Kamis, 24 Oktober 2013

7 Kesalahan Istri

1. MENUNTUT KELUARGA YG IDEAL & SEMPURNA.
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernicious yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.
Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.
Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.
Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.
Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. NUSYUS (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala telah tetapkan untuknya.
Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
1. Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
2. Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
3. Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
4. Lalai dalam melayani suami
5. Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
6. Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
7. Keluar rumah tanpa izin suami
8. Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami. 

3. TIDAK MENJAGA PENAMPILAN.
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.
Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

4. KURANG BERSYUKUR/BERTERIMA KASIH
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona'ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih."

5. MENGINGKARI KEBAIKAN SUAMI
"Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka."
Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?
"Karena kekufuran mereka," jawab Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami kita?
Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.
Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?
Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?
"Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): "Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami bagimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami." (HR. At Tirmidzi, hasan)
Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.
Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.
"Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu." (HR.Ahmad)

6. MENGUNGKIT-UNGKIT KEBAIKAN.
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)." [Al Baqarah: 264]
Abu Dzar radhiyallahu 'Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih."
Abu Dzar radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali." Lalu Abu Dzar bertanya, "Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. " [HR. Muslim]

7. TIDAK MENJAGA PERASAAN SUAMI.
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.

Demikian beberapa kesalahan-kesalahan istri yang terkadang dilakukan kepada suami yang seyogyanya kita hindari agar suami semakin sayang pada setiap istri.
Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.

.... Aamiin YRA ....

-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT

Selasa, 08 Oktober 2013

KENDALIKAN AMARAH UNTUK KETENTERAMAN HATI.

Seseorang yang ber-Iman mempunyai HAK UNTUK MARAH, namun demi Amal Kebajikannya, maka HAK MARAH itu dilepaskannya.

AL-QURAN menjelaskan bahwa MENGENDALIKAN AMARAH & MEMAAFKAN merupakan Amal Kebajikan yang Mulia.
 
"Dan bersegeralah kamu kepada Ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang ber-Taqwa, yaitu orang-orang yang Menafkahkan Hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan ORANG-ORANG YANG MENAHAN AMARAHNYA dan MEMAAFKAN KESALAHAN orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat Kebajikan". [Ali-Imran 133-134].

Memaafkan itu memang tidak semudah apa yang diucapkan, tapi ingatlah bahwa Allah saja Maha Pengampun, kenapa kita tidak bisa memaafkan?

"Hendaklah mereka MEMAAFKAN dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa ALLAH MENGAMPUNIMU?". [An Nuur 22].

Memaafkan sesungguhnya menaruh Dendam yang akan Membebankan Hati, yang akan membuat Amarah menjadi membabi buta ketika Nafsu & Emosi sudah tak terbendung.

Allah ber-Firman:

"Hai orang-orang yang Ber-Iman, BER-SABARLAH kamu, dan KUATKAN KESABARANMU". [Ali-Imran 200].

"Barang siapa MEMAAFKAN DAN BERBUAT BAIK, maka Pahalanya atas tanggungan Allah". [Asy-Syura 40].

Orang yang mampu mengendalikan Amarah serta mampu menahan diri dikala mendapat Ejekan & Fitnah, maka ia akan menghasilkan kebajikan bagi dirinya.

Rasulullah ber-Sabda:

"Allah tidak akan menambah kemaafan seseorang, melainkan dengan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan dirinya karena Allah, melainkan ALLAH AKAN MENINGGIKAN DERAJATNYA".

"MAAFKANLAH mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya ALLAH MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK". [Al-Maaidah 13].

InsyaAllah kita mampu menjadi orang yang mudah MEMAAFKAN & mampu MENGENDALIKAN AMARAH, sebagai bekal untuk mengarungi Kehidupan selanjutnya dengan "HATI YANG LEBIH TENTERAM". Aamiin YRA...

---------

Diantara ciri kesombongan adalah jarangnya berterimakasih & enggan meminta maaf.

Firman Allah Ta'ala,

"…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Ali Imran: 134)

"Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan." (Asy-Syuura: 43)

Sabda Rasullulah,

"Tidaklah Allah memberi tambahan kepada seseorang hamba yang suka memberi maaf melainkan kemuliaan." (HR. Muslim)

------------------

Jika ada orang bicara mengenai kita di belakang...
itu adalah tanda bahwa kita sudah ada DI DEPAN...

Saat orang bicara merendahkan diri kita...
itu adalah tanda bahwa kita sudah berada di tempat yang LEBIH TINGGI...

Dan saat orang bicara dengan nada iri mengenai kita...
itu adalah tanda bahwa kita sudah
jauh LEBIH BAIK dari mereka...

Bukankah saat orang bicara buruk mengenai kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka...
itu adalah tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya LEBIH INDAH dari mereka...

Payung tidak dapat menghentikan hujan tapi membuat kita berjalan menembus hujan...

-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT

Jumat, 04 Oktober 2013

20 SUNNAH RASUL YANG SERING KITA ABAIKAN

1. Mendahulukan kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya.

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu' walaupun tidak sedang mengerjakan sholat.

3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak).

4. Shalat Istikharah

5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu'

6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan.

7. Mendahulukan Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan dan yang manis. Dianjurkan kalau ada dengan makan buah kurma.

8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana atau musibah.

9. Tidak suka Begadang Dan Segera Tidur setelah Selesai Shalat Isya'

10. Mengikuti Bacaan Muadzin (adzan)

11. Berlomba-Lomba Untuk MengumandangkanAdzan, Bersegera Menunaikan Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan Shaf Pertama.

12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu (dengan ucapan Assalamu'alaikum)

13. Mengibaskan Seprei Saat Hendak Tidur (dengan maksud agar tempat tidur kita tidak kotor)

14. Meruqyah Diri Dan Keluarga

15. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru

16. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil (jika berpapasan atau bertemu)

17. Berwudhu' Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)

18. Membaca 'Aamiin' Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum

19. Membaca dzikir Setelah Shalat

20. Membuat Pembatas (ada tenggang waktu) Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah

Semoga catatan singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Jangan lupa SHARE juga untuk para sahabat.

Ya Allah..
Jadikanlah kami orang-orang yang senantiasa mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya.
Kumpulkanlah kami beserta kedua orang tua kami bersama Rasulullah di surga.
Aamiin

_

-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT

Selasa, 01 Oktober 2013

Kisah Kakek

Pagi itu Klinik sebuah Rumah Sakit kelihatannya sedikit sibuk...
Sekitar jam 9 lebih 30 minutes seorang kakek yg berusia 70 tahunan datang membuka jahitan pada luka di jarinya....
Saya menyiapkan berkasnya dan meminta sikakek menunggu...
Semua Dokter masih sibuk dan bisa jadi sikakek itu ditangani oleh dokter kira2 1jam lagi mungkin lebih...
Sewaktu menunggu saya lihat kakek itu tiap sebentar melirik ke jam tangannya, timbul rasa kasihan dan waktu sedikit luang saya bertanya...:
Mungkin Bapak punya keperluan lain???
Dia cuma menggeleng...
Saya sempatkan untuk memeriksa lukanya, nampaknya cukup baik dan kering dan tinggal membuka jahitan dan menggantinya dg perban yg baru.
Saya pikir pekerjaan yg tidak sulit dg persetujuan dokter saya boleh melakukan.....
Sambil menangani lukanya, saya bertanya, :Apakah bapak punya janji lain hingga tampak ter-buru2...
Laki2 tua itu menjawab "Tidak"...Cuma dia mau pergi kerumah jompo untuk bersama isterinya makan siang...dan ini tiap hari ia lakukan mengunjungi isterinya......
Dia menceritakan bahwa isterinya sedang dirawat disana sudah lama karena mengidap penyakit Alzhemer.
Apakah isteri bapak marah kalau bapak telat datang ? Kakek tua itu bercerita, bahwa isterinya sudah lama dan tidak lagi mengenalinya sejak 5 th terakhir....
Saya sangat terkejut dan berkata, "Bapak masih kesana setiap hari walaupun isteri bapak tidak mengenal bapak lagi?...
Kakek tua itu tersenyum, lalu menepuk tangan saya dan berkata,"DIA MEMANG TIDAK LAGI MENGENAL SAYA, TETAPI SAYA MASIH MENGENALI DIA KAN .......
Tanpa terasa air mata saya berlinang dg kakek itu berlalu menjauh.....
CINTA sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.....
CINTA SEJATI adalah menerima apa adanya yg terjadi sa'at ini, yg berlalu, yg akan datang........
"Orang yg paling bahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu YG TERBAIK....
melainkan dapat berbuat yg terbaik dg apa yg mereka miliki...


-------------------------------------
Sent from my ℜᴼᴼϑɀßerry® via INDOSAT