Kamis, 11 Maret 2004

DOA ORANG TUA

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
Atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
Atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
Jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka dan
Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan
perkenan-Mu,
ya Allah

Sebab, hanya Engkaulah
Yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan
berlipat
ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,

Sehingga kami semua berkumpul
Bersama dengan santunan-Mu
Di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,

Ampunan-Mu serta
Rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah
Yang memiliki Karunia Maha Agung,
Serta anugerah yang tak berakhir dan
Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.

**********************************************
Mari kita kenang dosa kepada orang tua kita.
Siapa tahu hidup kita dirundung nestapa
Karena kedurhakaan kita,
Karena kita sudah menghisap darahnya, tenaganya,
Airmatanya, keringatnya.


Istighfar, istighfarlah

Barangsiapa yang matanya pernah sinis melihat
orangtuanya.
Atau kata-katanya sering mengiris melukai hatinya,
atau
Yang jarang memperdulikan dan mendoakannya.
Percayalah bahwa anak yang durhaka siksanya
didahulukan
Di dunia ini.

Istighfar yang pernah mendholimi ibu bapaknya.
Astaghfirullahal Azhiim

Kamis, 04 Maret 2004

Surat dari Allah SWT

Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada KU,
walaupun hanya sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu
hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ..
Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja ...

AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi
engkau terlalu sibuk ...

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.
Kemudian AKU melihat engkau menggeerakkan kakimu. AKU berfikir engkau
akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi seorang
teman untuk mendengarkan kabar terbaru.
AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari.
Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau
merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau
tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa
temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum
menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi engkau tidak melakukannya....

Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan berbicara
kepadaKU, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan
banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak
waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya
menikmati acara yg ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati
makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU...

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut.
Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.

AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.
AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a,
pikiran atau syukur dari hatimu.
Keesokan harinya .. engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan
penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU ....
Tapi yang KU tunggu ....tak kunjung tiba .. tak juga kau menyapaKU.
Subuh .... Dzuhur... Ashyar .... Magrib.... Isya dan Subuh kembali,
kau masih mengacuhkan AKU ... tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a,
dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU....

Apa salahKU padamu .. wahai UmmatKU?????
Rizki yangKU limpahkan, kesehatan yang KU berikan,
harta yang KU relakan,
makanan yangKU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan,
apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepada KU....!!!!!!!

Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat
engkau akan menyapa KU,
memohon perlindungan KU, bersujud menghadap KU ..
Yang selalu menyertaimu setiap saat .... Allah SWT.

Note:
apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada
orang lain yang kau sayangi???
Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun yang
kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari ALLAH semata.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

=====
salam hangat,
H.Hernawan

Minggu, 29 Februari 2004

Pasang Surut Keberanian


"Rasa takut terhadap manusia jangan sampai menghalangi kamu untuk
menyatakan apa yang sebenarnya jika memang benar kamu melihatnya,
menyaksikan atau mendengarnya."

(HR Ahmad) (Hidayatullah)

Sabtu, 28 Februari 2004

Celaka Karena Dua Lubang

"Rasulullah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang
ke dalam surga, lalu beliau menjawab, 'Taqwa kepada Allah dan akhlaq yang baik.'
Beliau juga ditanya tentang perkara yang paling banyak mengantarkan
orang masuk ke neraka, beliau menjawab, 'Mulut dan kemaluan.'" (HR Tirmidzi)
(Hidayatullah)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: "Rasulullah bersabda : "Siapa saja
yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka diberikan cobaan
kepadanya." (HR. Bukhari)

Jumat, 27 Februari 2004

Antara Tahu dan Menjalani

Di sebuah kaki gunung, di tepi sungai yang jernih, terlihat seorang
tua sedang membersihkan pekarangan rumahnya yang tidak seberapa, sambil
sesekali menyeka keringatnya yang bercucuran....Kwe Ceng, yang kebetulan
saja melewati daerah itu, melihat kesan begitu bahagianya lelaki tua
itu. Wajahnya yang sumringah, diselingi siulan kecil terus membersihkan
pekarangannya dengan penuh semangat. Kwe Ceng bertandang sebentar
menemui lelaki tua itu.

"Selamat pagi, wahai bapak!"

"Selamat pagi, wahai pemuda......,"kata lelaki tua itu
"Sedang apa ya Pak?,"sapa Kwe Ceng, tanpa bermaksud
basa-basi..."Yah..seperti kau lihat sendiri,..sedang membersihkan
pekarangan" "Kau begitu bersemangat, begitu antusias, apa sih kuncinya
,pak? " selidik Kwe Ceng ."Aku mencintai apa yang kulakukan dan
melakukan apa yang kucintai...." Kata lelaki tua. " Aku mencintai
pekerjaan bertani, berkebun, dan memelihara ternak-ternak itu."
"Ah....kau begitu lugu, pak tua" celetuk Kwe Ceng..

Pak Tua itu menimpali dengan nada yang bijak," Kau tahu, anak muda,
memasak, berkebun atau membersihkan rumah adalah sebagai bagian dari
aktivitas meditasi Pekerjaan yang harus diulang-ulang membantu dirimu
untuk mengenali siklus-siklus kelahiran, kematian, dan oleh karena itu
kau akan sadar akan tatanan semesta yang dinamis.....Dengan penuh
kecintaan aku melakukan itu sehingga aku begitu menikmatinya....."

"Oohh ...,"Kwe Ceng mengangguk-angguk...

"Yaaa, itu mungkin ndak begitu jelas ketangkep artinya.....mudahnya
,dengan melakukan pekerjaan -pekerjaan rutin itu kau akan tahu arti
kegagalan, dan bila kau tahu akan kegagalan , kau akan tahu arti
keberhasilan...." " Ya,....anda benar Pak Tua," sela Kwe Ceng.

"Segala sesuatu yang kau lakukan, akan menempa perilakumu dan perilakumu
itu akan mempengaruhi tindakanmu....oleh karena itu, bertindak dan
berperilakulah yang baik!".

"Anak muda, aku yakin kau telah tahu segala sesuatu yang kukatakan
tadi.....but its clear that. There is a big different between someone
who just know the path with someone who walk through the path........"
kata lelaki tua itu.....Kwe Ceng terkaget-kaget mendengar kefasihan
bahasa Inggris lelaki tua itu........

Di kamarnya Kwe Ceng merenungi semua ucapan lelaki tua itu
tadi.........menjelang final exam.....ia akhirnya sadar bahwa selama
ini ia malas untuk rutin belajar, malas mengerjakan pr, dan kurang
menikmati apa yang dilakukannya toh, ia berdalih pokoknya bisa ujian,
dan ternyata dengan cara-cara itu, seringkali ia gagal. Mungkin dengan
membolak balik catatan ia sudah tahu, tapi sekali lagi....he is just
know the path, not walk through the path....

Jumat, 20 Februari 2004

TEKA-TEKI

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau
bertanya Teka-Teki : Imam Al-Ghazali : "Apakah yang paling dekat dengan
diri kita di dunia ini ?"
Murid 1 : "Orang tua"
Murid 2 : "Guru"
Murid 3 : "Teman"
Murid 4 : "Kaum Kerabat"
Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling dekat dengan
kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti
akan mati (Surah Ali-Imran:185).

Imam Ghazali : "Apa yang paling jauh dengan kita di dunia ini ?"
Murid 1 : "Negeri Cina"
Murid 2 : "Bulan"
Murid 3 : "Matahari"
Murid 4 : "Bintang-bintang" Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun
kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa lalu. Oleh
sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari2 yang akan
datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama".

Imam Ghazali : "Apa yang paling besar di dunia ini ?"
Murid 1 : "Gunung"
Murid 2 : "Matahari"
Murid 3 : "Bumi"
Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling besar sekali
adalah HAWA NAFSU (Surah Al-A'raf : 179). Maka kita harus hati2 dengan
nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa kita ke neraka. (Na'udzu
billaahi minzaalikh).

Imam Ghazali : "Apa yang paling berat di dunia ini ?"
Murid 1 : "Baja"
Murid 2 : "Besi"
Murid 3 : "Gajah"
Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling berat adalah
MEMEGANG AMANAH (Surah : Al-Ahzab : 72). Tumbuh2an, binatang, gunung dan
malaikat semua tidak mampu ketika Allah Swt meminta mereka menjadi
khalifah (pemimpin) di dunia ini, tetapi manusia dengan sombongnya
berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah Swt sehingga banyak manusia
masuk ke neraka karena gagal memegang amanah".

Imam Ghazali : "Apa yang paling ringan di dunia ini ?"
Murid 1 "Kapas"
Murid 2 "Angin"
Murid 3 "Debu"
Murid 4 "Daun-daun"
Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling ringan sekali
di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara2 pekerjaan kita atau urusan
dunia, kita tinggalkan sholat".

Imam Ghazali : "Apa yang paling tajam sekali di dunia ini ?" Murid2 dengan
serentak menjawab : "Pedang" Imam Ghazali : "Itu benar, tapi yang paling
tajam sekali di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA.
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai
perasaan saudaranya sendiri".

SHADAQAH

jangan pernah takut jatuh miskin atau kekuranag uang karena
membelanjakan
harta di jalan Allah ataupun meminjami sesuatu yang baik kepada Sang
Maha
Kaya dengan tulus ikhlas hatimu, karena sesunggunya itu semua akan
dikembalikan-Nya kepada kita semua dengan jumlah yang berlipat ganda dan
dari arah yang tidak pernah kita duga, bahkan oleh nalar pikirmu
sekalipun

DUNIA
bekerja keraslah kamu dengan jalan yang halal seolah kamu hidup
selamanya,
agar kamu terhindar dari kefakiran. sesungguhnya fakir itu cenderung
kepada
kekufuran

TERBESAR
sodaqah terbesar : memberi nafkah kepada keluarga
jihad terbesar : melawan diri dan hawa nafsu
dzikir terbesar adalah dzikir didepan godaan syetan dan apa-apa yang
diharamkan oleh - Nya

Kamis, 19 Februari 2004

KATAKANLAH SEKARANG

Seorang penulis tak dikenal telah menuliskan kata-kata yang menggugah pikiran sebagai berikut:

Lebih baik kumiliki setangkai mawar mungil
Dari kebun seorang sahabat
Daripada memiliki bunga-bunga pilihan
Ketika hidupku di dunia harus berakhir.

Lebih baik mendengar kata-kata yang menyenangkan
Yang disampaikan dengan kebaikan kepadaku
Daripada pujian saat jantungku berhenti berdetak,
Dan hidupku berakhir.

Lebih baik kumiliki senyum penuh kasih
Dari sahabat-sahabat sejatiku
Daripada air mata di sekeliling peti jenazahku
Ketika pada dunia ini kuucapkan selamat tinggal.

Bawakan aku semua bungamu hari ini,
Entah merah muda, putih, atau merah;
Lebih baik kumiliki setangkai yang mekar saat ini
Daripada satu truk penuh ketika aku meninggal.

Mengingat hal-hal yang baik tentang kawan atau sanak keluarga yang telah meninggal pada upacara pemakaman mereka merupakan hal yang tepat, tetapi memberi pujian yang tulus ketika mereka masih hidup adalah jauh lebih baik.
Pujian itu mungkin merupakan peneguhan yang sangat mereka butuhkan.

Apakah Anda berutang ucapan terima kasih atau penghargaan kepada seseorang?


TAK PERNAH TERLALU AWAL UNTUK MENGUCAPKAN KATA-KATA YANG BAIK
SEBAB ANDA TIDAK TAHU SEBERAPA CEPAT ITU AKAN JADI TERLAMBAT.

PENJAHIT JENIUS

Suatu ketika ada seorang pria pergi ke penjahit, dan memesan stelan jas
Yang murah. Ketika jas yang diinginkannya selesai, ia coba mengepas. Ternyata
Jas itu sama sekali tak cocok dengan tubuhnya. Bagian belakangnya terlalu
besar.
Bagian lengan kanannya telalu panjang. Satu bagian kakiknya terlalu
pendek.
Dan, tiga buah kancingnya terlepas entah kemana. Pria itu sangat kecewa,
Dan memprotes pada sang penjahit.

"Oh, itu tidak masalah," kata snag penjahit. "Begini saja, coba kau
bungkukkan bahumu. Tarik tangan kananmu agak ke dalam. Lalu cobalah
berjalan terpincang-pincang untuk menutupi satu sisi celana yang terlalu pendek.
Sedangkan, untuk menggantikan tiga kancing yang terlepas ini, masukkan
Saja jari-jarimu di lubang kancing itu. Maka, semuanya akan tampak beres!"

Pria itu lalu mencoba memaksakan tubuhnya agar pas dengan stelan jas
Yang dipesannya. Ia merasa ditipu oleh penjahit itu. Ia lalu meninggalkan
penjahit itu. Dan, belum jauh ia berjalan, seorang asing menegurnya.
"Hai, siapakah yang menjahitkan jas itu? Tampaknya cocok sekali denganmu,"
tanya orang asing itu. "Kebetulan sekali aku sedang bermaksud membeli stelan
jas."

Pria itu terkejut, namun merasa senang juga ternyata ada yang menganggap
Jas itu cocok dengan dirinya. Ia lalu menunjuk toko penjahit yang tadi.

"Baiklah, terima kasih banyak," jawab orang asing itu. Ia lalu
terburu-buru bergegas menuju toko penjahit yang ditunjuk. "Penjahit itu pasti seorang penjahit yang jenius karena bisa menjahit jas yang pas sekali untuk
seorang cacat macam kamu."

Smiley...! Bukankah banyak orang yang terpaksa melakukan sesuatu yang
Tak disukainya, namun hanya karena pujian mereka tetap saja melakukannya.
Padahal, mungkin saja orang lain bermaksud beda. Maka, jadilah diri kita
sendiri, agar nyaman dengan diri kita sendiri.

Kamis, 12 Februari 2004

ANGGUR

Seseorang telah menanam anggur yang dikenal sebagai suatu jenis baru
Yang menghasilkan buah anggur yang siap dimakan hanya setelah berumur tiga
Puluh tahun. Ketika dia menanamnya, Sultan melintas, berhenti, dan berkata,
"Engkau seorang yang luar biasa optimis jika engkau berharap hidup hingga
anggur itu berbuah."

"Mungkin aku tidak akan hidup selama itu," jawab orang itu. "Tetapi
setidaknya para penggantiku akan hidup dan mengambil keuntungan dari
pekerjaanku, sebagaimana kami semua mengambil keuntungan dari kerja para
pendahulu kita."

"Kalau begitu," jawab Sultan. "Jika pohon anggur itu berbuah, bawakan
beberapa butir buah untukku. Itu jika kita lolos dari pedang kematian
yang menggantung di atas kita sepanjang waktu."

Sultan pun pergi.

Tiga puluh tahun kemudian pohon anggur itu mulai menghasilkan buah
Anggur yang lezat. Orang itu mengisi sebuah keranjang besar dengan buah anggur
pilihan dan pergi ke istana. Sultan menerimanya dan memberinya hadiah
emas yang banyak.

Kabar pun tersiar, "Seorang petani yang tak dikenal telah diberi
Sejumlah emas yang banyak sebagai pengganti sebuah keranjang anggur."

Seorang perempuan dungu mendengar hal ini. Segera ia mengisi sebuah
keranjang dengan buah anggur miliknya dan membawanya sendiri ke penjaga
istana. Ia berkata, "Aku meminta ganjaran yang sama dengan yang telah
diterima oleh laki-laki tadi pagi. Ini buah anggurku. Jika Sultan
memberi uang untuk buah-buahan, maka ini buah-buahan itu."

Sang Sultan mengetahui hal itu dan menjawab, "Ia hanya bisa meniru dan
sombong. Ia tidak mau mengetahui apa latar belakang aku memberi emas
pada lelaki itu. Karenanya, usir dia!"

Perempuan itu tidak mau bersusah payah mengetahui bagaimana sang petani
anggur bisa menumbuhkan anggurnya. Perempuan itu hanya mau meniru
mudahnya saja.