk mendo'akan orang yang sakit dengan kesembuhan dan kesehatan. Hal ini berdasarkan hadits berikut ini:

إِذَا دَخَلَ عَلَى مَنْ يَعُوْدُ قَالَ: لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ.

"Apabila beliau mengunjungi orang yang sakit, beliau berkata, _*'laa ba'sa thahuurun in syaa Allah*_ *(tidak mengapa semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah)."*
[HR. Al-Bukhari no. 5656]

4. Mengusap bagian yang sakit dengan tangan kanan dan mengucapkan:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً.

"Ya Allah, Rabb pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, Engkau-lah Yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit." [HR. Al-Bukhari no. 5743 dan Muslim no. 2191 (46). Dan lafazh seperti ini berdasarkan riwayat Muslim]

5. Hendaknya menundukkan pandangan (tidak menatap dengan tajam), sedikit bertanya, menunjukkan belas kasih kepada yang sakit, menasehatinya untuk senantiasa bersabar terhadap penderitaan sakitnya karena hal itu mengandung pahala yang besar dan mengingatkan agar tidak berkeluh kesah karena hal tersebut hanya akan menimbulkan dosa dan menghilangkan pahala.

6. Apabila melihat orang yang tertimpa cobaan musibah dan penyakit hendaklah berdo'a dengan suara yang pelan untuk keselamatan dirinya, do'a tersebut adalah:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً.

"Segala puji bagi Allah Yang menyelamatkan aku dari musibah yang Allah timpakan kepadamu. Dan Allah telah memberikan kemuliaan kepadaku melebihi orang banyak."
[HR. At-Tirmidzi no. 3431 dan Ibnu Majah no. 3892. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 602]

-----------

[Disalin dari kitab Aadaab Islaamiyyah, Penulis 'Abdul Hamid bin 'Abdirrahman as-Suhaibani, Judul dalam Bahasa Indonesia Adab Harian Muslim Teladan, Penerjemah Zaki Rahmawan, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir Bogor, Cetakan Kedua Shafar 1427H – Maret 2006M]
_______

Sumber: https://almanhaj.or.id/4011-adab-adab-bagi-orang-sakit-dan-yang-menjenguknya.html

KEJAMNYA WAKTU SUBUH

Bismillahirrahmaanirrahiim

Saya yakin di antara kita sudah mengetahui ke istimewaan waktu Subuh.
Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dengan kacamata yang lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya.

Allah SWT bersumpah dalam Al Fajr ;
" Demi fajar ( waktu subuh ). "
Kemudian dalam Al Falaq, Allah SWT mengingatkan ;
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
" Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai waktu subuh. "

1. Ada apa di balik waktu Subuh ... ???
2. Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh ... ???
3. Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh ... ???
4. Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya ...

Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api ...

Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan ...

Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yg disiram bensin ...

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang kita, uang dan semua perhiasan emas digondolnya.

Uang cash ratusan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting kita juga digasaknya. Eh, mobil yg belum lunas juga dirampoknya.

Bagaimana rasa pedih hati kita menerima kenyataan ini ... ???

Ketahuilah ... !!!
_ Bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu.
_ Karena jika kita tergilas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar kehilangan laptop dan mobil.
_ Kita kehilangan dunia dan segala isinya.

_ Ingat sabda Rasulullah SAW ;
" Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya. " ( HR Muslim ).

_ Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia.
Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 ( 0,7% ) saja pahala shalatnya.

Dalam suatu mahfum hadits ;
"Dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk" ( HR Muslim ).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar.
_ Shalat selama sepuluh jam, atau kurang lebih 150 kali shalat, Betapa agung fadhilah shalat Subuh berjamaah ini.

Betapa malangnya orang yang tergilas waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

_ Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yg disiram bensin.

Mengapa demikian ... ???
Tahukah Anda bahwa Nabi Muhammad SAW menyetarakan dengan orang Munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah.
"Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang Munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak"
( HR Bukhari Muslim ).

_ Orang yang tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah orang yang dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dgn orang Munafik.

_ Padahal, ancaman bagi orang Munafik adalah neraka Jahannam.
" Sesungguhnya Allah SWT akan mengumpulkan orang-orang2 Munafik dan orang-orang Kafir di dalam Jahannam " ( An Nisa : 140 ).

Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yang disiram bensin ... ???

Nah, agar tidak merasakan gilasan waktu Subuh yang lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusan waktu Subuh yang lebih berbahaya dari kobaran api, maka ;
" Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai waktu subuh "
(QS. Al Falaq : 1).

Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat shalat Shubuh berjamaah di masjid.

Semoga bermanfaat.

www.pengusahamuslimindonesia.com

QUOTES ULANG TAHUN


Ternyata ULANG TAHUN ada Dalam INJIL MATIUS 14 : 6 dan INJIL MARKUS 6 :21

Mungkin kurangnya pengetahuan mengenai "ke-Aqidah-an", masih banyak ummat Islam yang mengikuti ritual paganisme ini.

Bahkan tidak menutup kemungkinan para ustadz dan ustadzahpun ikut merayakannya dan terjebak di dalamnya.

Apalagi gencarnya media televisi dan media massa lainnya mempublikasikan seremonialnya yang terkadang dilakukan oleh beberapa da'i muda atau yang bergelar ustadz [setengah artis, katanya sih !].

Ditambah lagi kebiasaan ini sudah jamak dan menjadi hal yang seakan-akan wajib apabila ada anggota keluarga, rekan atau sahabat yang memperingati hari lahirnya.

Dan tak kurang kelirunya sejak di Taman Kanak-kanak dan SD sudah diajarkan secara praktek langsung bahkan ada termaktub dalam buku-buku kurikulum mereka . Wallahu a'lam.

Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka. Pada masa-masa awal Nasrani generasi pertama (Ahlul Kitab / kaum khawariyyun / pengikut nabi Isa) mereka tidak merayakan Upacara UlangTahun, karena mereka menganggap bahwa pesta ulang tahun itu adalah pesta yang mungkar dan hanya pekerjaan orang kafir Paganisme.

Pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 14:6; Tetapi pada HARI ULANG TAHUN Herodes, menarilah anak Herodes yang perempuan, Herodiaz, ditengah-tengah meraka akan menyukakan hati Herodes. (Matius14 : 6) Dalam Injil Markus 6:21

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada HARI ULANG TAHUNNYA mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.

(Markus 6:21) Look at the Bible, Matthew 14 : 6 and Mark 6:21; celebrating of birthday is Paganism, and Jesus (Isa, peace be upon him) doesn't to do it, but Herod. Matthew 14:6 : "But when Herod's birthday was kept, the daughter of Herodias danced before them, and pleased Herod". Mark 6:21 : And when a convenient day was come, that Herod on his birthday made a supper to his lords, and the high captains, and the chief men of Galilee.

Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilinpun ditiup. (Baca buku :Parasit Aqidah. A.D. El. Marzdedeq, Penerbit Syaamil, hal. 298)

Sudah menjadi kebiasaan kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga maupun teman, sahabat pada hari ULTAHnya. Bahkan tidak sedikit yang aktif dakwah (ustadz dan ustadzah) pun turut larut dalam tradisi jahiliyah ini.

Sedangkan kita sama-sama tahu bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Nabi kita yang mulia MUHAMMAD Shalallah Alaihi Wasallam, dan kita ketahui Rasulullah adalah orang yang paling mengerti cara bermasyarakat, bersosialisasi, paling tahu bagaimana cara menggembirakan para sahabat-sahabatnya.

Rasulullah paling mengerti bagaimana cara mensyukuri hidup dan kenikmatannya. Rasulullah paling mengerti bagaimana cara menghibur orang yang sedang bersedih.

Rasulullah adalah orang yang paling mengerti CARA BERSYUKUR dalam setiap hal yang di dalamnya ada rasa kegembiraan.

Adapun tradisi ULANG TAHUN ini merupakan tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum paganisme, maka Rasulullah memerintahkan untuk menyelisihinya.

Apakah Rasulullah pernah melakukannya ?
Apakah para sahabat Rasululah pernah melakukannya ?

Apakah para Tabi'in & Tabiut tabi'in pernah melakukannya ?
Padahal Herodes sudah hidup pada jaman Nabi Isa.

Apakah Rasulullah mengikuti tradisi ini ?

Apakah 3 generasi terbaik dalam Islam melakukan ritual paganisme ini ?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi'in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi'ut tabi'in)." (Hr. Bukhari & Muslim/Muttafaq 'alaih)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian mencela seorang pun di antara para sahabatku. Karena sesungguhnya apabila seandainya ada salah satu di antara kalian yang bisa berinfak emas sebesar Gunung Uhud maka itu tidak akan bisa menyaingi infak salah seorang di antara mereka; yang hanya sebesar genggaman tangan atau bahkan setengahnya saja." (Muttafaq 'alaih/Bukhari & Muslim)

Rasulullah pernah bersabda: "Kamu akan mengkuti cara hidup orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk kedalam lobang biawak kamu pasti akan memasukinya juga".

Para sahabat bertanya,"Apakah yang engkau maksud adalah kaum Yahudi dan Nasrani wahai Rasulullah?"

Rasulullah menjawab:"Siapa lagi jika bukan mereka?!".

Rasulullah bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ "

Man tasabbaha biqaumin fahua minhum" (Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka."( HR. Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar).

Allah berfirman;

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS. Al Baqarah : 120)

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran , pengelihatan, dan hati, semuannya itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Isra':36) "

… dan kamu mengatakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar." (QS. an-Nuur: 15)

Janganlah kita ikut-ikutan, karena tidak mengerti tentang sesuatu perkara.

Latah ikut-ikutan memperingati Ulang Tahun, tanpa mengerti darimana asal perayaan tersebut. Ini penjelasan Nabi tentang sebagian umatnya yang akan meninggalkan tuntunan beliau dan lebih memilih tuntunan dan cara hidup diluar Islam.

Termasuk juga diantaranya adalah peringatan perayaan ULTAH, meskipun ditutupi dengan label SYUKURAN atau ucapan selamat MILAD atau Met MILAD seakan-akan kelihatan lebih Islami.

Ingatlah !

Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasul.

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

"Barangsiapa beramal dengan suatu amalan yang "tidak ada perintah dari kami padanya" maka amalan tersebut TERTOLAK (yaitu tidak diterima oleh Allah)." [HR. Muslim]

Rasulullah, para sahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in adalah orang yang PALING MENGERTI AGAMA ISLAM.

Mereka tidak mengucapkan dan tidak memperingati Ulang Tahun, walaupun mungkin sebagian manusia menganggapnya baik.

Pahamilah "Kaidah" yang agung ini;

لو كان خيرا لسبقون اليه

"Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilaihi" SEANDAINYA PERBUATAN ITU BAIK, MAKA RASULULLAH, PARA SAHABAT, TABI'IN DAN TABIUT TABI'IN PASTI MEREKA LEBIH DAHULU MENGMALKANNYA DARIPADA KITA.

Karena mereka paling tahu tentang nilai sebuah kebaikan daripada kita yang hidup di jaman sekarang ini. Jika kita mau merenung apa yang harus dirayakan atau disyukuri BERKURANGNYA usia kita?

Semakin dekatnya kita dengan KUBUR?

SUDAH SIAPKAH kita untuk itu?

Akankah kita bisa merayakannya tahun depan?

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri MEMPERHATIKAN apa yang telah diperbuatnya UNTUK HARI ESOK (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)

Seorang muslim dia dituntut untuk MUHASABAH setiap hari, karena setiap detik yang dilaluinya TIDAK akan pernah kembali lagi sampai nanti dipertemukan oleh ALLAH pada hari penghisaban , yang tidak ada yang bermanfaat pada hari itu baik anak maupun harta kecuali orang yang menghadap ALLAH dengan membawa hati yang ikhlas dan amal yang soleh.

Jadi, alangkah baiknya jika tradisi jahiliyah kaum kafirin ini kita buang jauh-jauh dari diri kita, keluarga dan sohib sehingga kita tidak termasuk orang yg merugi...

Kamis, 11 Agustus 2016

BERUPAYA AGAR HATI KITA IKHLAS


● Ikhlas itu….
Ketika nasehat, kritik dan bahkan fitnah, tidak mengendorkan amalmu dan tidak membuat semangatmu punah.

● Ikhlas itu…
Ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan.

● Ikhlas itu…
Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding.

● Ikhlas itu…
Ketika niat baik disambut berbagai prasangka, kamu tetap berjalan tanpa berpaling muka.

● Ikhlas itu…
Ketika sepi dan ramai, sedikit atau banyak, menang atau kalah, kau tetap pada jalan lurus dan terus melangkah.

● Ikhlas itu…
Ketika kau lebih mempertanyakan apa amalmu dibanding apa posisimu, apa peranmu dibanding apa kedudukanmu, apa tugasmu dibanding apa jabatanmu.

● Ikhlas itu..
Ketika ketersinggungan pribadi tak membuatmu keluar dari barisan dan merusak tatanan.

● Ikhlas itu…
Ketika posisimu di atas, tak membuatmu jumawa, ketika posisimu di bawah tak membuatmu enggan bekerja.

● Ikhlas itu…
Ketika khilaf mendorongmu minta maaf, ketika salah mendorongmu berbenah, ketika ketinggalan mendorongmu mempercepat langkah.

● Ikhlas itu…
Ketika kebodohan orang lain terhadapmu, tidak kau balas dengan kebodohanmu terhadapnya, ketika kedzalimannya terhadapmu, tidak kau balas dengan kedzalimanmu terhadapnya.

● Ikhlas itu…
ketika kau bisa menghadapi wajah marah dengan senyum ramah, kau hadapi kata kasar dengan
jiwa besar, ketika kau hadapi dusta dengan menjelaskan fakta.

● Ikhlas itu….
Gampang diucapkan, tapi sulit diterapkan , karena....
MAKNA SUBTANSI IKHLAS :

1. MAU DAN RELA DIATUR OLEH HUKUM ALLAH DAN SUNNAH RASULLAH MUHAMMAD SAW .

2 . SIAP MENANGGUNG RESIKO APAPUN DALAM MENEGAKKAN AJARAN ISLAM.

3. BERSIKAP ISTIQOMAH , YAITU SELALU OPTIMIS WALAUPUN TIDAK ADA YG BANTU , BERANI LAWAN SIAPAPUN dan MUTMAINNAH = BERJIWA YG TENANG DAN TENTRAM HATINYA….. namun tidak mustahil diusahakan….

● Ikhlas itu...
Seperti surat Al Ikhlas.. Tak ada kata ikhlas di dalamnya

IKHLAS
Ikhlas itu...tak bisa di buktikan dengan kata: Aku ikhlas kok.
Ikhlas itu... Memberi tanpa menoleh lagi apa yang kita beri.
Ikhlas... itu berbuat baik meski tak seorangpun melihat.
Ikhlas itu... menolong tanpa mengharap pamrih.
Ikhlas itu... memberi manfaat tanpa mengharap pujian manusia.
Ikhlas itu... mem-posting hal baik tanpa mengharap LIKE atau komentar.
Setelah itu biar ALLAH SWT yang menyelesaikan NYA .
MASYAAALLAH

...SEMOGA KITA BISA MENGUPAYAKAN IKHLAS DALAM DIRI ,..

K E M A T I A N


Kematian adalah keluarnya nyawa seseorang dari jasadnya.
Kematian adalah ciptaan Allāh Subhānahu wa Ta'āla untuk menguji siapa di antara kita yang paling baik amalannya.

Dia adalah sunnatullāh bagi setiap jiwa, bagaimanapun dia berusaha untuk lari dari kematian tersebut.

Allāh berfirman :

ﻛُﻞُّ ﻧَﻔْﺲٍ ﺫَﺍﺋِﻘَﺔُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ۗ

*"Setiap jiwa akan merasakan kematian."*
(QS Ali Imran: 185)

Seseorang tidak mengetahui kapan dan dimana dia akan meninggal.

Dan apabila datang maka kematian tersebut tidak bisa diundurkan.

_*Sering mengingat mati adalah perkara yang diperintahkan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.*_

Diharapkan dengan mengingat mati, seseorang:
✓Lebih khusyū' di dalam beribadah.
✓Bersegera bertaubat.
✓Dan tidak lalai dari kenikmatan dunia yang fana ini.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ

*"Hendaklah kalian memperbanyak mengingat sesuatu yang memutus semua kelezatan."*
(Hadits riwayat Tirmidzi, Nasāi, Ibnu Mājah, berkata Syaikh Al Albāni: "hasan shahīh")

Harapan setiap Muslim adalah meninggal dalam keadaan husnul khātimah, yaitu meninggal dalam keadaan taat kepada Allāh, caranya adalah:

⑴ Dengan berdo'a.
⑵ Dan menjaga ketaatan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla selama hidupnya.

Di dalam sebuah hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya:

◆ _Allāh Subhānahu wa Ta'āla apabila menghendaki kebaikan bagi seseorang_ hamba maka *akan diberikan taufik untuk beramal shalih sebelum dia meninggal dunia.*

⇒ *Dan diantara amal shalih tersebut adalah mengucapkan lā ilāha illallāh.*

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﺁﺧﺮ كلامه ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ

_*"Barangsiapa ucapan terakhirnya adalah lā ilāha illallāh maka dia akan masuk ke dalam surga."*_
(Hadist shahīh diriwayatkan oleh Abū Dāwūd rahimahullāh)

_Kecanduan melakukan dosa, baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi tanpa diiringi dengan taubat,_ dikhawatirkan *akan menjadi sebab sūull khātimah.*

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla membersihkan hati kita dari ketergantungan dengan dosa.

Aamiin Yaa Rabb...

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

📝 Ust. 'Abdullāh Roy

Catatan Pagi


Terkadang kita dengan mudah memvonis seseorang itu buruk hanya dengan melihat apa yang tampak sesaat pada dirinya saat itu.

Hingga dengan ringan lisan dan hati berucap dan memvonis.."Iih..dia itu pendosa, buruk, hina, jelek dll...", 

Sehingga tanpa kita sadari dengan ucapan tersebut menimbulkan kesombongan pada diri kita dan merasa seakan-akan  kita lebih baik dari dia. Ya saat itu...

Padahal siapa yang tau bahwa 'dia' yang kita lihat buruk saat itu dengan perilaku buruknya, suatu saat nanti dengan kehendak-Nya, dia berubah menjadi baik...itu bukan hal yang mustahil..tidak ada yang tidak mungkin, karena Allah Maha Kuasa membolak balikkan hati manusia.

Siapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan pasti akan diberi-Nya hidayah untuk menjadi manusia yang shalih, dan mengganti semua keburukan di masa lalunya dengan amal shalih dan kebaikan-kebaikan.

Apa yang akan terjadi pada akhir kehidupan seseorang itu, pun pada diri kita, tidak ada yang mengetahuinya. Bisa jadi dibalik kesehariannya yang selama ini kita cap "buruk" saat itu, kemudian dia tulus dengan rintihan do'a-do'anya untuk meminta ampunan atas dosa-dosanya dan memohon tuntunan-Nya...kemudian Allah mengabulkan do'anya....atau mungkin saja dia memiliki kebaikan-kebaikan yang banyak sehingga Allah berkenan memberinya setitik hidayah.

Karena sebagaimana janji-Nya, bahwa balasan kebaikan itu adalah kebaikan juga..

Ingatkah kita pada kisah seorang wanita pelacur yang memberi minum anjing yang kehausan? karena ketulusannya itu, perbuatan baik tersebut Allah ganti dengan ampunan dan hidayah-Nya sehingga pelacur tersebut bertaubat.

Maka berbaik sangkalah saudaraku....siapapun yang kita lihat...di manapun... entah di dunia nyata atau di dunia maya, orang yang tidak kita kenali saat itu..yang hanya nampak keburukan saat kita melihatnya....jangan kita mencibir dan memvonis dia akan begitu selamanya..

Karena kita tidak mengetahui akhir kehidupannya...

Ada Rabb yang Maha Kuasa, Yang Maha membolak-balikkan hati kita.Maka selalulah berbaik sangka..

Berbaik sangkalah dan ucapkan do'a terbaikmu untuknya saat engkau melihat saudaramu tersebut sedang melakukan hal yang engkau anggap buruk itu, karena do'a tulusmu untuknya saat itu akan diaminkan oleh para malaikat dan akan kembali juga kepada dirimu.

Semoga Allah Ta'ala menetapkan hati kita di atas agama-Nya, hingga ajal menjemput.

✍🏻Dewi Ummu 'Abdillah

Senin, 08 Agustus 2016

JUJUR


Begitu pentingnya sifat jujur ini, sehingga Rasulullah SAW menempatkannya sebagai syarat utama untuk memeluk Islam.

Dalam suatu kisah diceritakan, ada seseorang ingin masuk Islam. Ia bertanya kepada Rasulullah, apakah syaratnya supaya ia bisa memeluk agama Islam. Nabi menjawab: berlakulah jujur.

Dengan heran orang itu bertanya lagi, benarkah hanya itu syaratnya. Begitu mudahnya! Rasulullah mengangguk membenarkan

Maka berlalulah orang itu. Dia bercerita kepada kawan-kawannya bahwa syarat masuk Islam ternyata sangat mudah, yaitu berlaku jujur. Maka dia beraktifitas seperti biasanya. Bertemu dengan komunitas aslinya yang sering berbohong dan berbuat kejahatan.

Dia berusaha menjaga komitmennya kepada Rasulullah untuk berlaku jujur.  Tapi dia mulai merasakan betapa strategisnya syarat kejujuran itu dalam menjalankan agama.

Suatu ketika dia diajak kawan-kawannya untuk berbuat dosa. Karena sudah terbiasa berbuat dosa, maka dia cenderung untuk mengikuti kawan-kawannya itu. Akan tetapi dia teringat komitmennya kepada Rasulullah, bahwa dia harus berlaku jujur.

Ketika diajak berbohong, dia teringat Rasulullah bahwa sebagai orang Islam dia harus jujur. Ketika diajak menipu, dia juga teringat kepada Rasulullah bahwa dia harus berlaku jujur. Ketika diajak mencuri dia juga teringat, betapa dia harus berlaku jujur.
Pokoknya setiap dia mau berlaku jahat dia teringat kepada janjinya untuk berlaku jujur kepada semua orang, termasuk kepada Rasulullah.

Akhirnya, dia tidak berani berbuat jahat lagi, karena dia tidak bisa bersembunyi lagi kepada siapapun. Bukankah dia telah berjanji untuk berlaku jujur kepada siapa saja?! Kejujurannya telah menyelamatkan dia dari kejahatan...

Kejujuran adalah sifat dasar kebaikan. Siapa saja yang tidak jujur, dia sedang memulai untuk melakukan kejahatan lainnya yang lebih besar.
Sebaliknya siapa saja berlaku jujur, dia sedang mengerem dirinya untuk hanya melakukan kebaikan...
👏👏👏

Seuntai Doa di Pagi Hari


                 Yaa Allah...
                 Yaa Rahman...
                 Yaa Rahim...

●》 _Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami..._
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...

●》 _Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka..._
Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...

●》 _Bila mulut kami masih diizinkan berucap..._
Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...

●》 _Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah..._
Hantarkanlah ke tempat-2 yang menjadi ibadah kami...

●》 _Bila tangan kami masih  dapat digerakkan..._
Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...

●》 _Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini..._
Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami...

●》 _Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami..._
Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...

●》 _Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami..._
Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang _halalan thoyiban_ dari segala arah...
Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...

           *_Yaa Allah..._*
           *_Yaa Rabb..._*

●》 _Bila keluarga dan saudara-2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami..._
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu...

●》 _Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara-2ku ini..._
Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna...

●》 _Serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah..._

          *_Yaa Allah..._*

Dengan segala yang telah diperlihatkan pada kami untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami...

_Karuniakanlah kepada kami, sejak  hari ini sampai Kau utus malaikat-Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami..._
Dengan Limpahan Nikmat dan Kasih Sayang-Mu...

_Di akhir hayat kami,_ kami mohon karunia-Mu untuk _*husnul khatimah*..._

آمِيْنَ... آمِيْنَ...  يَارَبَّ الْعَـــالَمِيْنَ... 

        SELAMAT BERAKTIFITAS...🍀

Rabu, 16 Maret 2016

BACAAN TAHIYAT

BACAAN TAHIYAT : DIALOG RASULULLAH SAW DENGAN ALLAH SWT... 

ANDAI kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog. antara RASULULLAH SAW dengan ALLAH AZZA WAJALLA, tentu kita tidak akan terburu-buru melakukannya... 

ALLAHU AKBAR ternyata bacaan shalat itu dapat membuat kita seperti berada disyurga...

Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Maasya Allah...

Singkat cerita, pada malam itu Jibril AS mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril AS tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril AS pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanan sendiri tanpa dirinya...

Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana Allah SWT hingga tiba di Arsy...

Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara langsung dengan Allah Azza wa Jalla...

Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Maasya Allah...

PERCAKAPAN Antara Muhammad Rasulullah SAW dengan ALLAH Subhanahu wata'ala :

a). Rasulullah SAW pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada Allah SWT :

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH... 
(Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik Allah).

b). Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya :

ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
(Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan segala karunia-Nya).

c). Mendapatkan jawaban sperti ini, Rasulullah SAW tidak merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya (ini yang membuat kita sangat terharu)... 

Beliau menjawab dengan ucapan :

ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA 'IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN. 
(Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang shalih).

Bacalah percakapan mulia itu sekali lagi… itu adalah percakapan Sang Tuhan dan hamba-Nya, Sang Pencipta dan ciptaan-Nya dan mereka saling mnghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain dan lihat betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan beliau tidak lupa dengan kita ketika dia dihadapan Allah SWT...

d). Melihat peristiwa ini, para malaikat yang menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan ter-kagum2  betapa Rakhman dan Rakhimnya Allah SWT, betapa mulianya Muhammad SAW...

Kemudian para malaikat pun mengucap dengan penuh keyakinan :

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
(Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul Allah).

Jadilah rangkaian percakapan dalam  peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam SHALAT yaitu pada posisi TAHIYAT Awal dan Akhir, yang kita ikuti dengan shalawat kepada Nabi sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya...

MUNGKIN sebelumnya kita tidak terpikirkan arti dan makma kalimat dalam bacaan ini. 

Mudah2an dengan penjelasan singkat ini kita dapat lebih meresapi makna shalat kita. Sehingga kita dapat merasakan getaran yang dirasakan oleh para malaikat disaat peristiwa itu...
وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

Semoga bermanfaat untuk menambah kekhusu'an sholat kita, Aamiin Allahumma Aamiin...

#Sumber : Kitab Qissotul Mi'roj

Minggu, 06 Maret 2016

PEMIMPIN YANG TEGAS

Setelah Brunei Darussalam memutuskan untuk menerapkan Syari'at Islam di negaranya, banyak pihak yang anti Syari'ah terguncang. Media Barat ramai-ramai mengecam kebijakan tersebut, menganggap bertentangan dengan hukum internasional, melanggar hak asasi manusia, serta kecaman keras lain yang tidak pantas. Para selebriti dunia pun turut ambil bagian dalam aksi protes tersebut dengan memboikot hotel milik Sultan.

Kecaman tersebut juga ditujukan kepada diri pribadi Sultan Brunei yang merupakan kekuatan besar di balik penerapan Syari'ah Islam di Brunei. Mereka mencari-cari kesalahan pribadi sang Sultan, serta membuat fitnah terhadap keluarganya. Media-media Indonesia pun ikut memberondong kebijakan tersebut dengan aneka fitnah yang keji.

Kecaman tersebut tentu saja aneh dan tidak beralasan. Karena penerapan Syari'at Islam di Brunei berlaku untuk negara Brunei, dan yang mendapat dampak dari kebijakan tersebut adalah penduduk Brunei. Akan tetapi, kebijakan penerapan Syari'at Islam membuat banyak pihak yang merasa terganggu kepentingannya mencari celah untuk menggembosi kebijakan tersebut.

Berikut jawaban tegas dari Sultan Brunei Hassanal Bolkiah terkait kecaman keras yang ditujukan atas kebijakan penerapan Syari'ah Islam di negaranya, sebagaimana dilansir oleh My News Hub.

"Di negara Anda, Anda mengklaim menerapkan kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan sebagainya. Hal tersebut ada dalam konstitusi Anda dan sistem politik Anda, identitas nasional Anda, hak Anda dan cara hidup Anda."

"Di negara kami, kami mempraktekkan budaya Melayu, Islam, Sistem Monarki, dan kita akan menerapkan hukum dan Syariah Islam. Islam adalah konstitusi kami, identitas nasional kami, hak kami, dan cara hidup kami,"

"Kami mungkin menemukan celah (kelemahan) dalam sistem hukum dan peradilan Anda, dan Anda mungkin menemukan hal yang sama pada kami, tapi ini adalah negara kami. Sama seperti Anda yang mempraktikkan hak Anda untuk menjadi gay, dll untuk kehidupan Anda di duni ini. Sedangkan kami mempraktekkan hak-hak kami untuk menjadi Muslim untuk kehidupan di dunia dan akhirat."

"Ini adalah sebuah negara Islam yang mempraktekkan hukum Islam. Mengapa Anda tidak khawatir tentang anak-anak Anda yang ditembak mati di sekolah-sekolah, khawatir tentang penjara-penjara Anda yang tidak mampu untuk menampung narapidana, khawatir tentang tingginya tingkat kejahatan, khawatir tentang tingginya tingkat bunuh diri dan aborsi, khawatir tentang apa saja yang seharusnya Anda khawatirkan di negara Anda. Sebagian besar agama menentang homoseksualitas, itu bukanlah sesuatu yang baru."

"Pada saat Anda mendengar bahwa Islam dan Muslim membuat sikap dan berusaha untuk meneguhkan kembali iman mereka, Anda menghakimi, Anda melakukan boikot, Anda mengatakan bahwa itu salah, itu bodoh, itu biadab."

"Sekali lagi, seharusnya Anda fokus terhadap kekhawatiran-kekhawatiran yang telah saya sebutkan sebelumnya. Apakah tidak salah [hukum] yang membolehkan senjata mematikan? Apakah tidak salah [hukum] yang membolehkan bayi yang belum lahir dibunuh? Apakah tidak salah [hukum] yang membolehkan gaya hidup yang menghasilkan AIDS dan terputusnya generasi?"

"Mengapa Anda begitu peduli terhadap apa yang terjadi di sini, di sebuah negara Islam, sedangkan pada saat yang sama Anda bahkan tidak membuka mata tentang apa yang terjadi di Suriah, Bosnia, Rohingya, Palestina, dan lain-lain?"

"Ribuan orang terbunuh di sana dan Anda tidak peduli, tidak ada seorangpun yang terbunuh di sini di bawah hukum Syari'ah ini, dan Anda begitu meributkannya, bahkan pada saat warga di sini yang langsung terkena dampaknya, menerimanya dengan damai."

"Hukuman mungkin keras tetapi tidak berarti bahwa ini lebih mudah untuk dilakukan. Ada proses yang harus dilalui sebelum suatu hukuman yang sebenarnya dijatuhkan. Kami baik-baik saja dengan ini, dan kami senang." 

Sumber: arrahmah.com

Kamis, 03 Maret 2016

Renungan Kisah Nyata

Oleh : Ary Ginanjar Agustian

Minggu lalu saya kembali Jum'atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum'at di situ. 

Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat.

Dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang… Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu. 

Sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.

Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih.

Dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya.

😭Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan.

Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya.. koq kayaknya amazing bingitzz…

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan "true story"..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.

Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara "Father's Day" di sekolah Umar.. "Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang.." begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.

Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.

Father's day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..

"Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.." tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… 

"Oh boleh.." begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung… 

☝"Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur'an Surat 78 (An-Naba')" begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

"Tentu saja boleh nak.." jawab pak Arief.. 

"Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah.." 

lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba' tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan "Syaikh Sudais" (Imam Besar Masjidil Haram)…

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…

"Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna.. sekarang coba kamu baca ayat 9.." begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…

"Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33.." setelah usai Umar membacanya.

lalu kata pak Arief: "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)"..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai"... 

😂"Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba' dengan sempurna nak…" begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… 

Lalu pak Arief bertanya kepada Umar : "Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur'an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?" begitu tanya pak Arief penasaran…

Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW : 
❤"Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. 

Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (H.R. Al-Hakim)…

😭"Pak guru..saya ingin mempersembahkan "Jubah Kemuliaan" kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orang tuanya.." 

Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… 

Di tengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan "Allahu Akbar..!!" dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…

Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. 

"Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…" ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…" Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan "kemuliaan ayah" di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2

👍Subhanallah... Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama'ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama'ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru... 

😭Entah apa yg ada dibenak jama'ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. 

mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur'an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!! 

😭Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Am ayat 32:

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"...

 Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang… Wallahu 'alam bisshawab.. 

Semoga bermanfaat.. khususnya buat saya pribadi…

Cara Masuk Surga Sekeluarga

Oleh: Ustadz Bachtiar Nasir

1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini; "Kita kerjasama agar masuk surga sekeluarga yuk?"

2. Bagaimana caranya? Lihat surat Ath-Thur 25-26.

"Para penghuni surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk surga sekeluarga. Mau tau?"

 وَأَقۡبَلَ بَعۡضُہُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ يَتَسَآءَلُونَ (٢٥) قَالُوٓاْ إِنَّا ڪُنَّا قَبۡلُ فِىٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ (٢٦) 

Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. (25) Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut [akan diazab]". (26) 

3. Ceritanya penghuni surga saling bercengkerama berhadap-hadapan, masing-masing bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu, kok bisa masuk surga?

4. Jawabnya seragam;

"Kami bisa masuk surga karena dulu di dunia, di keluarga kami saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih neraka".

5. Karenanya visi rumah tangga orang beriman adalah:

"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa neraka." (QS At Tahrim; 6)

Yaa Rabb, bagus!

6. Rumahku surgaku, akan terjadi jika masing-masing anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa neraka.

7. Siapa yang tak sedih jika ada salah seorg anggota keluarganya (ayah, ibu, kakak atau adik) terjerumus ke lingkungan siksa neraka?

8. Setiap anggota keluarga pasti sangat sedih jika bahtera keluarga pecah dan karam akibat terpaan gelombang kehidupan dunia yang mematikan.

9. Agar masuk surga sekeluarga, ingatkan anggota keluarga kita yang sedang khilaf berbuat dosa atau lalaikan perintah Allah, jangan dibiarkan.

10. Jangan kecewa kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena dakwah di tengah keluarga kadang lebih berat. Teruslah mengajak keluarga berjalan sesuai Al-Quran dan hadist. Jangan lupa doakan agar terbuka hati dan pikiran

11. Nabi Nuh as tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh as terus mendoakannya sampai akhirnya Allah tenggelamkan Kan'an.

12. Nabi Luth as tak pernah berhenti memperingatkan istrinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah binasakan isterinya bersama kaum sodom. (Al Hijr: 61-66)

13. Asiah binti Muzahim, tertatih-tatih peringatkan suaminya Fir'aun, konsisten mendidik Masyithah & Musa as, akhirnya Asiah yang dibunuh Fir'aun.

14. Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil, rasa iri dan dengki berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.

15. Agar bisa masuk surga sekeluarga perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar, selain itu kesabaran dan konsistensi juga harus dilakukan.

16. Ingatkan suami agar bekerja ditempat yang halal, jangan bawa pulang penghasilan yg haram, krn akan jadi bahan bakar neraka rumah tangga.

17. Ingatkan istri agar memperhatikan pola konsumsi halal untuk keluarga, anak-anak akan susah diajak taat dan ibadah jika mengonsumsi yang haram. (Al Maidah: 88, Al Baqarah: 168)

18. Ingatkan anak-anak bahwa bahan bakar neraka adalah batu dan manusia, jangan sampai salah seorang dari kita jadi bahan bakarnya neraka. (At Tahrim : 6)

19. Ingatkan terus ttg syarat sah menjadi seorang muslim (rukun islam) : dua kalimat syahadat, sholat, zakat, puasa, pergi haji jika mampu. (Al Baqarah: 110, 177-178)

20. Ceritakan bahwa penjaga neraka adalah para malaikat perkasa yang kuat dan kasar, mereka tak pernah khianati Allah & pasti laksanakan perintah-Nya. (At Tahrim: 6)

Semoga bermanfaat buat kita dan keluarga kita masing-masing.

Semoga kita bersama keluarga kita sampai akhirat yang husnul khotimah.

Aamiin Yaa Rabb....

MUSLIM YANG BAIK


بسم اللّه الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى عبده ورسوله مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ


Seorang mukmin yang baik adalah seorang mukmin yang senantiasa memenuhi hak-hak Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan hak-hak hamba-Nya.

Bukanlah seorang mukmin yang sejati, jikalau dia timpang satu bagian dari dua bagian ini.

Maka yang namanya habluminallāh (hubungan seseorang dengan Allāh ) haruslah baik.

Apakah cukup sampai disitu?

Tidak, habluminannās (hubungan dengan manusia) juga harus baik.

Seorang mukmin yang dia baik hubungannya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, tapi buruk hubungannya kepada manusia dianggap seorang mukmin sejati?

Tidak!

Bahkan pernah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ditanya oleh sahabat-sahabat beliau, tentang ada sosok wanita yang mereka sebutkan tentang shalatnya yang banyak, puasanya yang banyak, mereka juga mengatakan:

"Tapi Yaa Rasūlullāh, lisannya senantiasa menyakiti tetangga-tetangganya."

Apa jawaban Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam:

, "هي في النّار" 

"Dia di neraka"

Ini mengabarkan kepada kita, kalaulah kita telah memenuhi hak Allāh Subhānahu wa Ta'āla tapi tidak memenuhi hak hamba, menyakiti hamba, menzhalimi hamba maka sungguh hal ini sia-sia.

Suatu ketika Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersama 'Aisyah Radhiyallāhu Tabāraka wa Ta'āla 'anhā, tatkala mereka dalam kebersamaan datanglah Shafiyah, kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berbincang-bincang dengan Shafiyah.

Tatkala Syafiyah pulang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan keutamaan Shafiyah karena Shafiyah bintu Huyay bin Akhtab suaminya adalah Nabi (Rasūlullāh), keturunan dari nabi, pamannya adalah Yunus bin Matta adalah nabi.

Tatkala Shafiyah Radhiyallāhu 'anhā dipuji Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di depan putri Abū Bakr Ash Shiddīq, maka Aisyah Radhiyallāhu 'anhā terbakar cemburunya.

Ketika itulah Aisyah Radhiyallāhu Tabāraka wa Ta'āla 'anhā, ummul mukminin, Ibunda kita berkata:

يا رسول الله، حسبك من صفية كذا 

"Wahai Rasūlullāh, cukuplah bagimu Shafiyah, dia itu seperti ini." 

(Sambil berisyarat)

Maksudnya:

"Yaa Rasūlullāh, anda memuji Shafiyah, apapun yang puji tapi dia seperti ini, bukanlah sosok wanita tinggi, dia pendek. "

Maka mendengar ucapan ibunda kita, seketika itu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengingatkan:

 لقد قلت بكلمة لو مزجت بماء البحر لمزجته

"Sungguh engkau telah mengucapkan satu kalimat (wahai 'Aisyah), jikalau kalimatmu ini dimasukan ke dalam air laut (dibenamkan di air laut) sungguh kalimatmu ini akan merubah rasa lautan."

Allāhu Akbar.

Ini menggambarkan kepada kita bahwasanya hak seorang muslim itu besar di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Mengghībahnya, menyebutkan kejelekan tentangnya bukanlah perkara kecil.

Banyak yang orang-orang baik shalatnya, menjaga puasanya, mungkin rajin bersedekah tapi tidak mampu menjaga lidahnya, menzhalimi orang-orang Islam lainnya, maka ini bukanlah seorang muslim yang hakiki kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Sungguh, ghibāh yang kecil dalam pandangan manusia tapi kata Rasūlullāh:

"Wahai Aisyah, jikalau ucapanmu ini diletakkan di air lautan, dia akan merubah rasa lautan."

Allāhu Akbar.

Terkadang kita menyepelekan ghībah, terkadang kita menyepelekan dosa ini.

مَرَّ الَّنبِيُّ صلي الله عليه وسلم عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيْرٍ.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam melewati dua kuburan, maka beliau mengatakan:

"Sungguh orang-orang yang dalam kubur ini kedua-duanya sedang diadzab bukanlah  karena perkara besar."

(HR Bukhari dan Muslim)

Maksud Rasūlullāh, bukanlah perkara besar dalam pandangan manusia, karena manusia meremehkannya (merendahkannya), menganggap perkara kecil.

Akan tetapi apa kata Nabi kita, ketahuilah sungguh dia adalah besar di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Allāhu Akbar.

Apakah perkara ini? 

Maka beliau mengatakan:

"Adapun yang pertama, dia tiap kali kencing tidak istinjak, dan adapun yang kedua dia senantiasa jalan dengan menyebarkan ghībah dan mengunjing saudara-saudaranya."

Subhānallāh .......

Kata para ulama, kebanyakan adzab kubur itu efek daripada dua perkara ini.

▪Pertama |Bermudah-mudah dalam beristinja' bahkan tidak istinja'

Kita melihat sebagian kaum muslimin tatkala mereka kencing, mereka tidak istinja'. 

Ini penyebab terbanyak adzab kubur.

▪Kedua | Dia jalan kemana-mana sambil berupaya untuk menggunjing manusia.

Subhānallāh.....

Jadi kebanyakan adzab kubur disebabkan karena gunjingan lidah.

Karena itulah, berkata Nabi yang Mulia 'alihi shalātu wa sallam:

اْلمــُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ اْلمــُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَ يَدِهِ 

"Orang Islam itu adalah seorang yang dapat menjaga lisannya sehingga orang lain aman daripada kejahatan lidahnya dan kejahatan tangannya"

(Shahih Muslim: 41)

Berkata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ketika mendefinisikan ghibāh:

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ 

"Engkau menyebutkan tentang saudaramu apa-apa yang tidak dia senangi." 

(HR Muslim 2589, Abu Dawud 4874, At Tirmidzi 1999 dan lain-lain)

Maka ghībah terkadang dalam bentuk ucapan, terkadang dalam bentuk bahasa isyarat, terkadang dalam bentuk lirikan mata dan seterusnya.

Engkau menyebut tentang saudaramu dengan apa-apa yang tidak dia senangi inilah ghībah.

Maka kaum muslimin sekalian, jika anda ingin menjadi sosok muslim yang baik hendaklah anda perbaiki hubungan anda dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan perbaiki hubungan dengan sesama.

Jangan pernah menzhalimi sesama, penuhilah hak sesama.

Sebagian orang shalatnya baik tapi hutang tidak bayar. 

Sebagian orang, Subhānallāh, baik kepada manusia tapi tidak shalat.

Semuanya salah.

Seorang muslim yang baik adalah menggabungkan antara hak Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan hak manusia.

والله تبارك وتعالى أعلم
وصل الله وسلم على نبينا محمد
والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
  
__________________________