Rabu, 16 Maret 2016

BACAAN TAHIYAT

BACAAN TAHIYAT : DIALOG RASULULLAH SAW DENGAN ALLAH SWT... 

ANDAI kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog. antara RASULULLAH SAW dengan ALLAH AZZA WAJALLA, tentu kita tidak akan terburu-buru melakukannya... 

ALLAHU AKBAR ternyata bacaan shalat itu dapat membuat kita seperti berada disyurga...

Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Maasya Allah...

Singkat cerita, pada malam itu Jibril AS mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril AS tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril AS pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanan sendiri tanpa dirinya...

Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana Allah SWT hingga tiba di Arsy...

Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara langsung dengan Allah Azza wa Jalla...

Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Maasya Allah...

PERCAKAPAN Antara Muhammad Rasulullah SAW dengan ALLAH Subhanahu wata'ala :

a). Rasulullah SAW pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada Allah SWT :

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH... 
(Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik Allah).

b). Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya :

ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
(Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan segala karunia-Nya).

c). Mendapatkan jawaban sperti ini, Rasulullah SAW tidak merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya (ini yang membuat kita sangat terharu)... 

Beliau menjawab dengan ucapan :

ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALAA 'IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN. 
(Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang shalih).

Bacalah percakapan mulia itu sekali lagi… itu adalah percakapan Sang Tuhan dan hamba-Nya, Sang Pencipta dan ciptaan-Nya dan mereka saling mnghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain dan lihat betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan beliau tidak lupa dengan kita ketika dia dihadapan Allah SWT...

d). Melihat peristiwa ini, para malaikat yang menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan ter-kagum2  betapa Rakhman dan Rakhimnya Allah SWT, betapa mulianya Muhammad SAW...

Kemudian para malaikat pun mengucap dengan penuh keyakinan :

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
(Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul Allah).

Jadilah rangkaian percakapan dalam  peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam SHALAT yaitu pada posisi TAHIYAT Awal dan Akhir, yang kita ikuti dengan shalawat kepada Nabi sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya...

MUNGKIN sebelumnya kita tidak terpikirkan arti dan makma kalimat dalam bacaan ini. 

Mudah2an dengan penjelasan singkat ini kita dapat lebih meresapi makna shalat kita. Sehingga kita dapat merasakan getaran yang dirasakan oleh para malaikat disaat peristiwa itu...
وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

Semoga bermanfaat untuk menambah kekhusu'an sholat kita, Aamiin Allahumma Aamiin...

#Sumber : Kitab Qissotul Mi'roj

Minggu, 06 Maret 2016

PEMIMPIN YANG TEGAS

Setelah Brunei Darussalam memutuskan untuk menerapkan Syari'at Islam di negaranya, banyak pihak yang anti Syari'ah terguncang. Media Barat ramai-ramai mengecam kebijakan tersebut, menganggap bertentangan dengan hukum internasional, melanggar hak asasi manusia, serta kecaman keras lain yang tidak pantas. Para selebriti dunia pun turut ambil bagian dalam aksi protes tersebut dengan memboikot hotel milik Sultan.

Kecaman tersebut juga ditujukan kepada diri pribadi Sultan Brunei yang merupakan kekuatan besar di balik penerapan Syari'ah Islam di Brunei. Mereka mencari-cari kesalahan pribadi sang Sultan, serta membuat fitnah terhadap keluarganya. Media-media Indonesia pun ikut memberondong kebijakan tersebut dengan aneka fitnah yang keji.

Kecaman tersebut tentu saja aneh dan tidak beralasan. Karena penerapan Syari'at Islam di Brunei berlaku untuk negara Brunei, dan yang mendapat dampak dari kebijakan tersebut adalah penduduk Brunei. Akan tetapi, kebijakan penerapan Syari'at Islam membuat banyak pihak yang merasa terganggu kepentingannya mencari celah untuk menggembosi kebijakan tersebut.

Berikut jawaban tegas dari Sultan Brunei Hassanal Bolkiah terkait kecaman keras yang ditujukan atas kebijakan penerapan Syari'ah Islam di negaranya, sebagaimana dilansir oleh My News Hub.

"Di negara Anda, Anda mengklaim menerapkan kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan sebagainya. Hal tersebut ada dalam konstitusi Anda dan sistem politik Anda, identitas nasional Anda, hak Anda dan cara hidup Anda."

"Di negara kami, kami mempraktekkan budaya Melayu, Islam, Sistem Monarki, dan kita akan menerapkan hukum dan Syariah Islam. Islam adalah konstitusi kami, identitas nasional kami, hak kami, dan cara hidup kami,"

"Kami mungkin menemukan celah (kelemahan) dalam sistem hukum dan peradilan Anda, dan Anda mungkin menemukan hal yang sama pada kami, tapi ini adalah negara kami. Sama seperti Anda yang mempraktikkan hak Anda untuk menjadi gay, dll untuk kehidupan Anda di duni ini. Sedangkan kami mempraktekkan hak-hak kami untuk menjadi Muslim untuk kehidupan di dunia dan akhirat."

"Ini adalah sebuah negara Islam yang mempraktekkan hukum Islam. Mengapa Anda tidak khawatir tentang anak-anak Anda yang ditembak mati di sekolah-sekolah, khawatir tentang penjara-penjara Anda yang tidak mampu untuk menampung narapidana, khawatir tentang tingginya tingkat kejahatan, khawatir tentang tingginya tingkat bunuh diri dan aborsi, khawatir tentang apa saja yang seharusnya Anda khawatirkan di negara Anda. Sebagian besar agama menentang homoseksualitas, itu bukanlah sesuatu yang baru."

"Pada saat Anda mendengar bahwa Islam dan Muslim membuat sikap dan berusaha untuk meneguhkan kembali iman mereka, Anda menghakimi, Anda melakukan boikot, Anda mengatakan bahwa itu salah, itu bodoh, itu biadab."

"Sekali lagi, seharusnya Anda fokus terhadap kekhawatiran-kekhawatiran yang telah saya sebutkan sebelumnya. Apakah tidak salah [hukum] yang membolehkan senjata mematikan? Apakah tidak salah [hukum] yang membolehkan bayi yang belum lahir dibunuh? Apakah tidak salah [hukum] yang membolehkan gaya hidup yang menghasilkan AIDS dan terputusnya generasi?"

"Mengapa Anda begitu peduli terhadap apa yang terjadi di sini, di sebuah negara Islam, sedangkan pada saat yang sama Anda bahkan tidak membuka mata tentang apa yang terjadi di Suriah, Bosnia, Rohingya, Palestina, dan lain-lain?"

"Ribuan orang terbunuh di sana dan Anda tidak peduli, tidak ada seorangpun yang terbunuh di sini di bawah hukum Syari'ah ini, dan Anda begitu meributkannya, bahkan pada saat warga di sini yang langsung terkena dampaknya, menerimanya dengan damai."

"Hukuman mungkin keras tetapi tidak berarti bahwa ini lebih mudah untuk dilakukan. Ada proses yang harus dilalui sebelum suatu hukuman yang sebenarnya dijatuhkan. Kami baik-baik saja dengan ini, dan kami senang." 

Sumber: arrahmah.com

Kamis, 03 Maret 2016

Renungan Kisah Nyata

Oleh : Ary Ginanjar Agustian

Minggu lalu saya kembali Jum'atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum'at di situ. 

Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat.

Dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang… Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu. 

Sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.

Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih.

Dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya.

😭Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan.

Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya.. koq kayaknya amazing bingitzz…

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan "true story"..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.

Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara "Father's Day" di sekolah Umar.. "Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang.." begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.

Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.

Father's day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..

"Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.." tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… 

"Oh boleh.." begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung… 

☝"Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur'an Surat 78 (An-Naba')" begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

"Tentu saja boleh nak.." jawab pak Arief.. 

"Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah.." 

lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba' tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan "Syaikh Sudais" (Imam Besar Masjidil Haram)…

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…

"Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna.. sekarang coba kamu baca ayat 9.." begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…

"Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33.." setelah usai Umar membacanya.

lalu kata pak Arief: "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)"..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai"... 

😂"Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba' dengan sempurna nak…" begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… 

Lalu pak Arief bertanya kepada Umar : "Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur'an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?" begitu tanya pak Arief penasaran…

Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW : 
❤"Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. 

Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an." (H.R. Al-Hakim)…

😭"Pak guru..saya ingin mempersembahkan "Jubah Kemuliaan" kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orang tuanya.." 

Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… 

Di tengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan "Allahu Akbar..!!" dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…

Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. 

"Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…" ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…" Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan "kemuliaan ayah" di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2

👍Subhanallah... Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama'ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama'ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru... 

😭Entah apa yg ada dibenak jama'ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. 

mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur'an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!! 

😭Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Am ayat 32:

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"...

 Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang… Wallahu 'alam bisshawab.. 

Semoga bermanfaat.. khususnya buat saya pribadi…

Cara Masuk Surga Sekeluarga

Oleh: Ustadz Bachtiar Nasir

1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini; "Kita kerjasama agar masuk surga sekeluarga yuk?"

2. Bagaimana caranya? Lihat surat Ath-Thur 25-26.

"Para penghuni surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk surga sekeluarga. Mau tau?"

 وَأَقۡبَلَ بَعۡضُہُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ يَتَسَآءَلُونَ (٢٥) قَالُوٓاْ إِنَّا ڪُنَّا قَبۡلُ فِىٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ (٢٦) 

Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. (25) Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut [akan diazab]". (26) 

3. Ceritanya penghuni surga saling bercengkerama berhadap-hadapan, masing-masing bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu, kok bisa masuk surga?

4. Jawabnya seragam;

"Kami bisa masuk surga karena dulu di dunia, di keluarga kami saling mengingatkan satu sama lain tentang siksa pedih neraka".

5. Karenanya visi rumah tangga orang beriman adalah:

"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa neraka." (QS At Tahrim; 6)

Yaa Rabb, bagus!

6. Rumahku surgaku, akan terjadi jika masing-masing anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa neraka.

7. Siapa yang tak sedih jika ada salah seorg anggota keluarganya (ayah, ibu, kakak atau adik) terjerumus ke lingkungan siksa neraka?

8. Setiap anggota keluarga pasti sangat sedih jika bahtera keluarga pecah dan karam akibat terpaan gelombang kehidupan dunia yang mematikan.

9. Agar masuk surga sekeluarga, ingatkan anggota keluarga kita yang sedang khilaf berbuat dosa atau lalaikan perintah Allah, jangan dibiarkan.

10. Jangan kecewa kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena dakwah di tengah keluarga kadang lebih berat. Teruslah mengajak keluarga berjalan sesuai Al-Quran dan hadist. Jangan lupa doakan agar terbuka hati dan pikiran

11. Nabi Nuh as tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh as terus mendoakannya sampai akhirnya Allah tenggelamkan Kan'an.

12. Nabi Luth as tak pernah berhenti memperingatkan istrinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah binasakan isterinya bersama kaum sodom. (Al Hijr: 61-66)

13. Asiah binti Muzahim, tertatih-tatih peringatkan suaminya Fir'aun, konsisten mendidik Masyithah & Musa as, akhirnya Asiah yang dibunuh Fir'aun.

14. Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil, rasa iri dan dengki berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.

15. Agar bisa masuk surga sekeluarga perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar, selain itu kesabaran dan konsistensi juga harus dilakukan.

16. Ingatkan suami agar bekerja ditempat yang halal, jangan bawa pulang penghasilan yg haram, krn akan jadi bahan bakar neraka rumah tangga.

17. Ingatkan istri agar memperhatikan pola konsumsi halal untuk keluarga, anak-anak akan susah diajak taat dan ibadah jika mengonsumsi yang haram. (Al Maidah: 88, Al Baqarah: 168)

18. Ingatkan anak-anak bahwa bahan bakar neraka adalah batu dan manusia, jangan sampai salah seorang dari kita jadi bahan bakarnya neraka. (At Tahrim : 6)

19. Ingatkan terus ttg syarat sah menjadi seorang muslim (rukun islam) : dua kalimat syahadat, sholat, zakat, puasa, pergi haji jika mampu. (Al Baqarah: 110, 177-178)

20. Ceritakan bahwa penjaga neraka adalah para malaikat perkasa yang kuat dan kasar, mereka tak pernah khianati Allah & pasti laksanakan perintah-Nya. (At Tahrim: 6)

Semoga bermanfaat buat kita dan keluarga kita masing-masing.

Semoga kita bersama keluarga kita sampai akhirat yang husnul khotimah.

Aamiin Yaa Rabb....

MUSLIM YANG BAIK


بسم اللّه الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى عبده ورسوله مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ


Seorang mukmin yang baik adalah seorang mukmin yang senantiasa memenuhi hak-hak Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan hak-hak hamba-Nya.

Bukanlah seorang mukmin yang sejati, jikalau dia timpang satu bagian dari dua bagian ini.

Maka yang namanya habluminallāh (hubungan seseorang dengan Allāh ) haruslah baik.

Apakah cukup sampai disitu?

Tidak, habluminannās (hubungan dengan manusia) juga harus baik.

Seorang mukmin yang dia baik hubungannya kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, tapi buruk hubungannya kepada manusia dianggap seorang mukmin sejati?

Tidak!

Bahkan pernah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ditanya oleh sahabat-sahabat beliau, tentang ada sosok wanita yang mereka sebutkan tentang shalatnya yang banyak, puasanya yang banyak, mereka juga mengatakan:

"Tapi Yaa Rasūlullāh, lisannya senantiasa menyakiti tetangga-tetangganya."

Apa jawaban Nabi Shallallāhu 'alayhi wa sallam:

, "هي في النّار" 

"Dia di neraka"

Ini mengabarkan kepada kita, kalaulah kita telah memenuhi hak Allāh Subhānahu wa Ta'āla tapi tidak memenuhi hak hamba, menyakiti hamba, menzhalimi hamba maka sungguh hal ini sia-sia.

Suatu ketika Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersama 'Aisyah Radhiyallāhu Tabāraka wa Ta'āla 'anhā, tatkala mereka dalam kebersamaan datanglah Shafiyah, kemudian Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berbincang-bincang dengan Shafiyah.

Tatkala Syafiyah pulang Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan keutamaan Shafiyah karena Shafiyah bintu Huyay bin Akhtab suaminya adalah Nabi (Rasūlullāh), keturunan dari nabi, pamannya adalah Yunus bin Matta adalah nabi.

Tatkala Shafiyah Radhiyallāhu 'anhā dipuji Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam di depan putri Abū Bakr Ash Shiddīq, maka Aisyah Radhiyallāhu 'anhā terbakar cemburunya.

Ketika itulah Aisyah Radhiyallāhu Tabāraka wa Ta'āla 'anhā, ummul mukminin, Ibunda kita berkata:

يا رسول الله، حسبك من صفية كذا 

"Wahai Rasūlullāh, cukuplah bagimu Shafiyah, dia itu seperti ini." 

(Sambil berisyarat)

Maksudnya:

"Yaa Rasūlullāh, anda memuji Shafiyah, apapun yang puji tapi dia seperti ini, bukanlah sosok wanita tinggi, dia pendek. "

Maka mendengar ucapan ibunda kita, seketika itu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengingatkan:

 لقد قلت بكلمة لو مزجت بماء البحر لمزجته

"Sungguh engkau telah mengucapkan satu kalimat (wahai 'Aisyah), jikalau kalimatmu ini dimasukan ke dalam air laut (dibenamkan di air laut) sungguh kalimatmu ini akan merubah rasa lautan."

Allāhu Akbar.

Ini menggambarkan kepada kita bahwasanya hak seorang muslim itu besar di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Mengghībahnya, menyebutkan kejelekan tentangnya bukanlah perkara kecil.

Banyak yang orang-orang baik shalatnya, menjaga puasanya, mungkin rajin bersedekah tapi tidak mampu menjaga lidahnya, menzhalimi orang-orang Islam lainnya, maka ini bukanlah seorang muslim yang hakiki kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Sungguh, ghibāh yang kecil dalam pandangan manusia tapi kata Rasūlullāh:

"Wahai Aisyah, jikalau ucapanmu ini diletakkan di air lautan, dia akan merubah rasa lautan."

Allāhu Akbar.

Terkadang kita menyepelekan ghībah, terkadang kita menyepelekan dosa ini.

مَرَّ الَّنبِيُّ صلي الله عليه وسلم عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيْرٍ.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam melewati dua kuburan, maka beliau mengatakan:

"Sungguh orang-orang yang dalam kubur ini kedua-duanya sedang diadzab bukanlah  karena perkara besar."

(HR Bukhari dan Muslim)

Maksud Rasūlullāh, bukanlah perkara besar dalam pandangan manusia, karena manusia meremehkannya (merendahkannya), menganggap perkara kecil.

Akan tetapi apa kata Nabi kita, ketahuilah sungguh dia adalah besar di hadapan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Allāhu Akbar.

Apakah perkara ini? 

Maka beliau mengatakan:

"Adapun yang pertama, dia tiap kali kencing tidak istinjak, dan adapun yang kedua dia senantiasa jalan dengan menyebarkan ghībah dan mengunjing saudara-saudaranya."

Subhānallāh .......

Kata para ulama, kebanyakan adzab kubur itu efek daripada dua perkara ini.

▪Pertama |Bermudah-mudah dalam beristinja' bahkan tidak istinja'

Kita melihat sebagian kaum muslimin tatkala mereka kencing, mereka tidak istinja'. 

Ini penyebab terbanyak adzab kubur.

▪Kedua | Dia jalan kemana-mana sambil berupaya untuk menggunjing manusia.

Subhānallāh.....

Jadi kebanyakan adzab kubur disebabkan karena gunjingan lidah.

Karena itulah, berkata Nabi yang Mulia 'alihi shalātu wa sallam:

اْلمــُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ اْلمــُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَ يَدِهِ 

"Orang Islam itu adalah seorang yang dapat menjaga lisannya sehingga orang lain aman daripada kejahatan lidahnya dan kejahatan tangannya"

(Shahih Muslim: 41)

Berkata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ketika mendefinisikan ghibāh:

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ 

"Engkau menyebutkan tentang saudaramu apa-apa yang tidak dia senangi." 

(HR Muslim 2589, Abu Dawud 4874, At Tirmidzi 1999 dan lain-lain)

Maka ghībah terkadang dalam bentuk ucapan, terkadang dalam bentuk bahasa isyarat, terkadang dalam bentuk lirikan mata dan seterusnya.

Engkau menyebut tentang saudaramu dengan apa-apa yang tidak dia senangi inilah ghībah.

Maka kaum muslimin sekalian, jika anda ingin menjadi sosok muslim yang baik hendaklah anda perbaiki hubungan anda dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan perbaiki hubungan dengan sesama.

Jangan pernah menzhalimi sesama, penuhilah hak sesama.

Sebagian orang shalatnya baik tapi hutang tidak bayar. 

Sebagian orang, Subhānallāh, baik kepada manusia tapi tidak shalat.

Semuanya salah.

Seorang muslim yang baik adalah menggabungkan antara hak Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan hak manusia.

والله تبارك وتعالى أعلم
وصل الله وسلم على نبينا محمد
والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
  
__________________________